Turki Utsmani Bebaskan Tunisia dari Cengkraman Spanyol, 238 Kapal Dikerahkan
Kamis, 02 Februari 2023 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Qalj Ali mempersiapkan persenjataan pasukan laut dan melatih mereka menggunakan senjata api modern. Aktivitas persenjataan modern ini telah membuat pandangan orang-orang asing tertarik dan membuat posisi Qalj Ali semakin mantap. Sampai-sampai Paus memerintahkan Phillip II untuk melakukan tipu muslihatnya dengan menawarkan gaji yang banyak, tanah dari Kerajaan Nables dan mendapat gelar sebagai pangeran.
Penawaran itu juga diberikan kepada dua orang yang membantu Qalj Ali, tetapi upaya ini gagal, dan membuat Qalj Ali sangat marah. Sultan Salim II mengeluarkan perintah kepada perdana menterinya, Sinan Pasha dan panglima Angkatan Lautnya, Qalj Ali, untuk bersiap-siap menuju Tunisia demi mengembalikan wibawa pemerintahan Turki Utsmani di sana.
Sultan Salim II juga mengeluarkan maklumat pada beberapa wilayah untuk mendatangkan pasukan dan bahan logistik yang akan berangkat bersama 238 kapal dalam ukuran beragam. Sebagaimana dia memerintahkan kepada pejabat yang bekerja di Anatolia dan Roma untuk ikut dalam perjalanan laut tersebut, dia juga memastikan orang-orang untuk ikut mendayung kapal.
Armada Turki Utsmani berlayar pada 14 Mei 1574 M dipimpin Sinan Pasha dan Qalj Ali. Pasukan ini bertolak dari selat-selat dan menyebarkan panji-panjinya di Laut Putih. Mereka segera menyerang pesisir Kalabaria dan Masina. Pasukan Turki Utsmani juga berhasil menguasai satu kapal Kristen dan dari sana mereka memotong jalan laut dalam jangka waktu hanya lima hari.
Pada saat itu, Haidar Pasha penguasa Turki Utsmani di Tunisia tiba. Pada saat yang sama kekuatan dari Aljazair datang dipimpin oleh Ramadhan Pasha. Bantuan dari Tripoli juga tiba di bawah pimpinan Mustafa Pasha. Pada saat yang sama datang pasukan sukarelawan dari Mesir.
Pasukan Turki Utsmani berhasil menguasai Halq al-Wadi setelah melalui pengepungan yang sangat rapi. Pada saat yang bersamaan, kekuatan yang lain juga melakukan pengepungan di Kota Tunisia. Akibatnya, pasukan Spanyol yang berada di Tunisia melarikan diri ke Al-Bustiyun bersama dengan Raja Hafashi Muhammad ibn al-Hasan.
Setelah semua pasukannya berkumpul, pasukan Turki Utsmani melanjutkan misisnya untuk mengepung Al-Bustiyun. Pasukan Turki Utsmani mengepung penduduk setempat dengan pengepungan yang sangat ketat dari semua arah. Sinan Pasha terjun langsung ke medan perang dan dia memerintahkan membentuk barikade untuk melihat siapa yang akan dia perangi dari orang-orang Al-Bustiyun dan mengepungnya.
Orang-orang Hafashi meminta perlindungan di Sisilia di mana mereka masih saja melakukan kejahatan dan konspirasi untuk raja-raja Spanyol dengan harapan bisa kembali bertahta di negerinya. Sikap ini dijadikan senjata oleh Spanyol yang bisa dia mainkan kapan saja, tatkala kondisinya sangat memungkinkan.
Turki Utsmani perlahan menduduki wilayah Tunisia hingga akhirnya mereka mampu menguasai beberapa pelabuhan seperti Malihah, Wahran, dan Mursi besar. Hal ini pun mengubur semua cita-cita Spanyol di Afrika Utara. Dinasti Turki Utsmani berhasil menaklukkan Tunisia.
Wafatnya Sultan Salim II
Sejarawan muslim menyebutkan bahwa Sultan Salim II meninggal dunia karena kakinya terpeleset di kamar mandi. Beliau pun jatuh sakit. Beberapa hari kemudian Sultan Salim II wafat. Beliau meninggal dunia pada 13 Desember 1574 M di Istanbul Turki. Sultan Salim II merupakan sultan pertama yang wafat di Istanbul. Beliau wafat pada usia 50 tahun.
