9 Pelajaran dan Hikmah dari Perang Uhud
Selasa, 28 Maret 2023 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Asbabun Nuzul Surat Ali Imran Ayat 159 Terkait Perang Uhud
Dalam Surat Ali Imran, Allah juga berfirman yang artinya:
"Jika kalian (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kalian dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, pada¬hal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kalian, dan belum nyata orang-orang yang sabar. Sesungguhnya kalian mengharapkan mati (syahid) sebelum kalian menghadapinya; (sekarang) sungguh kalian telah melihatnya dan kalian menyaksikannya." ( QS Ali Imran ayat 140-143)
Pelajaran dan Hikmah
Perang Uhud menyisakan berbagai pelajaran dan hikmah bagi Umar Islam.
1. Perang ini kita bisa menyaksikan betapa besar kecintaan para Sahabat kepada Rasulullah SAW. Bagaimana tidak, tatkala perang memanas kaum muslimin bersegera menuju Rasulullah SAW dan mengitari beliau.
Mereka melindungi Rasulullah SAW dengan badan dan senjata mereka. Salah seorang sahabat, Abu Thalhah, memasang badannya di hadapan Rasulullah SAW dan menegapkan dadanya demi melindungi beliau dari panah-panah musuh, sambil berkata: “Biarkan dadaku yang terkena, asal bukan dadamu.”
Abu Dujanah melindungi punggung Rasulullah SAW sementara beberapa panah menancap di tubuhnya namun ia tetap bergeming.
Seorang wanita dari Bani Dinar telah ditinggal gugur oleh suami, saudara dan ayahnya di Uhud. Ketika orang-orang menyampaikan bela sungkawa kepadanya, dia justru bertanya: “Bagaimana dengan Rasulullah?”
Orang-orang menjawab: “Beliau baik-baik saja. Alhamdulillah beliau seperti yang engkau harapkan.” Dia berkata: “Perlihatkan kepadaku. Aku ingin melihat beliau.” Ketika orang-orang menunjukinya dan dia telah melihat beliau SAW dia berkata: “Segala musibah tidak ada artinya dibandingkan dengan dirimu.”
Baca juga: Amru bin Jumuh: Si Pincang yang Syahid di Perang Uhud
2. Dari sejarah Perang Uhud tampak jelas bagi kita bahwa menyelisihi pemimpin secara umum dan menyelisihi Rasulullah SAW secara khusus merupakan salah satu perkara terpenting yang menyebabkan kekalahan.
Sesungguhnya maksiat merupakan sebab segala kesusahan dan jalan setiap kesengsaraan.
3. Bahaya mengutamakan dunia atas akhirat. Hal tersebut membuat umat kehilangan pertolongan dari Allah.
4. Di antara hikmahnya adalah Allah memuliakan sebagian hamba-hamba-Nya dengan mati syahid yang merupakan salah satu kedudukan dan derajat tertinggi.
5. Pertempuran antara kebenaran dan kebatilan merupakan sebuah sunah kauniyah (ketetapan Allah yang berlaku di dunia ini). Perang Uhud merupakan penegasan bagi ketetapan Allah atas pertempuran antara kebenaran dan kebatilan, hidayah dan kesesatan.
Sesungguhnya ketetapan Allah telah berlaku pada para rasul beserta pengikut mereka, ketika peperangan terjadi antara mereka dan musuh-musuh mereka. Kalah menang silih berganti hingga para utusan Allah lah yang mendapatkan akhir yang baik.
Dalam Surat Ali Imran, Allah juga berfirman yang artinya:
"Jika kalian (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kalian dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, pada¬hal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kalian, dan belum nyata orang-orang yang sabar. Sesungguhnya kalian mengharapkan mati (syahid) sebelum kalian menghadapinya; (sekarang) sungguh kalian telah melihatnya dan kalian menyaksikannya." ( QS Ali Imran ayat 140-143)
Pelajaran dan Hikmah
Perang Uhud menyisakan berbagai pelajaran dan hikmah bagi Umar Islam.
1. Perang ini kita bisa menyaksikan betapa besar kecintaan para Sahabat kepada Rasulullah SAW. Bagaimana tidak, tatkala perang memanas kaum muslimin bersegera menuju Rasulullah SAW dan mengitari beliau.
Mereka melindungi Rasulullah SAW dengan badan dan senjata mereka. Salah seorang sahabat, Abu Thalhah, memasang badannya di hadapan Rasulullah SAW dan menegapkan dadanya demi melindungi beliau dari panah-panah musuh, sambil berkata: “Biarkan dadaku yang terkena, asal bukan dadamu.”
Abu Dujanah melindungi punggung Rasulullah SAW sementara beberapa panah menancap di tubuhnya namun ia tetap bergeming.
Seorang wanita dari Bani Dinar telah ditinggal gugur oleh suami, saudara dan ayahnya di Uhud. Ketika orang-orang menyampaikan bela sungkawa kepadanya, dia justru bertanya: “Bagaimana dengan Rasulullah?”
Orang-orang menjawab: “Beliau baik-baik saja. Alhamdulillah beliau seperti yang engkau harapkan.” Dia berkata: “Perlihatkan kepadaku. Aku ingin melihat beliau.” Ketika orang-orang menunjukinya dan dia telah melihat beliau SAW dia berkata: “Segala musibah tidak ada artinya dibandingkan dengan dirimu.”
Baca juga: Amru bin Jumuh: Si Pincang yang Syahid di Perang Uhud
2. Dari sejarah Perang Uhud tampak jelas bagi kita bahwa menyelisihi pemimpin secara umum dan menyelisihi Rasulullah SAW secara khusus merupakan salah satu perkara terpenting yang menyebabkan kekalahan.
Sesungguhnya maksiat merupakan sebab segala kesusahan dan jalan setiap kesengsaraan.
3. Bahaya mengutamakan dunia atas akhirat. Hal tersebut membuat umat kehilangan pertolongan dari Allah.
4. Di antara hikmahnya adalah Allah memuliakan sebagian hamba-hamba-Nya dengan mati syahid yang merupakan salah satu kedudukan dan derajat tertinggi.
5. Pertempuran antara kebenaran dan kebatilan merupakan sebuah sunah kauniyah (ketetapan Allah yang berlaku di dunia ini). Perang Uhud merupakan penegasan bagi ketetapan Allah atas pertempuran antara kebenaran dan kebatilan, hidayah dan kesesatan.
Sesungguhnya ketetapan Allah telah berlaku pada para rasul beserta pengikut mereka, ketika peperangan terjadi antara mereka dan musuh-musuh mereka. Kalah menang silih berganti hingga para utusan Allah lah yang mendapatkan akhir yang baik.
Lihat Juga :