3 Macam Sabar dalam Islam, Nomor 2 Tingkatannya Lebih Tinggi
Kamis, 16 Februari 2023 - 19:57 WIB
loading...
A
A
A
Sabar dalam mentaati Allah dan menjauhi maksiat tingkatannya lebih tinggi dari sabar ketika menghadapi musibah. Berkata Imam Al-Qurthubi rahimahullah:
والصبر على طاعة الله عز وجل وعن محارم الله تعالى أفضل من الصبر على المصائب
Artinya: "Sabar dalam ketaatan kepada Allah 'Azza wa Jalla dan sabar menahan diri dari yang diharamkan oleh Allah adalah lebih utama dari sabar dalam menghadapi musibah." [Hidayah ila Bulugh an-Nihayah (1/881)]
Hal ini karena sabar dalam musibah sifatnya harus diterima. Seseorang yang sedang menghadapinya tidak punya pilihan kecuali harus bersabar. Jika ia mau bersabar maka akan diberikan pahala, jika tidak sabar ia tidak memperoleh apa-apa bahkan bisa jatuh ke dalam dosa.
Sedangkan sabar dalam taat dan menjauhi maksiat sifatnya pilihan, terkhusus jika itu dalam rupa ibadah sunnah. Seseorang bisa memilih bersabar melawan kantuk dan dinginnya malam untuk shalat malam, atau ia meninggalkannya.
3. Sabar Menerima Musibah
Sabar dalam musibah hukumnya wajib. Ia tidak mengeluh dan tidak marah kepada takdir dan ketentuan Allah. Adapun tangisan, rasa sedih dan rasa sakit di dalam hati bukanlah ukuran seseorang sabar atau tidak sabar.
Seseorang yang menangis dan sedih ketika tertimpa musibah masih termasuk bersabar jika hatinya tetap ridha kepada keputusan Allah dan berserah diri kepadaNya. Adapun dalil bersabar dalam musibah yaitu:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah ayat 155)
Baca Juga: Keutamaan Bersabar Saat Menghadapi Musibah
والصبر على طاعة الله عز وجل وعن محارم الله تعالى أفضل من الصبر على المصائب
Artinya: "Sabar dalam ketaatan kepada Allah 'Azza wa Jalla dan sabar menahan diri dari yang diharamkan oleh Allah adalah lebih utama dari sabar dalam menghadapi musibah." [Hidayah ila Bulugh an-Nihayah (1/881)]
Hal ini karena sabar dalam musibah sifatnya harus diterima. Seseorang yang sedang menghadapinya tidak punya pilihan kecuali harus bersabar. Jika ia mau bersabar maka akan diberikan pahala, jika tidak sabar ia tidak memperoleh apa-apa bahkan bisa jatuh ke dalam dosa.
Sedangkan sabar dalam taat dan menjauhi maksiat sifatnya pilihan, terkhusus jika itu dalam rupa ibadah sunnah. Seseorang bisa memilih bersabar melawan kantuk dan dinginnya malam untuk shalat malam, atau ia meninggalkannya.
3. Sabar Menerima Musibah
Sabar dalam musibah hukumnya wajib. Ia tidak mengeluh dan tidak marah kepada takdir dan ketentuan Allah. Adapun tangisan, rasa sedih dan rasa sakit di dalam hati bukanlah ukuran seseorang sabar atau tidak sabar.
Seseorang yang menangis dan sedih ketika tertimpa musibah masih termasuk bersabar jika hatinya tetap ridha kepada keputusan Allah dan berserah diri kepadaNya. Adapun dalil bersabar dalam musibah yaitu:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah ayat 155)
Baca Juga: Keutamaan Bersabar Saat Menghadapi Musibah
(rhs)
Lihat Juga :