Kisah Nabi Nuh: Nama Asli Abdul Ghaffar, Sering Menangis Setelah Menghina Anjing
Jum'at, 11 Maret 2022 - 17:14 WIB
Baca juga: Surat Nuh: Kisah Nabi Nuh Lengkap dalam Satu Surat
Menurut M Quraish Shihab , dakwah Nabi Nûh kepada mereka secara sembunyi-sembunyi, kemudian secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan.
Diceritakan pula tentang keluhan Nuh kepada Allah karena sikap kaumnya yang tidak menerima dan membangkang serta sikap mereka yang terus-menerus menyembah patung sehingga mereka pantas menerima azab Allah.
Ketika Nuh merasa putus asa bahwa mereka tidak menerima ajakannya, ia berdoa agar mereka dihancurkan. Dan ia juga berdoa memohon ampunan untuk dirinya, kedua orangtuanya dan orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan.
Penyembah Berhala
Duramsyil bersama kaumnya menyembah 5 berhala yaitu, Wud, Siwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr yang disinggung oleh Allah di dalam al-Qur’an.
Di sekitar 5 berhala tersebut terdapat 1.700 berhala yang mempunyai ruangan khusus yang terbuat dari batu marmer. Setiap ruangan itu tinggi dan lebarnya sekitar 1.000 siku.
Berhala-berhala ini diletakkan di atas kursi yang terbuat dari emas yang berisikan bermacam-macam permata yang indah.
Baca juga: Nabi Nuh Membagi Bumi Kepada Ketiga Anaknya
Berhala ini juga mempunyai para pelayan yang mengurusinya siang malam dan tiap tahunnya ada hari raya khusus untuk berhala tersebut; mereka (Duramsyil dan kaumnya) berkumpul di tempat itu untuk merayakannya.
Pada hari itu, Nuh datang kepada mereka yang sedang menyalakan api dan mempersembahkan kurban di sekitar berhala-berhala itu. Kemudian mereka sujud di hadapannya mengagungkannya.
Dalam upacara itu, mereka mengeluarkan berbagai macam alat permainan, menabuh simbal, menari, meminum arak, dan menzinahi wanita secara terbuka di antara khalayak ramai seperti binatang.
Menurut M Quraish Shihab , dakwah Nabi Nûh kepada mereka secara sembunyi-sembunyi, kemudian secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan.
Diceritakan pula tentang keluhan Nuh kepada Allah karena sikap kaumnya yang tidak menerima dan membangkang serta sikap mereka yang terus-menerus menyembah patung sehingga mereka pantas menerima azab Allah.
Ketika Nuh merasa putus asa bahwa mereka tidak menerima ajakannya, ia berdoa agar mereka dihancurkan. Dan ia juga berdoa memohon ampunan untuk dirinya, kedua orangtuanya dan orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan.
Penyembah Berhala
Duramsyil bersama kaumnya menyembah 5 berhala yaitu, Wud, Siwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr yang disinggung oleh Allah di dalam al-Qur’an.
Di sekitar 5 berhala tersebut terdapat 1.700 berhala yang mempunyai ruangan khusus yang terbuat dari batu marmer. Setiap ruangan itu tinggi dan lebarnya sekitar 1.000 siku.
Berhala-berhala ini diletakkan di atas kursi yang terbuat dari emas yang berisikan bermacam-macam permata yang indah.
Baca juga: Nabi Nuh Membagi Bumi Kepada Ketiga Anaknya
Berhala ini juga mempunyai para pelayan yang mengurusinya siang malam dan tiap tahunnya ada hari raya khusus untuk berhala tersebut; mereka (Duramsyil dan kaumnya) berkumpul di tempat itu untuk merayakannya.
Pada hari itu, Nuh datang kepada mereka yang sedang menyalakan api dan mempersembahkan kurban di sekitar berhala-berhala itu. Kemudian mereka sujud di hadapannya mengagungkannya.
Dalam upacara itu, mereka mengeluarkan berbagai macam alat permainan, menabuh simbal, menari, meminum arak, dan menzinahi wanita secara terbuka di antara khalayak ramai seperti binatang.
Lihat Juga :