Penyebab Indonesia Mayoritas Bermazhab Syafi'i, Ini Alasannya

Minggu, 01 Januari 2023 - 16:24 WIB
Sekilas Mazhab Syafi'i



Untuk diketahui, Mazhab bermakna sebagai jalan untuk memahami kitab Allah (Al-Qur'an) dan Sunnah Rasulullah. Untuk belajar ilmu fiqih dan syariat, seorang muslim harus merujuk kepada empat Imam Mazhab dalam Ahlus Sunnah waljamaah. Yaitu, Imam Abu Hanifah (Mazhab Hanafi); Imam Malik (Mazhab Maliki); Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i (Mazhab Syafi'i); dan Imam Ahmad bin Hanbal (Mazhab Hambali).

Pengasuh Rumah Fiqih Ustaz Ahmad Sarwat Lc dalam satu kajiannya menerangkan, para Imam Mazhab merupakan ulama-ulama yang paling alim dan mengerti ilmu fiqih. Ilmu fiqih artinya pengetahuan tentang hukum-hukum syar'i (syariat Islam).

Ustaz Sarwat menceritakan, sepeninggal Imam Malik, Mekkah dan Madinah pernah didominasi oleh Mazhab Imam Syafi'i yang sebenarnya juga merupakan murid yang dikader Imam Malik. Namun Imam Asy-Syafi'i mendirikan mazhab sendiri yang berbeda. Murid-murid Imam Malik yang lain ada yang masih meneruskan tradisi Mazhab Maliki yang tersebar di daerah Maghribi seperti Tunis, Al-Jazair, Maroko, Spanyol dan sekitarnya.

Imam Asy-Syafi'i sendiri berdarah biru Quraisy dan nasabnya bertemu dengan nasab Nabi Muhammad SAW pada kakek mereka berdua, Qusyai bin Kilab. Namun di masa jayanya, Imam Syafi'i tidak tinggal di Mekkah, beliau mendirikan mazhabnya di Baghdad Irak yang waktu itu jadi ibu kota peradaban Islam.

Murid-murid beliau banyak mengajarkan mazhabnya di Mekkah dan Madinah. Bahkan banyak yang menjadi imam di kedua masjid suci umat Islam. Misalnya Al-Juwaini yang digelari Imamul Haramain, imam dari dua negeri haram Mekkah dan Madinah. Sehingga sepanjang masa Mekkah dikenal sebagai negeri yang ramah kepada semua mazhab.

Meski Mazhab Syafi'i mendominasi, namun tiga mazhab lainnya tetap eksis dan diberi ruang, baik Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hambali.

"Coba perhatikan, dulu KH Hasyim Asyari pendiri NU itu belajar fiqih Mazhab Syafi'i di Mekkah, termasuk juga Syaikh Yasin Al-Fadani, dan banyak ulama nusantara yang merupakan lulusan madrasah di Masjid Al-Haram. Semua mazhab hidup rukun damai dan saling bantu," kata Ustaz Ahmad Sarwat.

Contoh lain, sosok ulama besar Mekkah Syaikh Alawi Al-Miliki, sesuai namanya beliau bermazhab Maliki. Namun ternyata beliau juga mengajar fiqih kepada warga Indonesia yang bermazhab Syafi'i. Beliau justru mengajar fiqih Mazhab Syafi'i karena menguasai ilmu perbandingan mazhab. Mau belajar fiqih mazhab yang mana saja, beliau punya ilmunya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!