Masjid Nabawi Dibangun di Atas Tanah Bekas Kuburan Orang-Orang Musyrik
Minggu, 16 April 2023 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
هَذَا الْحِمَـالُ لَا حِمَـالَ خَيْبَرْ – هَذَا أَبَرُّ رَبَّنَا وَأَطْهَرْ
“Yang dibawa ini bukanlah beban dari Khaibar. Ini lebih kekal, lebih bermanfaat dan lebih suci di sisi Rabb kami“.
Baca juga: Quraish Shihab: Ibadah Bukan Hanya Ritual di Masjid
Beliau juga berseru:
اللَّهُمَّ إِنَّ الْأَجْرَ أَجْرُ الْآخِرَهْ – فَارْحَمْ الْأَنْصَارَ وَالْمُهَاجِرَهْ
“Ya Allah, sesungguhnya ganjaran itu adalah ganjaran akhirat. Berilah rahmat kepada kaum Anshâr dan kaum Muhajirin“. [HR Bukhari]
Dalam riwayat lain diceritakan bahwa mereka memindahkan bebatuan sambil membawakan syair, sementara itu Rasulullah SAW juga berbaur bersama mereka. Mereka mengumandangkan syair:
اللَّهُمَّ إِنَّهُ لَا خَيْرَ إِلَّا خَيْرُ الْآخِرَهْ فَانْصُرْ الْأَنْصَارَ وَالْمُهَاجِرَهْ
“Ya Allah, sesungguhnya tidak ada kebaikan kecuali kebaikan akhirat. Maka berilah pertolongan kepada kaum Anshâr dan Muhajirin“.[HR Bukhari]
Dalam pembangunan masjid ini, Rasulullah SAW mengutamakan orang-orang yang ahli. Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat yang ikut bekerja membangun masjid: “Dekatkanlah al-Yamami ke tanah itu, karena sentuhan dia terbaik di antara kalian, dan paling kuat adonannya”
Baca juga: Meneladani Rasulullah SAW: Maksimalisasi Potensi Masjid
Dalam riwayat lain, al-Yamami berkata: “Aku mencampurkan tanah, lalu seakan campuranku ini menakjubkan beliau SAW, dan bersabda: ‘Biarkanlah al-Yamaami al-Hanafi dengan tanah, karena dia paling ahli di antara kalian dalam urusan tanah’.” [HR Imam Ahmad]
Ammar bin Yasir ra termasuk sahabat yang sangat bersemangat dalam pembangunan ini. Saat yang lain membawa satu batu bata, dia membawa dua. Satu untuk dirinya, sedangkan yang satu lagi untuk Rasulullah SAW.
“Yang dibawa ini bukanlah beban dari Khaibar. Ini lebih kekal, lebih bermanfaat dan lebih suci di sisi Rabb kami“.
Baca juga: Quraish Shihab: Ibadah Bukan Hanya Ritual di Masjid
Beliau juga berseru:
اللَّهُمَّ إِنَّ الْأَجْرَ أَجْرُ الْآخِرَهْ – فَارْحَمْ الْأَنْصَارَ وَالْمُهَاجِرَهْ
“Ya Allah, sesungguhnya ganjaran itu adalah ganjaran akhirat. Berilah rahmat kepada kaum Anshâr dan kaum Muhajirin“. [HR Bukhari]
Dalam riwayat lain diceritakan bahwa mereka memindahkan bebatuan sambil membawakan syair, sementara itu Rasulullah SAW juga berbaur bersama mereka. Mereka mengumandangkan syair:
اللَّهُمَّ إِنَّهُ لَا خَيْرَ إِلَّا خَيْرُ الْآخِرَهْ فَانْصُرْ الْأَنْصَارَ وَالْمُهَاجِرَهْ
“Ya Allah, sesungguhnya tidak ada kebaikan kecuali kebaikan akhirat. Maka berilah pertolongan kepada kaum Anshâr dan Muhajirin“.[HR Bukhari]
Dalam pembangunan masjid ini, Rasulullah SAW mengutamakan orang-orang yang ahli. Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat yang ikut bekerja membangun masjid: “Dekatkanlah al-Yamami ke tanah itu, karena sentuhan dia terbaik di antara kalian, dan paling kuat adonannya”
Baca juga: Meneladani Rasulullah SAW: Maksimalisasi Potensi Masjid
Dalam riwayat lain, al-Yamami berkata: “Aku mencampurkan tanah, lalu seakan campuranku ini menakjubkan beliau SAW, dan bersabda: ‘Biarkanlah al-Yamaami al-Hanafi dengan tanah, karena dia paling ahli di antara kalian dalam urusan tanah’.” [HR Imam Ahmad]
Ammar bin Yasir ra termasuk sahabat yang sangat bersemangat dalam pembangunan ini. Saat yang lain membawa satu batu bata, dia membawa dua. Satu untuk dirinya, sedangkan yang satu lagi untuk Rasulullah SAW.
Lihat Juga :