Dendam Karbala: Nasib Tragis Umar bin Sa'ad

Selasa, 16 Agustus 2022 - 18:24 WIB
Baca juga: Begini Sikap Ahlussunnah tentang Tragedi Karbala dan Cinta Keluarga Rasulullah SAW

Hanya saja, dengan kekalahan yang diderita oleh masyarakat Kufah, Ibnu Sa'ad lari ke arah Basrah. Di sana ia diberikan perlindungan oleh Mush'ab bin Zubair.

Mukhtar mengutus Abu Qulush Syabami, salah seorang komandannya, untuk mengejar mereka. Ia berhasil menangkap Ibnu Sa'ad dan membawanya ke hadapan Mukhtar.

Di situlah Ibnu Sa'ad dan anaknya, Hafsh bin Umar bin Sa'ad dibunuh atas perintah Mukhtar.

Pada riwayat sejarah lain dituliskan bahwa pada awalnya, Mukhtar memberi ampunan kepada Umar bin Sa'ad melalui Abdullah bin Ja'dah bin Hubairah Mahzumi. Karena saudari Mukhtar atau menurut perkataan lain, putri Mukhtar adalah istri Umar bin Sa'ad.

Hanya saja, karena Muhammad bin Hanafiyah keberatan atas tindakan ini, menurut Ibnu Abdurabbih dalam 'Aqd al-Farid, maka ia memerintahkan kepada salah seorang komandannya untuk menangkap Umar bin Sa'ad di rumahnya dan memenggal kepalanya. Ketika kepala Ibnu Sa'ad dibawa kehadapan majelis Mukhtar, anaknya, Hafsh yang sedang berada di dekat Mukhtar juga dibunuh.

Pada mulanya ia dijanjikan untuk memperoleh jabatan gubernur Rei oleh Ibnu Ziyad asal melawan Husain. Nyatanya, menjelang ajalnya, Ibnu Sa'ad tidak memiliki apa-apa lagi, ia menggambarkan dirinya: "Tidak ada seorang pun yang kembali ke rumah dengan nasib buruk sepertiku karena aku mentaati penguasa yang zalim dan telah menginjak-injak keadilan dan memotong ikatan keluarga".

Baca juga: Kisah Bani Umayyah: Tragedi Karbala, Ketika Pembunuhan dan Pemerkosaan Nodai Madinah

https://kalam.sindonews.com/read/690537/786/kisah-bani-umayyah-tragedi-karbala-ketika-pembunuhan-dan-pemerkosaan-nodai-madinah-1645228924

Baca juga: Tragedi Karbala: Detik-Detik Syahidnya Sayyidina Husein bin Ali Cucu Rasulullah SAW
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!