Rajab Ternyata Bulan Kurban Bagi Masyarakat Jahiliyah
Sabtu, 18 Februari 2023 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Nabi SAW ditanya tentang Athirah, beliau menjawab,
الْعَتِيرَةُ حَقٌّ ( حسنه الألباني في صحيح الجامع، رقم 4122)
“Al-atirah itu benar.” Dinyatakan hasan oleh Albani di Shahih Al-Jami’, (4122).
Juga hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Dawud, (2788) Tirmizi, (1518) dari Mihnaf bin Sulaim berkata:
“Kami berdiri bersama Nabi SAW di Arafah, dan saya mendengar beliau bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِي كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّةٌ وَعَتِيرَةٌ . هَلْ تَدْرُونَ مَا الْعَتِيرَةُ ؟ هِيَ الَّتِي تُسَمُّونَهَا الرَّجَبِيَّةَ (حسنه الألباني في صحيح أبي داود)
“Wahai manusia, dianjurkan atas setiap penduduk rumah setiap tahunnya kurban dan athirah. Apakah kalian mengetahui apa itu athirah? Athirah ialah yang kamu semua namakan dengan Rajabiyah (sembelihan di bulan rajab)(Dinyatakan hasan oleh Albani di Shahih Abi Dawud)
Lalu hadis, hadis yang diriwayatkan Nasa’i, no. 4226 dari Harits bin Amr,
أَنَّ رَجُلاً مِنْ النَّاسِ قال : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، الْعَتَائِرُ ؟ قَالَ : مَنْ شَاءَ عَتَرَ ، وَمَنْ شَاءَ لَمْ يَعْتِرْ( ضعفه الألباني في ضعيف النسائي)
“Ada seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah apa hukumnya athirah? Nabi bersabda, “Siapa yang mau silakan berathirah dan siapa yang tidak mau silakan tidak melakukan athirah.” (Dinyatakan lemah oleh Albany dalam Dha’if Nasa’i)
Baca juga: Hukum Puasa 10 hari di Bulan Rajab
Pendapat kedua: Athirah tidak dianjurkan dan tidak dimakruhkan. Pendapat ini dikatakan oleh sebagian Syafiyyah. Sebagaimana diceritakan oleh Nawawi dari mereka dalam “Al-Majmu”, (8/445).
الْعَتِيرَةُ حَقٌّ ( حسنه الألباني في صحيح الجامع، رقم 4122)
“Al-atirah itu benar.” Dinyatakan hasan oleh Albani di Shahih Al-Jami’, (4122).
Juga hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Dawud, (2788) Tirmizi, (1518) dari Mihnaf bin Sulaim berkata:
“Kami berdiri bersama Nabi SAW di Arafah, dan saya mendengar beliau bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِي كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّةٌ وَعَتِيرَةٌ . هَلْ تَدْرُونَ مَا الْعَتِيرَةُ ؟ هِيَ الَّتِي تُسَمُّونَهَا الرَّجَبِيَّةَ (حسنه الألباني في صحيح أبي داود)
“Wahai manusia, dianjurkan atas setiap penduduk rumah setiap tahunnya kurban dan athirah. Apakah kalian mengetahui apa itu athirah? Athirah ialah yang kamu semua namakan dengan Rajabiyah (sembelihan di bulan rajab)(Dinyatakan hasan oleh Albani di Shahih Abi Dawud)
Lalu hadis, hadis yang diriwayatkan Nasa’i, no. 4226 dari Harits bin Amr,
أَنَّ رَجُلاً مِنْ النَّاسِ قال : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، الْعَتَائِرُ ؟ قَالَ : مَنْ شَاءَ عَتَرَ ، وَمَنْ شَاءَ لَمْ يَعْتِرْ( ضعفه الألباني في ضعيف النسائي)
“Ada seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah apa hukumnya athirah? Nabi bersabda, “Siapa yang mau silakan berathirah dan siapa yang tidak mau silakan tidak melakukan athirah.” (Dinyatakan lemah oleh Albany dalam Dha’if Nasa’i)
Baca juga: Hukum Puasa 10 hari di Bulan Rajab
Pendapat kedua: Athirah tidak dianjurkan dan tidak dimakruhkan. Pendapat ini dikatakan oleh sebagian Syafiyyah. Sebagaimana diceritakan oleh Nawawi dari mereka dalam “Al-Majmu”, (8/445).
Lihat Juga :