Kisah Kurban Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Berdasar Al-Qur'an

Kamis, 16 Juni 2022 - 17:39 WIB
Peristiwa penyembelihan Nabi Ismail dan asal-usul ibadah kurban ini dimulai dari surah as-Saffat ayat 99-100. Foto/Ilustrasi: Islam together
Asal-usul ibadah kurban berasal dari peristiwa sejarah penyembelihan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim . Peristiwa ini akan selalu disebut-sebut pada setiap Idul Adha tiba. Hal ini untuk mengenang pengurbanan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim dalam rangka menunaikan perintah Allah SWT. Berkat ketulusan hati beliau, Allah menerima ibadah kurban mereka dan menggantikan tempat Nabi Ismail dengan seekor kibas.

Ibnu Katsir dalam kitabnya Qashash al-Anbiya menyebutkan bahwa kisah penyembelihan Nabi Ismail dan asal-usul ibadah kurban disebutkan dalam Al-Qur’an surah as-Saffat [37] ayat 99 hingga 111.

Kelompok ayat ini berisi tentang penantian Nabi Ibrahim akan kehadiran seorang anak, perintah Allah untuk mengurbankan anak tersebut, hingga anugerah-Nya terhadap keduanya sebab ketaatan pada-Nya.

Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Mengajarkan Agama Tauhid

Peristiwa penyembelihan Nabi Ismail dan asal-usul ibadah kurban ini dimulai dari surah as-Saffat ayat 99-100 yang berisi kisah penantian panjang Nabi Ibrahim akan kehadiran seorang anak.

Diceritakan bahwa beliau dan istrinya senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberi keturunan guna melanjutkan misi dakwah di muka bumi. Hal ini diabadikan Allah dalam firman-Nya:

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.” (QS As-Saffat [37] ayat 100)

Menurut Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Al-Qur’an al-Azhim, tujuan Nabi Ibrahim ingin memiliki seorang buah hati – selain sebagai penyambung garis keturunan – adalah agar anaknya menjadi orang yang melanjutkan dakwah untuk mentauhidkan Allah SWT serta menggantikan kaum dan keluarganya yang ingkar kepada-Nya.

Allah SWT kemudian menjawab doa-doa Nabi Ibrahim dan istrinya melalui firman-Nya, “Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar” (QS. As-Saffat [37] ayat 101). Ayat ini merupakan konfirmasi bahwa beliau akan mendapatkan buah hati yang diidam-idamkan selama ini bersama istri tercinta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!