Baca Juga: 5 Sultan Turki Utsmani Paling Populer, Nomor 2 Sebaik-baik Pemimpin
Wallahu A'lam
Penawaran itu juga diberikan kepada dua orang yang membantu Qalj Ali, tetapi upaya ini gagal, dan membuat Qalj Ali sangat marah. Sultan Salim II mengeluarkan perintah kepada perdana menterinya, Sinan Pasha dan panglima Angkatan Lautnya, Qalj Ali, untuk bersiap-siap menuju Tunisia demi mengembalikan wibawa pemerintahan Turki Utsmani di sana.
Sultan Salim II juga mengeluarkan maklumat pada beberapa wilayah untuk mendatangkan pasukan dan bahan logistik yang akan berangkat bersama 238 kapal dalam ukuran beragam. Sebagaimana dia memerintahkan kepada pejabat yang bekerja di Anatolia dan Roma untuk ikut dalam perjalanan laut tersebut, dia juga memastikan orang-orang untuk ikut mendayung kapal.
Armada Turki Utsmani berlayar pada 14 Mei 1574 M dipimpin Sinan Pasha dan Qalj Ali. Pasukan ini bertolak dari selat-selat dan menyebarkan panji-panjinya di Laut Putih. Mereka segera menyerang pesisir Kalabaria dan Masina. Pasukan Turki Utsmani juga berhasil menguasai satu kapal Kristen dan dari sana mereka memotong jalan laut dalam jangka waktu hanya lima hari.
Pada saat itu, Haidar Pasha penguasa Turki Utsmani di Tunisia tiba. Pada saat yang sama kekuatan dari Aljazair datang dipimpin oleh Ramadhan Pasha. Bantuan dari Tripoli juga tiba di bawah pimpinan Mustafa Pasha. Pada saat yang sama datang pasukan sukarelawan dari Mesir.
Pasukan Turki Utsmani berhasil menguasai Halq al-Wadi setelah melalui pengepungan yang sangat rapi. Pada saat yang bersamaan, kekuatan yang lain juga melakukan pengepungan di Kota Tunisia. Akibatnya, pasukan Spanyol yang berada di Tunisia melarikan diri ke Al-Bustiyun bersama dengan Raja Hafashi Muhammad ibn al-Hasan.
Setelah semua pasukannya berkumpul, pasukan Turki Utsmani melanjutkan misisnya untuk mengepung Al-Bustiyun. Pasukan Turki Utsmani mengepung penduduk setempat dengan pengepungan yang sangat ketat dari semua arah. Sinan Pasha terjun langsung ke medan perang dan dia memerintahkan membentuk barikade untuk melihat siapa yang akan dia perangi dari orang-orang Al-Bustiyun dan mengepungnya.
Orang-orang Hafashi meminta perlindungan di Sisilia di mana mereka masih saja melakukan kejahatan dan konspirasi untuk raja-raja Spanyol dengan harapan bisa kembali bertahta di negerinya. Sikap ini dijadikan senjata oleh Spanyol yang bisa dia mainkan kapan saja, tatkala kondisinya sangat memungkinkan.
Turki Utsmani perlahan menduduki wilayah Tunisia hingga akhirnya mereka mampu menguasai beberapa pelabuhan seperti Malihah, Wahran, dan Mursi besar. Hal ini pun mengubur semua cita-cita Spanyol di Afrika Utara. Dinasti Turki Utsmani berhasil menaklukkan Tunisia.
Wafatnya Sultan Salim II
Sejarawan muslim menyebutkan bahwa Sultan Salim II meninggal dunia karena kakinya terpeleset di kamar mandi. Beliau pun jatuh sakit. Beberapa hari kemudian Sultan Salim II wafat. Beliau meninggal dunia pada 13 Desember 1574 M di Istanbul Turki. Sultan Salim II merupakan sultan pertama yang wafat di Istanbul. Beliau wafat pada usia 50 tahun.
Baca Juga: 5 Sultan Turki Utsmani Paling Populer, Nomor 2 Sebaik-baik Pemimpin
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :