Terbanyak di Eropa, Begini Sejarah Masuknya Islam di Rusia
Jum'at, 02 Desember 2022 - 22:10 WIB
Awalnya orang-orang Rusia begitu membenci kaum Bulgarian terutama sang Pangeran Vladimir Sviatoslavich dari Kyiv yang tidak menyukai ajaran Islam terutama larangan minum minuman keras.
Meski begitu mereka akhirnya disatukan melalui politik dan perdagangan. Bahkan mereka sempat bersatu ketika melawan invasi Mongol pada abad ke 13. Meskipun harus kalah namun hal tersebut tidak merusak posisi Islam di Rusia. Pada akhirnya kekuasaan muslim harus hancur dan terpecah menjadi beberapa wilayah, yakni Kazan, Astrakhan, Siberia, Krimea, dan lainnya.
Untuk diketahui, mayoritas muslim di Rusia mengikuti ajaran Islam Sunni. Sebagian besar menganut Mazhab Hanafi. Namun ada beberapa wilayah seperti Chechnya menganut Mazhab Syafi'i. Selain Chechnya. Wilayah Dagestan merupakan satu dari 22 wilayah di Rusia berpenduduk mayoritas muslim (sekitar 90,6 persen).
Itulah sekelumit sejarah masuknya Islam di Rusia dan hingga saat ini berkembang menjadi agama terbesar kedua di Negeri Beruang Merah tersebut.
Baca Juga: Terbesar di Eropa, Ini 3 Ulama Berpengaruh di Rusia
Meski begitu mereka akhirnya disatukan melalui politik dan perdagangan. Bahkan mereka sempat bersatu ketika melawan invasi Mongol pada abad ke 13. Meskipun harus kalah namun hal tersebut tidak merusak posisi Islam di Rusia. Pada akhirnya kekuasaan muslim harus hancur dan terpecah menjadi beberapa wilayah, yakni Kazan, Astrakhan, Siberia, Krimea, dan lainnya.
Untuk diketahui, mayoritas muslim di Rusia mengikuti ajaran Islam Sunni. Sebagian besar menganut Mazhab Hanafi. Namun ada beberapa wilayah seperti Chechnya menganut Mazhab Syafi'i. Selain Chechnya. Wilayah Dagestan merupakan satu dari 22 wilayah di Rusia berpenduduk mayoritas muslim (sekitar 90,6 persen).
Itulah sekelumit sejarah masuknya Islam di Rusia dan hingga saat ini berkembang menjadi agama terbesar kedua di Negeri Beruang Merah tersebut.
Baca Juga: Terbesar di Eropa, Ini 3 Ulama Berpengaruh di Rusia
(rhs)
Lihat Juga :