Berikut Ini Hadis Dha'if Mengenai Kiamat dan Hadis Palsu tentang Al-Mahdi
Minggu, 03 Juli 2022 - 18:50 WIB
Hadis maudhu lainnya berbunyi:
"Wahai Abbas, sesungguhnya Allah telah membuka perkara ini dengan keberadaanku, kelak akan disudahi oleh seorang anak laki-laki dari keturunanmu, yang bakal menyebar keadilan sebagaimana tersebarnya kezaliman. Dialah yang akan menjadi imam kala sholat bersama Nabi Isa as"
Al-Albani mengatakan hadis ini maudhu' dan telah diriwayatkan oleh al-Khatib dalam kitab Tarikh Baghdad IV/177, dengan sanad dari Ahmad bin al-Hajaj bin Shalt, dari Said bin Sulaiman dari Khalaf bin Khalifah dari Mughirah dari Ibrahim dari al-Qamah dari Amar bin Yasir ra.
"Menurut saya, semua sanadnya masyhur dan tsiqah dari deretan perawi-perawi yang digunakan Imam Muslim, kecuali Ahmad bin al-Hajjaj. Ia telah tercela, seperti yang dinyatakan oleh adz-Dzahabi. Kemudian hadis tersebut telah dirangkum oleh Ibnul Jauzi dalam keterangan hadis-hadis maudhu'," katanya.
Menurut al-Albani, adapun bahwa Imam Mahdi sholat dan menjadi imam bagi Nabi Isa ketika turun kelak adalah benar adanya seperti yang tertera dalam banyak hadis sahih, dalam Kutubus Sunan.
Baca juga: 4 Hadis Palsu tentang Dunia Menurut Syaikh Al-Albani
Hadis maudhu lainnya berbunyi: "Maukah aku beri kabar gembira wahai Abul Fazl (al-Abbas)? Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah membuka bagiku perkara ini dan Ia akan mengakhirinya dari keturunanmu."
Ini hadis maudhu' dan telah diriwayatkan oleh Abu Naim dalam kitab al-Haliyyah I/35 dari sanad Lahij bin Ja'far at-Taimi, dari Abdul Azis bin Abdus Samad al-Ami, dari Ali bin Zaid bin Jad'an, dari Said bin Musayyab, dari Abu Hurairah r.a.
"Menurut saya, Lahij bin Ja'far tercela," ujar al-Albani.
Ibnu Adi berkata bahwa ia adalah perawi dari Baghdad yang majhul yang telah meriwayatkan dari perawi tsiqah (kuat; dapat dipercaya) dengan mencampur-aduk dengan riwayat-riwayat munkar.
Bahkan adz-Dzahabi berkata, "Demi Allah, riwayat ini merupakan hadis-hadis maudhu' yang sangat besar dustanya. Dan semoga Allah mengutuk siapa saja yang tidak menyukai Ali."
"Satu hal yang perlu diperhatikan oleh para penuntut ilmu, kata al-Albani, jika telah mengetahui kelemahan dan kepalsuan hadis-hadis ini dan yang sebelumnya, tidak perlu bersusah payah menentukan hadis sahih yang baru saya sebutkan tadi bahwa al-Mahdi adalah anak keturunan Fatimah. Wallahu Waliyyut Taufiq," ujar al-Albani.
Baca juga: Kisah Penebar Hadis Palsu di Zaman Imam Ahmad bin Hanbal
"Wahai Abbas, sesungguhnya Allah telah membuka perkara ini dengan keberadaanku, kelak akan disudahi oleh seorang anak laki-laki dari keturunanmu, yang bakal menyebar keadilan sebagaimana tersebarnya kezaliman. Dialah yang akan menjadi imam kala sholat bersama Nabi Isa as"
Al-Albani mengatakan hadis ini maudhu' dan telah diriwayatkan oleh al-Khatib dalam kitab Tarikh Baghdad IV/177, dengan sanad dari Ahmad bin al-Hajaj bin Shalt, dari Said bin Sulaiman dari Khalaf bin Khalifah dari Mughirah dari Ibrahim dari al-Qamah dari Amar bin Yasir ra.
"Menurut saya, semua sanadnya masyhur dan tsiqah dari deretan perawi-perawi yang digunakan Imam Muslim, kecuali Ahmad bin al-Hajjaj. Ia telah tercela, seperti yang dinyatakan oleh adz-Dzahabi. Kemudian hadis tersebut telah dirangkum oleh Ibnul Jauzi dalam keterangan hadis-hadis maudhu'," katanya.
Menurut al-Albani, adapun bahwa Imam Mahdi sholat dan menjadi imam bagi Nabi Isa ketika turun kelak adalah benar adanya seperti yang tertera dalam banyak hadis sahih, dalam Kutubus Sunan.
Baca juga: 4 Hadis Palsu tentang Dunia Menurut Syaikh Al-Albani
Hadis maudhu lainnya berbunyi: "Maukah aku beri kabar gembira wahai Abul Fazl (al-Abbas)? Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah membuka bagiku perkara ini dan Ia akan mengakhirinya dari keturunanmu."
Ini hadis maudhu' dan telah diriwayatkan oleh Abu Naim dalam kitab al-Haliyyah I/35 dari sanad Lahij bin Ja'far at-Taimi, dari Abdul Azis bin Abdus Samad al-Ami, dari Ali bin Zaid bin Jad'an, dari Said bin Musayyab, dari Abu Hurairah r.a.
"Menurut saya, Lahij bin Ja'far tercela," ujar al-Albani.
Ibnu Adi berkata bahwa ia adalah perawi dari Baghdad yang majhul yang telah meriwayatkan dari perawi tsiqah (kuat; dapat dipercaya) dengan mencampur-aduk dengan riwayat-riwayat munkar.
Bahkan adz-Dzahabi berkata, "Demi Allah, riwayat ini merupakan hadis-hadis maudhu' yang sangat besar dustanya. Dan semoga Allah mengutuk siapa saja yang tidak menyukai Ali."
"Satu hal yang perlu diperhatikan oleh para penuntut ilmu, kata al-Albani, jika telah mengetahui kelemahan dan kepalsuan hadis-hadis ini dan yang sebelumnya, tidak perlu bersusah payah menentukan hadis sahih yang baru saya sebutkan tadi bahwa al-Mahdi adalah anak keturunan Fatimah. Wallahu Waliyyut Taufiq," ujar al-Albani.
Baca juga: Kisah Penebar Hadis Palsu di Zaman Imam Ahmad bin Hanbal
(mhy)
Lihat Juga :