3 Pintu Lemari di Hari Kebangkitan, Pintu Kedua Gelap Pekat
Kamis, 09 Februari 2023 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Al-Ghazali, semua wali paham bahwa mereka datang ke dunia ini untuk menyelenggarakan suatu lalu-lintas rohaniah.
Menurutnya, perolehan ataupun kerugian yang menjadi akibatnya adalah surga atau neraka. Oleh karena itu, mereka selalu menatap dengan pandangan waspada kepada badan mereka yang berkhianat, bisa menyebabkan mereka menderita kerugian besar.
Oleh karena itu, hanya orang-orang bijaksana sajalah yang setelah sholat subuhnya menghabiskan satu jam penuh untuk mengadakan perhitungan rohaniah dan berkata kepada jiwanya:
"Wahai jiwaku, engkau hanya mempunyai satu hidup. Tidak satu pun saat yang telah lewat bisa dikembalikan, karena dalam perbendaharaan Allah jumlah nafas bagianmu sudah tertentu dan tidak bisa ditambah. Ketika kehidupan telah berakhir, tidak ada lagi lalu-lintas rohaniah yang mungkin kau peroleh. Karena itu, apa yang bisa kau kerjakan, kerjakanlah sekarang. Perlakuan hari ini sedemikian rupa seakan-akan hidupmu telah kau habiskan sama sekali dan bahwa hari ini adalah hari tambahan yang dianugerahkan kepadamu oleh rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Kekeliruan apa lagi yang lebih besar daripada menyia-nyiakannya?"
Baca juga: Watak Tak Berdosa dari Musik dan Tarian Menurut Imam Ghazali
Para wali telah berkata, "Sekalipun, misalnya, Allah akan mengampuni anda yang menyia-nyiakan kehidupan, anda tidak akan bisa mencapai tingkatan orang-orang saleh dan mesti akan menyesali kerugian anda. Oleh karena itu, awasilah dengan ketat lidah anda, mata anda dan segenap anggota tubuh anda, karena masing-masing daripadanya mungkin menjadi pintu gerbang menuju neraka.
Ucapkanlah pada badan anda, 'Jika engkau memberontak, sesungguhnya aku akan menghukummu' karena meskipun badan itu keras kepala, ia mampu menerima perintah dan bisa dijinakkan dengan keprihatinan."
Itulah tujuan pemeriksaan diri, dan Nabi SAW telah berkata, "Kebahagiaan itu bagi orang yang sekarang mengerjakan amal-amal yang akan memberikan keuntungan baginya setelah mati."
Baca juga: 7 Ujian Tanda-Tanda Kecintaan kepada Allah Menurut Imam Ghazali
Menurutnya, perolehan ataupun kerugian yang menjadi akibatnya adalah surga atau neraka. Oleh karena itu, mereka selalu menatap dengan pandangan waspada kepada badan mereka yang berkhianat, bisa menyebabkan mereka menderita kerugian besar.
Oleh karena itu, hanya orang-orang bijaksana sajalah yang setelah sholat subuhnya menghabiskan satu jam penuh untuk mengadakan perhitungan rohaniah dan berkata kepada jiwanya:
"Wahai jiwaku, engkau hanya mempunyai satu hidup. Tidak satu pun saat yang telah lewat bisa dikembalikan, karena dalam perbendaharaan Allah jumlah nafas bagianmu sudah tertentu dan tidak bisa ditambah. Ketika kehidupan telah berakhir, tidak ada lagi lalu-lintas rohaniah yang mungkin kau peroleh. Karena itu, apa yang bisa kau kerjakan, kerjakanlah sekarang. Perlakuan hari ini sedemikian rupa seakan-akan hidupmu telah kau habiskan sama sekali dan bahwa hari ini adalah hari tambahan yang dianugerahkan kepadamu oleh rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Kekeliruan apa lagi yang lebih besar daripada menyia-nyiakannya?"
Baca juga: Watak Tak Berdosa dari Musik dan Tarian Menurut Imam Ghazali
Para wali telah berkata, "Sekalipun, misalnya, Allah akan mengampuni anda yang menyia-nyiakan kehidupan, anda tidak akan bisa mencapai tingkatan orang-orang saleh dan mesti akan menyesali kerugian anda. Oleh karena itu, awasilah dengan ketat lidah anda, mata anda dan segenap anggota tubuh anda, karena masing-masing daripadanya mungkin menjadi pintu gerbang menuju neraka.
Ucapkanlah pada badan anda, 'Jika engkau memberontak, sesungguhnya aku akan menghukummu' karena meskipun badan itu keras kepala, ia mampu menerima perintah dan bisa dijinakkan dengan keprihatinan."
Itulah tujuan pemeriksaan diri, dan Nabi SAW telah berkata, "Kebahagiaan itu bagi orang yang sekarang mengerjakan amal-amal yang akan memberikan keuntungan baginya setelah mati."
Baca juga: 7 Ujian Tanda-Tanda Kecintaan kepada Allah Menurut Imam Ghazali
(mhy)
Lihat Juga :