Minuman Surga Zanjabil Disebut dalam Surat Al-Ihsan Ayat 17, Jahe Produksi Indonesia?
Kamis, 04 Agustus 2022 - 17:05 WIB
Menurut al-Qurthubi, زَنْبَيْل dalam ayat ini merupakan tumbuhan jahe sebagai campuran arak bagi penghuni surga.
Sedangkan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid menafsirkannya dengan sesuatu yang menyerupai dengan jahe. Begitu pula dengan Az-Zuhaili dalam tafsirnya yang menafsirkan kata zanjabil dengan air yang menyerupai jahe dalam rasanya.
Selanjutnya, Az-Zuhaili menggambarkan bahwa zanjabil merupakan tumbuhan yang memiliki akar yang ditaruh sebagai campuran bumbu-bumbu.
Baca juga: Masya Allah, Inilah Makanan Pertama Penduduk Surga
Obat Tradisional
Jahe atau Zingiber officinale adalah tumbuhan yang rimpangnya sering digunakan sebagai rempah-rempah dan bahan baku pengobatan tradisional. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas yang dirasakan dari jahe disebabkan oleh senyawa keton bernama zingeron.
Dalam buku "Ginger The Genus Zingiber" karya PN Ravindran disebutkan jahe diperkirakan merupakan tumbuhan pribumi Asia Tenggara. Penyebarannya diperkirakan mengikuti migrasi yang dilakukan oleh Suku Bangsa Austronesia pada abad ke-4 SM menyeberangi Kepulauan Melayu dari China Tenggara sampai ke Taiwan.
"Jahe pun menjadi tumbuhan khas wilayah tersebut bersamaan dengan lengkuas, temu putih dan lempuyang," tutur Andrew Dalby dalam buku berjudul "Dangerous Tastes: The Story of Spices".
Jahe, menurut Ibnu Mandzur dalam Lisanul ‘Arab, adalah nama dari sebuah tumbuhan yang tumbuh di daerah datar, sejenis umbi-umbian (menyimpan cadangan makanan di akar), tidak berbentuk biji-bijian atau berkayu.
Dalam Shofwah At-Tafasir, Syekh Ali Ash-Shobuni menyebutkan bahwa orang-orang Arab menikmati minuman yang dicampur dengan jahe karena harum baunya.
Sedangkan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid menafsirkannya dengan sesuatu yang menyerupai dengan jahe. Begitu pula dengan Az-Zuhaili dalam tafsirnya yang menafsirkan kata zanjabil dengan air yang menyerupai jahe dalam rasanya.
Selanjutnya, Az-Zuhaili menggambarkan bahwa zanjabil merupakan tumbuhan yang memiliki akar yang ditaruh sebagai campuran bumbu-bumbu.
Baca juga: Masya Allah, Inilah Makanan Pertama Penduduk Surga
Obat Tradisional
Jahe atau Zingiber officinale adalah tumbuhan yang rimpangnya sering digunakan sebagai rempah-rempah dan bahan baku pengobatan tradisional. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas yang dirasakan dari jahe disebabkan oleh senyawa keton bernama zingeron.
Dalam buku "Ginger The Genus Zingiber" karya PN Ravindran disebutkan jahe diperkirakan merupakan tumbuhan pribumi Asia Tenggara. Penyebarannya diperkirakan mengikuti migrasi yang dilakukan oleh Suku Bangsa Austronesia pada abad ke-4 SM menyeberangi Kepulauan Melayu dari China Tenggara sampai ke Taiwan.
"Jahe pun menjadi tumbuhan khas wilayah tersebut bersamaan dengan lengkuas, temu putih dan lempuyang," tutur Andrew Dalby dalam buku berjudul "Dangerous Tastes: The Story of Spices".
Jahe, menurut Ibnu Mandzur dalam Lisanul ‘Arab, adalah nama dari sebuah tumbuhan yang tumbuh di daerah datar, sejenis umbi-umbian (menyimpan cadangan makanan di akar), tidak berbentuk biji-bijian atau berkayu.
Dalam Shofwah At-Tafasir, Syekh Ali Ash-Shobuni menyebutkan bahwa orang-orang Arab menikmati minuman yang dicampur dengan jahe karena harum baunya.
Lihat Juga :