Malaikat yang Bertugas Menyampaikan Wahyu Bukan Hanya Jibril

Minggu, 27 Februari 2022 - 16:36 WIB
Aku berkata: “Tambahkanlah.' Demikian seterusnya sampai tujuh huruf.

Lantas Jibril berkata: “Bacalah al-Qur'an dalam tujuh huruf, semuanya sempurna dan menyeluruh'.” (Shahih al-Jami", jilid 1, hlm. 80)

Tak Hanya Nabi dan Rasul

Tidak semua orang yang didatangi oleh malaikat dianggap sebagai rasul atau nabi. Pasalnya, Allah pernah mengutus Jibril kepada Maryam sebagaimana Dia utus malaikat kepada ibunda Ismail ketika kehabisan air dan makanan.

Para sahabat juga pernah melihat Jibril dalam wujud seorang Badui. Allah mengirim seorang malaikat kepada laki-laki itu, yang berkunjung kepada saudara fillah (di jalan Allah). Ia diutus untuk menyampaikan kabar gembira bahwa Allah mencintainya karena ia cinta kepada saudaranya. Hal seperti ini banyak terjadi, tetapi di sini sebagai catatan saja.

Baca juga: Begini Dzikir, Sholat, dan Haji Para Malaikat

Selanjutnya, bagaimana wahyu datang kepada Rasulullah?

Al-Harits bin Hisyam bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah wahyu datang kepadamu?”

Rasulullah SAW menjawab, “Kadangkala wahyu datang kepadaku seperti bunyi lonceng. Inilah yang paling berat bagiku. Selanjutnya, bunyi terputus sementara aku telah memahami maksudnya. Terkadang malaikat datang menyerupai bentuk laki-laki lalu aku memahami apa yang dikatakannya.”

Jadi, Jibril mendatangi Rasulullah SAW dan berkomunikasi dalam wujudnya sebagai malaikat. Cara ini terasa sangat berat bagi Rasulullah SAW. Adapun yang kedua adalah dengan cara Jibril mengubah wujud dari wujud malaikat menjadi wujud manusia. Cara ini lebih ringan bagi Rasulullah SAW.

Rasulullah pernah melihat wujud asli Malaikat Jibril sebanyak dua kali: satu kali terjadi tiga tahun sesudah pengangkatan sebagai rasul. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Shahih Bukhari bahwa Rasulullah bersabda:

"Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba kudengar suara dari langit. Aku pun menengadah ke atas dan ternyata ia adalah malaikat yang pernah mendatangiku di Gua Hira. Ia duduk di atas kursi di antara langit dan bumi. Aku gemetar karenanya lalu aku pun pulang dan berkata: Selimutilah aku"” (HR Bukhari)

Kali kedua, beliau melihat Jibril ketika membawanya naik ke langit. Dua kesempatan ini dituturkan dalam surah an-Najm: “Yang mempunyai akal yang cerdas dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli sedang ia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian ia mendekat lalu bertambah dekat lagi. Maka jadilah ia dekat (pada Muhammad sejauh) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).

Lalu ia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kaum (musyrik Mekkah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.” (QS An-Najm: 6-17)

Baca juga: Ketika Rasulullah SAW Menyaksikan Perdebatan Para Malaikat

Tak Hanya Sampaikan Wahyu
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!