Kisah Sultan Osman Ghazi, Pendiri Dinasti Turki Utsmani
Sabtu, 04 Februari 2023 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Perluasan Wilayah
Pada Tahun 1302, Osman I berhasil memenangkan peperangan melawan Bizantium di dekat Nicea dan mendesak pertahanan lawannya tersebut. Khawatir dengan pengaruh dari Osman yang semakin besar, Kekaisaran Bizantium mulai meninggalkan pusat pemerintahannya yang berada di Anatolia.
Kendati demikian, Kekaisaran Bizantium tetap menahan wilayah kekuasaanya atas Utsmaniyah. Akan tetapi upayanya tidak berjalan berhasil. Terlepas dari perlawanan Bizantium, Osman dan pasukan militernya tetap memperluas wilayah kekuasaannya yang terbagi menjadi dua arah yakni aliran Sungai Sakarya, dan barat daya menuju Laut Marmara.
Pada perluasan wilayah Kesultanan Utsmaniyah dapat diselesaikan pada 1308, dan dilanjutkan dengan penaklukan Efesos, di dekat Laut Aegea.
Wafat
![Kisah Sultan Osman Ghazi, Pendiri Dinasti Turki Utsmani]()
Menjelang akhir pemerintahannya, Kesultanan Utsmaniyah terus berupaya menaklukkan Kota Bursa. Perang Osman terakhir adalah menduduki Bursa. Meskipun tidak secara langsung terjun ke medan laga, keberhasilan Osman menduduki Bursa membuktikan betapa pentingnya kedudukan kota itu sebagai pijakan untuk melawan Romawi Timur di Konstantinopel.
Bursa kemudian dijadikan ibu kota pada masa kekuasaan putra dan penerus Osman, Orhan. Ketika berhasil menduduki Bursa, Osman jatuh sakit. Pada Tahun 1323, pihak kesultanan mengumumkan Osman I meninggal dunia. Hal ini bertepatan dengan usainya pertempuran di Bursa Orhan dengan memperoleh kemenangan.
Tempat pemakaman terakhir dari Osman berada di Kota Bursa setelah sebelumnya pernah dimakamkan di kampung halamannya di Sogut. Setelah wafatnya Osman Gazi, Kesultanan Utsmaniyah semakin eksis dan disegani dunia.
Seiring waktu, Dinasti Turki Utsmani menjadi imperium besar yang paling lama berkuasa yaitu enam abad lebih (Tahun 1281-1924 M). Kesultanan Utsmaniyah mengalami keruntuhan pada Tahun 1924.
Baca Juga: Mengenal Ertugrul, Sosok Ayah dari Pendiri Dinasti Turki Utsmani
Pada Tahun 1302, Osman I berhasil memenangkan peperangan melawan Bizantium di dekat Nicea dan mendesak pertahanan lawannya tersebut. Khawatir dengan pengaruh dari Osman yang semakin besar, Kekaisaran Bizantium mulai meninggalkan pusat pemerintahannya yang berada di Anatolia.
Kendati demikian, Kekaisaran Bizantium tetap menahan wilayah kekuasaanya atas Utsmaniyah. Akan tetapi upayanya tidak berjalan berhasil. Terlepas dari perlawanan Bizantium, Osman dan pasukan militernya tetap memperluas wilayah kekuasaannya yang terbagi menjadi dua arah yakni aliran Sungai Sakarya, dan barat daya menuju Laut Marmara.
Pada perluasan wilayah Kesultanan Utsmaniyah dapat diselesaikan pada 1308, dan dilanjutkan dengan penaklukan Efesos, di dekat Laut Aegea.
Wafat

Menjelang akhir pemerintahannya, Kesultanan Utsmaniyah terus berupaya menaklukkan Kota Bursa. Perang Osman terakhir adalah menduduki Bursa. Meskipun tidak secara langsung terjun ke medan laga, keberhasilan Osman menduduki Bursa membuktikan betapa pentingnya kedudukan kota itu sebagai pijakan untuk melawan Romawi Timur di Konstantinopel.
Bursa kemudian dijadikan ibu kota pada masa kekuasaan putra dan penerus Osman, Orhan. Ketika berhasil menduduki Bursa, Osman jatuh sakit. Pada Tahun 1323, pihak kesultanan mengumumkan Osman I meninggal dunia. Hal ini bertepatan dengan usainya pertempuran di Bursa Orhan dengan memperoleh kemenangan.
Tempat pemakaman terakhir dari Osman berada di Kota Bursa setelah sebelumnya pernah dimakamkan di kampung halamannya di Sogut. Setelah wafatnya Osman Gazi, Kesultanan Utsmaniyah semakin eksis dan disegani dunia.
Seiring waktu, Dinasti Turki Utsmani menjadi imperium besar yang paling lama berkuasa yaitu enam abad lebih (Tahun 1281-1924 M). Kesultanan Utsmaniyah mengalami keruntuhan pada Tahun 1924.
Baca Juga: Mengenal Ertugrul, Sosok Ayah dari Pendiri Dinasti Turki Utsmani
(rhs)
Lihat Juga :