Ahli Virus itu Guru Spiritual Sultan Muhammad Al-Fatih
Jum'at, 17 Juli 2020 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
Akibatnya, emosi Sultan tak bisa dibendung. Ia marah. “Sesungguhnya telah datang kepadamu salah seorang dari orang-orang Turki, dan kau masukkan dia sendirian, namun tatkala saya datang kau menolak untuk melakukan hal itu,” cecarnya.
Baca juga: Erdogan: Jadi Masjid, Salat Pertama di Hagia Sophia 24 Juli
Syaikh dengan dingin menjawab, “Sesungguhnya jika engkau masuk padaku sendirian, maka kau akan merasakan kenikmatan sehingga kesultanan akan jatuh dalam pandangan kedua matamu, dan akan berantakanlah semua perkara ini. Dan Allah akan murka kepada kita semua. Sedangkan masuk menyendiri itu adalah agar timbul rasa keadilan. Maka hendaklah engkau melakukan demikian dan demikian.”
Setelah itu Sultan mengirim uang 1000 dinar padanya, namun Syaikh tidak mau menerimanya. Maka tatkala Sultan keluar bersama seorang pembantunya dan berkata kepadanya, “Syaikh tidak berdiri untukku.”
Baca juga: Erdogan: Hagia Sophia Adalah Urusan Dalam Negeri Turki!
“Mungkin dia melihat dalam dirimu ada perasaan sombong karena penaklukan ini, yang sebelumnya tidak bisa dilakukan pada sultan sebelumnya. Dengan demikian, Syaikh bermaksud menghapuskan rasa sombong itu dari dirimu,” ujar Menteri Mahmud.
Ahli Pengobatan
Demikian Syaikh selalu berusaha mendidik Sultan Muhammad Al Fatih dengan didikan yang penuh nilai nilai keimanan dan ihsan. Beliau bukan hanya memiliki kemampuan ilmu yang luas dalam agama dan penyucian jiwa tetapi pada saat yang sama sangat ahli dalam masalah pengobatan herbal.
Hingga kemasyhurannya dalam bidang pengobatan ini menjadi buah biblr di banyak kalangan. Ada ungkapan populer untuk Syaikh ini. "Sesungguhnya tumbuh-tumbuhan itu berbicara kepada Syaikh Aaq Syamsuddin?“
Baca juga: Hagia Sophia, Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah
Imam As-Syaukani mengatakan, “Selain dikenal sebagai ahli pengobat raga, dia juga dikenal sebagai pengobat hati. Telah beredar di tengah-tengah masyarakat sebuah cerita, bahwa sebatang pohon memanggilnya dan berkata padanya. ‘Saya adalah penyembuh penyakit fulan.’ Kemudian kesohorlah berkahnya dan muncullah keeutamaannya.”
Syaikh memiliki kepedulian terhadap penyakit jasmani, sama pedulinya terhadap penyakit-penyakit rohani. Beliau memiliki kepedulian khusus terhadap penyakit dalam, sebab penyakit ini telah mengakibatkan meninggalnya ribuan manusia di zamannya. (Baca juga: Jalan Panjang Konstantinopel, Hagia Shophia, dan Muhammad Al-Fatih )
Baca juga: Erdogan: Jadi Masjid, Salat Pertama di Hagia Sophia 24 Juli
Syaikh dengan dingin menjawab, “Sesungguhnya jika engkau masuk padaku sendirian, maka kau akan merasakan kenikmatan sehingga kesultanan akan jatuh dalam pandangan kedua matamu, dan akan berantakanlah semua perkara ini. Dan Allah akan murka kepada kita semua. Sedangkan masuk menyendiri itu adalah agar timbul rasa keadilan. Maka hendaklah engkau melakukan demikian dan demikian.”
Setelah itu Sultan mengirim uang 1000 dinar padanya, namun Syaikh tidak mau menerimanya. Maka tatkala Sultan keluar bersama seorang pembantunya dan berkata kepadanya, “Syaikh tidak berdiri untukku.”
Baca juga: Erdogan: Hagia Sophia Adalah Urusan Dalam Negeri Turki!
“Mungkin dia melihat dalam dirimu ada perasaan sombong karena penaklukan ini, yang sebelumnya tidak bisa dilakukan pada sultan sebelumnya. Dengan demikian, Syaikh bermaksud menghapuskan rasa sombong itu dari dirimu,” ujar Menteri Mahmud.
Ahli Pengobatan
Demikian Syaikh selalu berusaha mendidik Sultan Muhammad Al Fatih dengan didikan yang penuh nilai nilai keimanan dan ihsan. Beliau bukan hanya memiliki kemampuan ilmu yang luas dalam agama dan penyucian jiwa tetapi pada saat yang sama sangat ahli dalam masalah pengobatan herbal.
Hingga kemasyhurannya dalam bidang pengobatan ini menjadi buah biblr di banyak kalangan. Ada ungkapan populer untuk Syaikh ini. "Sesungguhnya tumbuh-tumbuhan itu berbicara kepada Syaikh Aaq Syamsuddin?“
Baca juga: Hagia Sophia, Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah
Imam As-Syaukani mengatakan, “Selain dikenal sebagai ahli pengobat raga, dia juga dikenal sebagai pengobat hati. Telah beredar di tengah-tengah masyarakat sebuah cerita, bahwa sebatang pohon memanggilnya dan berkata padanya. ‘Saya adalah penyembuh penyakit fulan.’ Kemudian kesohorlah berkahnya dan muncullah keeutamaannya.”
Syaikh memiliki kepedulian terhadap penyakit jasmani, sama pedulinya terhadap penyakit-penyakit rohani. Beliau memiliki kepedulian khusus terhadap penyakit dalam, sebab penyakit ini telah mengakibatkan meninggalnya ribuan manusia di zamannya. (Baca juga: Jalan Panjang Konstantinopel, Hagia Shophia, dan Muhammad Al-Fatih )
Lihat Juga :