Sejarah dan Asal-usul Diperintahkannya Makan Sahur
Kamis, 21 April 2022 - 03:15 WIB
Nabi Muhammad kemudian menyampaikan firman Allah tersebut kepada para sahabat. Beliau kemudian bersabda:
فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Artinya: "Perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah makan sahur." (HR Muslim No 1096 dari 'Amr bin 'Ash)
Mendapat kabar baik yang disampaikan Nabi, para sahabat merasa lega dan gembira. Di masing-masing benaknya yakin, anjuran santap sahur itu makin menjelaskan bahwa Islam adalah sebenar-benarnya agama keselamatan.
Referensi:
- Hadis yang diriwayatkan al-Barra ibn Azib dalam Al-Jami Al-Musnad as-Sahih Al-Mukhtasar min Umur Rasulilah wa Sunanihi wa Ayyamihi
- Shahih Al-Bukhari No 1915
- Kitab Fathul Baari.
Baca Juga: 5 Manfaat Mengakhirkan Sahur di Bulan Ramadhan
فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Artinya: "Perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah makan sahur." (HR Muslim No 1096 dari 'Amr bin 'Ash)
Mendapat kabar baik yang disampaikan Nabi, para sahabat merasa lega dan gembira. Di masing-masing benaknya yakin, anjuran santap sahur itu makin menjelaskan bahwa Islam adalah sebenar-benarnya agama keselamatan.
Referensi:
- Hadis yang diriwayatkan al-Barra ibn Azib dalam Al-Jami Al-Musnad as-Sahih Al-Mukhtasar min Umur Rasulilah wa Sunanihi wa Ayyamihi
- Shahih Al-Bukhari No 1915
- Kitab Fathul Baari.
Baca Juga: 5 Manfaat Mengakhirkan Sahur di Bulan Ramadhan
(rhs)
Lihat Juga :