Surat Yusuf 43: Kisah Mimpi Raja yang Tak Dapat Ditakwilkan Para Pembesar

Sabtu, 30 April 2022 - 07:05 WIB
3. "Hai orang-orang yang terkemuka: Terangkanlah kepadaku tentang tabir mimpiku itu jika kamu dapat menabirkan mimpi." Kalimat ini menunjukkan bahwa para undangan yang dihadirkan di majlis raja adalah orang-orang hebat. Persis seperti umumnya raja apbila ada masalah penting dia akan berkonsultasi kepada para penasehat dan ahlinya. Apa yang dilakukan oleh sang raja menunjukkan sikap bijaksananya yang selalu bermusyawarah dengan para penasehatnya.

Inilah jawaban para pemuka kerajaan terkait mimpi yang dialami sang Raja.

قَالُوْٓا اَضْغَاثُ اَحْلَامٍ ۚوَمَا نَحْنُ بِتَأْوِيْلِ الْاَحْلَامِ بِعٰلِمِيْنَ

Artinya: "Mereka menjawab: "(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu menabirkan mimpi itu." (QS Yusuf Ayat 44)

Pesan dan Hikmah:

1. Para tokoh yang hadir itu sepakat mengatakan bahwa mimpi sang raja adalah bunga tidur dan sama sekali tidak mengandung makna.

2. Mereka semua tidak mengerti arti mimpi raja yang simbolik itu. Sehingga jawaban mereka terkesan untuk menyenangkan dan menenangkan sang raja saja. Biasanya para tokoh atau pendamping raja yang dekat tidak berani memberikan info yang tidak mengenakan kepada rajanya, sehingga wajar saja jika mereka menjawabnya dengan mimpi kosong. Apalagi jika mereka mengartikan mimpi raja sebagai isyarat kejelekan, maka itu sebuah resiko baginya.

Baca Juga: Nabi Yusuf Tak Kunjung Keluar dari Penjara, Ternyata Ini Penyebabnya



(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!