Bolehkah Mengucapkan Kata-kata Buruk Ketika Dizalimi?
Sabtu, 18 Maret 2023 - 19:09 WIB
loading...
Ternyata sikap yang baik ketika kita didzalimi adalah istighfar dan melakukan muhasabah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Ketika mendapat perlakukan tidak baik, seperti dizalimi orang lain , pasti kita merasa sakit hati dan marah. Ada perasaan dendam dan ingin membalasnya bukan? Tapi, ternyata sikap yang baik ketika kita dizalimi adalah istighfar dan melakukan muhasabah.
Bahkan, Imam An-Nawawi rahimahullah ketika mendapatkan perlakuan yang tidak baik atau dizalimi oleh orang lain , maka dilakukan beliau justru menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa demikian? Menurut Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah, mental yang ditunjukkan Imam An-Nawai bukan mental menyalahkan orang lain, melainkan mental mulia, yaitu "istighfar" dan "muhasabah."
Baca juga: Bagaimana Hukum Mengghibah Orang yang Sudah Terkenal Keburukannya?
Seperti, "Dosaku apa nih? Khilafku apa nih? Maksiatku apa nih? (sehingga orang lain mendzolimiku)."
Karena itu, lanjut Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, hendaknya pula kita berterima kasih kepada orang yang telah mendzalimi kita. "Karena kalau mindset kita akhirat, mau kita dicurangi, dicaci-maki, dighibahi, difitnahi atau dizalimi orang-orang, maka kita akan senang riang gembira,"paparnya.
Kok malah senang? Kenapa gak marah? Kenapa harus marah? Bukankah orang yang menzalimi kita itu akan men-transfer pahalanya pada hari kiamat? Kok dikasih pahala, marah?
Selain itu, orang yang didzalimi dianjurkan untuk bersabar dalam agama meski sesungguhnya diperbolehkan baginya mengucapkan ucapan buruk.
Allah Ta'ala berfirman :
“La yuhibbullahul-jahra bissu-i minal-qauli illa man zhulima. Wa kanallahu sami’an aliman,”.
Bahkan, Imam An-Nawawi rahimahullah ketika mendapatkan perlakuan yang tidak baik atau dizalimi oleh orang lain , maka dilakukan beliau justru menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa demikian? Menurut Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah, mental yang ditunjukkan Imam An-Nawai bukan mental menyalahkan orang lain, melainkan mental mulia, yaitu "istighfar" dan "muhasabah."
Baca juga: Bagaimana Hukum Mengghibah Orang yang Sudah Terkenal Keburukannya?
Seperti, "Dosaku apa nih? Khilafku apa nih? Maksiatku apa nih? (sehingga orang lain mendzolimiku)."
Karena itu, lanjut Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, hendaknya pula kita berterima kasih kepada orang yang telah mendzalimi kita. "Karena kalau mindset kita akhirat, mau kita dicurangi, dicaci-maki, dighibahi, difitnahi atau dizalimi orang-orang, maka kita akan senang riang gembira,"paparnya.
Kok malah senang? Kenapa gak marah? Kenapa harus marah? Bukankah orang yang menzalimi kita itu akan men-transfer pahalanya pada hari kiamat? Kok dikasih pahala, marah?
Selain itu, orang yang didzalimi dianjurkan untuk bersabar dalam agama meski sesungguhnya diperbolehkan baginya mengucapkan ucapan buruk.
Allah Ta'ala berfirman :
لَا يُحِبُّ اللّٰهُ الۡجَــهۡرَ بِالسُّوۡٓءِ مِنَ الۡقَوۡلِ اِلَّا مَنۡ ظُلِمَؕ وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيۡعًا عَلِيۡمًا
“La yuhibbullahul-jahra bissu-i minal-qauli illa man zhulima. Wa kanallahu sami’an aliman,”.
Lihat Juga :