Ibadah Haji, Quraish Shihab: Kumpulan Simbol-Simbol yang Sangat Indah

Selasa, 12 Juli 2022 - 18:51 WIB
Persamaan

Ibadah haji dikumandangkan Ibrahim as sekitar 3600 tahun lalu. Sesudah masa beliau, praktik-praktiknya sedikit atau banyak telah mengalami perubahan, namun kemudian diluruskan kembali oleh Muhammad SAW.

"Salah satu hal yang diluruskan itu, adalah praktik ritual yang bertentangan dengan penghayatan nilai universal kemanusiaan haji," kata Quraish Shihab.

Al-Qur'an Surah al-Baqarah 2 :199, menegur sekelompok manusia (yang dikenal dengan nama al-Hummas) yang merasa diri memiliki keistimewaan sehingga enggan bersatu dengan orang banyak dalam melakukan wuquf.

Mereka wukuf di Mudzdalifah sedang orang banyak di Arafah. Pemisahan diri yang dilatarbelakangi perasaan superioritas dicegah oleh Al-Qur'an dan turunlah ayat tersebut di atas.

"Bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak dan mohonlah ampun kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Tak jelas apakah praktik bergandengan tangan saat melaksanakan tawaf pada awal periode sejarah Islam, bersumber dari ajaran Ibrahim dalam rangka mempererat persaudaraan dan rasa persamaan. "Namun yang pasti Nabi SAW membatalkannya, bukan dengan tujuan membatalkan persaudaraan dan persamaan itu, tapi karena alasan-alasan praktis pelaksanaan tawaf," ujar Quraish Shihab.

Salah satu bukti yang jelas tentang keterkaitan ibadah haji dengan nilai-nilai kemanusiaan adalah isi khutbah Nabi SAW pada haji wada' (haji perpisahan) yang intinya menekankan:

Persamaan; keharusan memelihara jiwa, harta dan kehormatan orang lain; dan larangan melakukan penindasan atau pemerasan terhadap kaum lemah baik di bidang ekonomi maupun fisik.

Baca juga: Sudah Mabrurkah Haji Anda? Teliti Kembali Tawaf yang Telah Dilakukan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!