Kesederhanaan dan Kedermawanan Abah Noer, Pendiri Ponpes Asshiddiqiyyah Jakarta
Rabu, 23 November 2022 - 10:04 WIB
Sedekah kepada Preman
Selain masyhur sebagai sosok ulama yang sederhana, Abah Neor juga terkenal dengan sifat kedermawanannya. Beliau sangat penyayang terhadap anak yatim dan gemar membantu orang-orang yang kurang mampu.
"Abah (Noer) itu sosok yang dermawan ke semua orang, tidak hanya ke orang baik saja, bahkan ke orang yang perilakunya kurang baik padanya. Beliau tidak pandang bulu," aku Iman Suhaimi.
Pernah sekali waktu saat berhenti di lampu merah, Abah Noer memberi uang kepada preman di pinggir jalan. Kemudian santri yang saat itu ikut beliau bertanya "Abah, Abah tidak takut kalau nanti uang yang Abah berikan kepada mereka, mereka gunakan untuk membeli minuman keras, narkoba dan sejenisnya?"
Abah Noer menjawab: "Kan niat saya sedekah, masalah mereka gunakan untuk apa, itu terserah mereka dan menjadi tanggung jawab mereka. Niat saya ya hanya ingin sedekah."
Cerita menarik lain ketika beliau berobat di rumah sakit langganannya, RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di tempat ini pula beliau mengembuskan nafas terakhirnya pada 2020 silam.
Sekali waktu ia datang ke rumah sakit ini dan saat itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Semua dokter dan perawat yang ada di rumah sakit itu dibelikan makanan oleh Abah. Para dokter yang ada di situ pun kagum dengan kedermawanannya.
"Seumur-umur baru kali ini ada pasien yang seperti ini," kata mereka.
Karena penyakit yang dideritanya, ia harus harus bolak-balik rumah sakit untuk cuci darah tiga kali dalam satu minggu. Setiap ke rumah sakit itu, ia selalu memberi uang kepada para satpam, tukang parkir dan tukang sapu yang ada di sana. Setiap orang yang ia temui, orang yang membantu membukakan kaca mobil, membantu mendorong kursi roda beliau, para perawat yang menjaga beliau, semuanya diberi uang oleh Abah Noer.
Dalam bahasa Jawa, Abah itu adalah orang yang nyah nyoh (tidak mikir-mikir) kalau memberi uang, ke siapapun baik dalam jumlah yang sedikit atau banyak sekalipun. Beberapa kali ia ditipu oleh orang-orang yang ingin meminjam uang, dan tahu kalau orang yang di hadapannya berniat menipu, tetap saja ia memberinya. Bahkan Abah Noer banyak memberangkatkan sahabat-sahabatnya untuk haji ke Baitullah.
Selain masyhur sebagai sosok ulama yang sederhana, Abah Neor juga terkenal dengan sifat kedermawanannya. Beliau sangat penyayang terhadap anak yatim dan gemar membantu orang-orang yang kurang mampu.
"Abah (Noer) itu sosok yang dermawan ke semua orang, tidak hanya ke orang baik saja, bahkan ke orang yang perilakunya kurang baik padanya. Beliau tidak pandang bulu," aku Iman Suhaimi.
Pernah sekali waktu saat berhenti di lampu merah, Abah Noer memberi uang kepada preman di pinggir jalan. Kemudian santri yang saat itu ikut beliau bertanya "Abah, Abah tidak takut kalau nanti uang yang Abah berikan kepada mereka, mereka gunakan untuk membeli minuman keras, narkoba dan sejenisnya?"
Abah Noer menjawab: "Kan niat saya sedekah, masalah mereka gunakan untuk apa, itu terserah mereka dan menjadi tanggung jawab mereka. Niat saya ya hanya ingin sedekah."
Cerita menarik lain ketika beliau berobat di rumah sakit langganannya, RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di tempat ini pula beliau mengembuskan nafas terakhirnya pada 2020 silam.
Sekali waktu ia datang ke rumah sakit ini dan saat itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Semua dokter dan perawat yang ada di rumah sakit itu dibelikan makanan oleh Abah. Para dokter yang ada di situ pun kagum dengan kedermawanannya.
"Seumur-umur baru kali ini ada pasien yang seperti ini," kata mereka.
Karena penyakit yang dideritanya, ia harus harus bolak-balik rumah sakit untuk cuci darah tiga kali dalam satu minggu. Setiap ke rumah sakit itu, ia selalu memberi uang kepada para satpam, tukang parkir dan tukang sapu yang ada di sana. Setiap orang yang ia temui, orang yang membantu membukakan kaca mobil, membantu mendorong kursi roda beliau, para perawat yang menjaga beliau, semuanya diberi uang oleh Abah Noer.
Dalam bahasa Jawa, Abah itu adalah orang yang nyah nyoh (tidak mikir-mikir) kalau memberi uang, ke siapapun baik dalam jumlah yang sedikit atau banyak sekalipun. Beberapa kali ia ditipu oleh orang-orang yang ingin meminjam uang, dan tahu kalau orang yang di hadapannya berniat menipu, tetap saja ia memberinya. Bahkan Abah Noer banyak memberangkatkan sahabat-sahabatnya untuk haji ke Baitullah.
Lihat Juga :