Kisah Orang-Orang Menyatakan Diri Murtad setelah Rasulullah SAW Mengaku Isra Mikraj
Kamis, 26 Januari 2023 - 10:59 WIB
loading...
Tatkala Nabi SAW menceriakan tentang isra mikraj, orang-orang yang tadinya muslim murtad karena tidak percaya. Foto/Ilustrasi: suara muhammadiyah
A
A
A
Tak sedikit orang-orang yang tadinya beriman menyatakan diri keluar dari Islam setelah Rasulullah SAW mengaku di-isra-kan. Abu Jahal benar-benar memanfaatkan momentum tersebut untuk mengolok-olok Nabi dan mengajak orang-orang murtad .
Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya yang diterjemahkan Mahyuddin Syaf berjudul"Mengenal Pola Kepemimpinan Umat dari Karakteristik Perihidup Khalifah Rasulullah" (CV Diponegoro: Bandung, 1984) berkisah, sehari setelah peristiwa Isra dan Mikraj , Rasulullah SAW duduk sendirian di Masjidil Haram , merenungkan apa yang telah dialaminya.
Abu Jahal yang sedang melintas, melihat Rasulullah dan dia mendekatinya dengan maksud untuk mengolok-oloknya. “Tak adakah lagi hal (wahyu) yang datang kepadamu tadi malam?”
Rasulullah mengangkat wajahnya, melihat Abu Jahal, dan berkata, “Memang, aku telah di-isra-kan ke Baitul Maqdis di Syam (Suriah) tadi malam.”
“Dan sekarang engkau telah berada lagi di antara kita?” ujar Abu Jahal.
“Benar,” kata Rasulullah.
Baca juga: Kisah Abu Jahal Mengklaim Mengetahui Pohon Zaqqum
Abu Jahal sudah tidak dapat menahan lagi dirinya untuk mempermalukan Rasulullah, dia berteriak kepada orang-orang di sana, “Hai, Bani Kaab bin Luai! Kemarilah kalian.”
Orang-orang pun berkerumun di sana. Dengan bersemangat Abu Jahal lalu menceritakan kepada mereka apa yang telah didengarnya. Tujuannya untuk mengolok-olok Rasulullah SAW. Abu Jahal mengira saat itulah kesempatan yang baik untuk membuat orang-orang yang telah beriman meninggalkan Muhammad SAW.
Salah seorang Muslim kemudian bertanya, “Benarkah engkau di-isra-kan tadi malam, wahai Rasulullah?”
“Benar, dan di sana aku melaksanakan sholat bersama para Anbiya,” jawab Rasulullah.
Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya yang diterjemahkan Mahyuddin Syaf berjudul"Mengenal Pola Kepemimpinan Umat dari Karakteristik Perihidup Khalifah Rasulullah" (CV Diponegoro: Bandung, 1984) berkisah, sehari setelah peristiwa Isra dan Mikraj , Rasulullah SAW duduk sendirian di Masjidil Haram , merenungkan apa yang telah dialaminya.
Abu Jahal yang sedang melintas, melihat Rasulullah dan dia mendekatinya dengan maksud untuk mengolok-oloknya. “Tak adakah lagi hal (wahyu) yang datang kepadamu tadi malam?”
Rasulullah mengangkat wajahnya, melihat Abu Jahal, dan berkata, “Memang, aku telah di-isra-kan ke Baitul Maqdis di Syam (Suriah) tadi malam.”
“Dan sekarang engkau telah berada lagi di antara kita?” ujar Abu Jahal.
“Benar,” kata Rasulullah.
Baca juga: Kisah Abu Jahal Mengklaim Mengetahui Pohon Zaqqum
Abu Jahal sudah tidak dapat menahan lagi dirinya untuk mempermalukan Rasulullah, dia berteriak kepada orang-orang di sana, “Hai, Bani Kaab bin Luai! Kemarilah kalian.”
Orang-orang pun berkerumun di sana. Dengan bersemangat Abu Jahal lalu menceritakan kepada mereka apa yang telah didengarnya. Tujuannya untuk mengolok-olok Rasulullah SAW. Abu Jahal mengira saat itulah kesempatan yang baik untuk membuat orang-orang yang telah beriman meninggalkan Muhammad SAW.
Salah seorang Muslim kemudian bertanya, “Benarkah engkau di-isra-kan tadi malam, wahai Rasulullah?”
“Benar, dan di sana aku melaksanakan sholat bersama para Anbiya,” jawab Rasulullah.
Lihat Juga :