Surat Adh-Dhuha : Bukti Kecintaan Allah SWT pada Perjuangan Dakwah Rasulullah

Rabu, 28 Desember 2022 - 11:25 WIB
Dalam 'Tafsir Muyassar' karya Syaikh 'Aidh al-Qorni bahwa surat pertama, menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala bersumpah dalam waktu matahari mulai naik, suasana cerah. Sinar matahari yang mulai terang menyinari dunia. Kemunculannya di alam semesta membawa keindahan yang menenteramkan. Semua adalah bukti keindahan dan kemegahan matahari ciptaan-Nya.

Surat kedua, menerangkan bahwa Allah Ta'ala bersumpah di malam hari ketika manusia tenang dengan kesunyiannya. Kegelapannya menyelimuti alam semesta dengan pakaian hitamnya, dan menutupi dunia dengan serba hitamnya. Hingga segala sesuatu tersembunyi di dalam kegelapannya.

Surat ketiga dan keempat, Allah Ta'ala tidak marah, tidak benci, dan tidak menjauh dari Rasulullah bahkan Allah mencintainya. Sesungguhnya Allah telah memilih Muhammad sebagai manusia pilihan dan Allah akan selalu melindungi beliau.

Allah Subahanahu wa Ta'ala juga menegaskan bahwa rumah di akhirat lebih indah, lebih tinggi, dan lebih baik dari rumah di dunia. Rumah itu adalah Surga Firdaus bersifat kekal dan penuh kebahagiaan dan kenikmatan dibanding dunia yang penuh kesedihan, kesusahan, dan kepayahan.

Surat kelima, keenam, dan ketujuh, mengabarkan bahwa Allah Ta'ala memberikan kenikmatan dan penghormatan kepada Rasulullah. Dan akan memberikan kebahagiaan serta kedamaian yang tak terkira.

Allah juga mengingatkan bahwa Rasulullah adalah seorang yatim yang telah diangkat menjadi nabi, dijaga, dilindungi, dididik, diurus, dan Allah telah memberi berbagai kenikmatan. Yakni, beliau yang dulunya tidak tahu apa-apa kemudian diajari dan menunjukkan semua amal kebaikan dan mengangkat beliau menjadi nabi.

Ayat kedelapan sampai kesebelas, Allah menjelaskan bahwa Allah mendapati beliau dalam keadaan fakir lalu Allah memberikan banyak rezeki. Diberi kenikmatan material dan spiritual yang berkah dan diridhoi-Nya. Dan menjari dengan berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu ketuhanan.

Maka dari itu, Allah mengingatkan kepada Nabi Muhammad agar tidak memperlakukan anak yatim dengan buruk. Akan tetapi berilah kasih sayang, hiburlah hatinya, dan usap air mata anak yatim. Lalu kepada orang yang meminta-minta, janganlah menghardiknya. Akan tetapi berilah ia makan, bantulah kesulitannya, dan jangan disakiti perasaanya.

Kemudian di ayat pamungkas, Allah memerintahkan mendakwahkan dan mengabarkan kepada masyarakat bahwa nikmat dari Allah itu luas. Allah memerintahkan Rasulullah untuk menampakkan nikmat itu dengan selalu bersyukur dan mengingat-Nya. Dan dilarang menyembunyikan serta mengingkari nikmat-nikmat dari Allah itu.

Begitulah Allah menurunkan Adh Dhuha untuk membahagiakan hati Rasulullah. Karena itulah surat bisa dibaca untuk kelapangan hati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!