Sejarah Berdirinya Organisasi Keturunan Nabi Muhammad di Indonesia
Rabu, 29 Juni 2022 - 05:10 WIB
Mendirikan Maktab Daimi
Untuk merealisasikan program Rabithah Alawiyah, beberapa waktu kemudian didirikan Al-Maktab Al-Daimi, lembaga khusus yang memelihara sejarah dan mencatat nasab As-Saadah Al-Alawiyyin (keturunan Nabi Muhammad di Indonesia).
Maktab ini telah melakukan pencatatan di seluruh wilayah Indonesia. Adapun jumlah Alawiyyin yang tercatat oleh Maktab Daimi berjumlah 17.764 orang lebih. Tokoh-tokoh yang telah berjasa antara lain: Sayyid Ali bin Ja'far Assegaf dan Sayid Syech bin Ahmad bin Syihabuddin.
Adapun kegiatan sosial Rabithah Alawiyah antara lain mendirikan Panti Asuhan Daarul Aitam pada tanggal 12 Agustus 1931 di Jalan Karet No 47, yang dipimpin pertama kali oleh Sayyid Abubakar bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Habsyi.
Saat ini, Rabithah Alawiyah dipimpin oleh Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf hasil Muktamar Rabithah Alawiyah di Jakarta pada Ahad 5 Desember 2021 lalu. Habib Taufiq dikenal sebagai ulama asal Pasuruan yang juga pernah menjadi Mustasyar Nahdlatul Ulama Jawa Timur.
Jumlah Alawiyyin di Jabodetabek
Alawiyin adalah sebutan bagi kaum atau orang yang memiliki pertalian darah dengan Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam. Jumlah Alawiyyin se-Jabodetabek yang berhasil dicatat pada 2014 mencapai 14.500 orang.
Wilayah paling banyak dihuni Alawiyyin di jabodetabek adalah Jakarta Timur sebanyak 35%. Tak heran di wilayah ini memiliki daerah khas yang banyak ditempati penduduk Alawiyyin seperti Kampung Arab Condet. Wilayah terbesar selanjutnya yaitu Jakarta Selatan sebanyak 18%. Kemudian Depok 10%, Jakarta Barat 9%, Tangerang, Bogor, dan Jakarta Pusat sebanyak 7%. Kemudian Bekasi sebanyak 5%. Penduduk Alawiyyin paling sedikit menempati wilayah Jakarta Utara sebanyak 2%.
Berdasarkan qabilah, penduduk Alawiyyin terbanyak yaitu qabilah atau marga Al-Attas sebanyak 24%. Kemudian Al-Haddad dan Al-Assegaf sebanyak 15%. Kemudian Al-Alaydrus sebanyak 13%, Al-Habsyi sebanyak 11%.
Selanjutnya marga Bin Shahab sebanyak 7%. Al-Kaff sebanyak 5%, kemudian qabilah Al-Jufri sebanyak 4%, qabilah Bin Yahya dan Syeikh Abu Bakar bin Salim (BSA) sebanyak 3%.
Baca Juga: Negara Paling Banyak Dihuni Keturunan Nabi Muhammad
Untuk merealisasikan program Rabithah Alawiyah, beberapa waktu kemudian didirikan Al-Maktab Al-Daimi, lembaga khusus yang memelihara sejarah dan mencatat nasab As-Saadah Al-Alawiyyin (keturunan Nabi Muhammad di Indonesia).
Maktab ini telah melakukan pencatatan di seluruh wilayah Indonesia. Adapun jumlah Alawiyyin yang tercatat oleh Maktab Daimi berjumlah 17.764 orang lebih. Tokoh-tokoh yang telah berjasa antara lain: Sayyid Ali bin Ja'far Assegaf dan Sayid Syech bin Ahmad bin Syihabuddin.
Adapun kegiatan sosial Rabithah Alawiyah antara lain mendirikan Panti Asuhan Daarul Aitam pada tanggal 12 Agustus 1931 di Jalan Karet No 47, yang dipimpin pertama kali oleh Sayyid Abubakar bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Habsyi.
Saat ini, Rabithah Alawiyah dipimpin oleh Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf hasil Muktamar Rabithah Alawiyah di Jakarta pada Ahad 5 Desember 2021 lalu. Habib Taufiq dikenal sebagai ulama asal Pasuruan yang juga pernah menjadi Mustasyar Nahdlatul Ulama Jawa Timur.
Jumlah Alawiyyin di Jabodetabek
Alawiyin adalah sebutan bagi kaum atau orang yang memiliki pertalian darah dengan Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam. Jumlah Alawiyyin se-Jabodetabek yang berhasil dicatat pada 2014 mencapai 14.500 orang.
Wilayah paling banyak dihuni Alawiyyin di jabodetabek adalah Jakarta Timur sebanyak 35%. Tak heran di wilayah ini memiliki daerah khas yang banyak ditempati penduduk Alawiyyin seperti Kampung Arab Condet. Wilayah terbesar selanjutnya yaitu Jakarta Selatan sebanyak 18%. Kemudian Depok 10%, Jakarta Barat 9%, Tangerang, Bogor, dan Jakarta Pusat sebanyak 7%. Kemudian Bekasi sebanyak 5%. Penduduk Alawiyyin paling sedikit menempati wilayah Jakarta Utara sebanyak 2%.
Berdasarkan qabilah, penduduk Alawiyyin terbanyak yaitu qabilah atau marga Al-Attas sebanyak 24%. Kemudian Al-Haddad dan Al-Assegaf sebanyak 15%. Kemudian Al-Alaydrus sebanyak 13%, Al-Habsyi sebanyak 11%.
Selanjutnya marga Bin Shahab sebanyak 7%. Al-Kaff sebanyak 5%, kemudian qabilah Al-Jufri sebanyak 4%, qabilah Bin Yahya dan Syeikh Abu Bakar bin Salim (BSA) sebanyak 3%.
Baca Juga: Negara Paling Banyak Dihuni Keturunan Nabi Muhammad
(rhs)
Lihat Juga :