Ketidakadilan Hukum Membuat Rasulullah Marah

Selasa, 16 Juni 2020 - 16:35 WIB
Lalu, Rasulullah SAW menyuruh membawa perempuan itu, lalu dipotonglah tangannya". Begitulah Islam menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Mau kaya-mau miskin, mau terhormat-mau melarat, mau pejabat maupun rakyat, semua sama kedudukannya di hadapan hukum.

Jika ada yang memandang Syariat Islam itu kejam tentu sangat keliru. Justru Islam adalah agama yang adil dan berusaha menjaga kepentingan orang banyak daripada menjaga kepentingan si pencuri atau orang yang berbuat zalim. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ فَمَن تَابَ مِن بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Maka barangsiapa bertobat (di antara para pencuri) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang". (Surah Al-Maidah: 38-39). (Baca Juga: Dulu Haram Kini Halal: Niat Mencuri Malah Dapat Istri )

Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!