Adab Makan yang Diajarkan Rasulullah SAW dan Dalil Hadisnya

Minggu, 08 Januari 2023 - 13:43 WIB
7. Mengakhiri makan dengan pujian kepada Allah

Mengakhiri makan dengan berdoa. Doa selesai makan dapat kita jumpai dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنَ أَكَلَ طَعَاماً وَقَالَ: اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ، غُفِرَ لَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


“Barang siapa sesudah selesai makan berdo’a:

‘Alhamdulillaahilladzi ath‘amani hadza wa razaqqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwatin (Segala puji bagi Allah yang telah memberi makanan ini kepadaku dan yang telah memberi rizki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku),’ niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR Abu Dawud)

8. Jika makanan telah dihidangkan, dahulukan makan daripada sholat.

Hal ini termasuk dalam dab makan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baginda Nabi SAW selalu mendahulukan makan dari pada shalat, jika makan telah dihidangkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila makan malam telah dihidangkan dan shalat telah ditegakkan, maka mulailah dengan makan malam dan janganlah tergesa-gesa (pergi shalat) sampai makanmu selesai.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Mengapa Rasulullah menganjurkan demikian? Salah satu maksud syariatnya adalah agar supaya hati terasa tenang, khusyuk, dan tidak memikirkan makanan saat menegakkan shalat. Sedangkan pertimbangannya adalah tingkat rasa lapar yang dirasakan. Jika rasa lapar sangat terasa dan makanan telah dihidangkan hendaknya mendahulukan makan.

Akan tetapi, jika lapar tidak begitu terasa, maka lebih utama untuk sholat, lalu setelah itu menyantap makanan yang telah dihidangkan.

Baca juga: Adab Makan yang Jarang Diperhatikan

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!