Ngerinya Makanan, Minuman, dan Pakaian Penghuni Neraka
Jum'at, 05 Mei 2023 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Abu Jahal bahkan meminta pembantunya membawa kurma lalu berkata: "Apakah buah seperti ini yang diharapkan oleh Muhammad akan menakutkan kita?"
Dan ketika dinyatakan bahwa ia tumbuh dari dasar api neraka, mereka berkata: "Bagaimana bisa ada pohon yang tumbuh di dasar api neraka?"
Baca juga: Mengerikan, Inilah Gambaran Siksa Neraka dari Dosa-dosa yang Dilakukan Wanita
Prof Yusnan mengungkapkan, hikmah penjelasan ayat mengenai zaqqum adalah menimbulkan efek psikologis sehingga ada upaya serius untuk menghindarinya. Tidak ada dosa yang kecil ketika dihadapkan pada keadilan Allah SWT.
Ibnu Athaillah as-Sakandari menyebutkan, nasihat tersebut mengingatkan pentingnya bersikap hati-hati (wara’) dalam setiap urusan di dunia ini. Apalagi, bila seseorang sudah mengikrarkan diri sebagai seorang muslim dan mukmin.
Dharik
Selain zaqqum, Allah SWT menyiapkan makanan neraka yang tak kalah menyiksa. Makanan itu bertajuk dharik. Makanan jenis ini disebut di dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Ghasyiyah ayat 6-7 .
Allah SWT berfirman:
لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ . لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِى مِن جُوعٍ
“Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.” ( QS Al-Ghasyiyah : 6-7 )
Al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi menjelaskan bahwa dharik adalah sejenis tumbuhan yang berwarna merah, busuk baunya dan kering daging buahnya.
Sedangkan Wahbah Zuhayli dalam Tafsir al-Munir mendeskripsikan bentuk pohon dharik ini sangat buruk. Buahnya sulit ditelan karena berduri.
"Ketika dikupas kulitnya maka muncul lagi bentuk yang buruk meski dikupas sampai inti buah," katanya.
Baca juga: Fadhilah 4 Rakaat Qabliyyah Ashar, Diberi Rahmat dan Menghindarkan dari Siksa Neraka
Makanan ini sama sekali tidak mengandung kebaikan sedikitpun. Karena ketika dimakan pun makanan tersebut tidak membuat mereka kenyang dan juga tidak melindungi mereka dari bahaya.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip penjelaskan Ali ibnu Abu Talhah yang telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa dharik artinya sebuah pohon dari api.
Sedangkan Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa dharik adalah nama lain dari zaqqum (sebuah pohon yang ada di dalam neraka). Akan tetapi menurut riwayat lain yang juga bersumber darinya, dharik adalah batu yang ada di dalam neraka.
Ibnu Abbas , Mujahid, Ikrimah, Abul Jauza, dan Qatadah mengatakan bahwa dharik adalah sejenis pohon yang disebut syabraq.
Qatadah mengatakan bahwa orang-orang Quraisy menamakan syabraq bila musim semi, dan bila musim panas menamainya dharik, pohonnya banyak durinya.
Ikrimah mengatakan bahwa dharik adalah pohon yang banyak durinya, yang tidak tinggi, melainkan menempel di tanah.
Sementara itu, Imam Bukhari mengatakan, Mujahid telah mengatakan bahwa dharik adalah nama tumbuhan yang dikenal dengan nama lain syabraq, orang-orang Hijaz menamainya dharik bila kering, pohon ini mengandung racun.
Makanan sama sekali tidak mengenyangkan, dan tidak memberikan manfaat sedikitpun. Mereka tidak merasakan lezat, dan juga tidak bermanfaat bagi tubuhnya. Karena itu, kehadiran makanan ini, sejatinya bagian dari siksaan yang Allah SWT berikan kepada mereka.
Baca juga: Tugas Utama Suami Menjaga Keluarganya dari Siksa Api Neraka
4 Minuman
Selanjutnya, minuman para penghuni neraka ada 4 jenis. Empat jenis minuman itu menyandang nama hamim, ghassaq, ghislin dan shadid. Hamin adalah minuman yang panas, sedangkan gassaq sebaliknya, sangat dingin.
Hamim akan menjadi pendamping hidangan makan berupa buah zaqqum. Tentang pohon zaqqum, para ulama menggambarkan sebagai pohon kecil dengan dedaunan yang sangat busuk aromanya. Getahnya mengakibatkan bengkak bila menyentuh badan manusia. Al-Quran menggambarkan kengerian zaqqum dengan ‘mayangnya seperti kepala-kepala setan’.
Hidangan zaqqum dan minuman hamim dijelaskan Allah SWT dalam al-Quran surat As-Shaffat ayat 67:
ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيمٍ
“Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.” ( QS As-Shaffat : 67 )
Ayat tersebut menjelaskan bahwa setelah penduduk neraka memakan buah zaqqum, perut mereka mendidih karena kepanasan. Lalu mereka mencari minuman untuk mendinginkannya. Namun yang didapati adalah hamim, minuman yang justru sangat mendidih.
At-Thabari dalam kitab tafsirnya, Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an menambahkan bahwa level mendidihnya air hamim sampai di titik terakhir. Sehingga bukannya malah melegakan namun panasnya semakin menjadi-jadi.
Dan ketika dinyatakan bahwa ia tumbuh dari dasar api neraka, mereka berkata: "Bagaimana bisa ada pohon yang tumbuh di dasar api neraka?"
Baca juga: Mengerikan, Inilah Gambaran Siksa Neraka dari Dosa-dosa yang Dilakukan Wanita
Prof Yusnan mengungkapkan, hikmah penjelasan ayat mengenai zaqqum adalah menimbulkan efek psikologis sehingga ada upaya serius untuk menghindarinya. Tidak ada dosa yang kecil ketika dihadapkan pada keadilan Allah SWT.
Ibnu Athaillah as-Sakandari menyebutkan, nasihat tersebut mengingatkan pentingnya bersikap hati-hati (wara’) dalam setiap urusan di dunia ini. Apalagi, bila seseorang sudah mengikrarkan diri sebagai seorang muslim dan mukmin.
Dharik
Selain zaqqum, Allah SWT menyiapkan makanan neraka yang tak kalah menyiksa. Makanan itu bertajuk dharik. Makanan jenis ini disebut di dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Ghasyiyah ayat 6-7 .
Allah SWT berfirman:
لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ . لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِى مِن جُوعٍ
“Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.” ( QS Al-Ghasyiyah : 6-7 )
Al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi menjelaskan bahwa dharik adalah sejenis tumbuhan yang berwarna merah, busuk baunya dan kering daging buahnya.
Sedangkan Wahbah Zuhayli dalam Tafsir al-Munir mendeskripsikan bentuk pohon dharik ini sangat buruk. Buahnya sulit ditelan karena berduri.
"Ketika dikupas kulitnya maka muncul lagi bentuk yang buruk meski dikupas sampai inti buah," katanya.
Baca juga: Fadhilah 4 Rakaat Qabliyyah Ashar, Diberi Rahmat dan Menghindarkan dari Siksa Neraka
Makanan ini sama sekali tidak mengandung kebaikan sedikitpun. Karena ketika dimakan pun makanan tersebut tidak membuat mereka kenyang dan juga tidak melindungi mereka dari bahaya.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip penjelaskan Ali ibnu Abu Talhah yang telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa dharik artinya sebuah pohon dari api.
Sedangkan Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa dharik adalah nama lain dari zaqqum (sebuah pohon yang ada di dalam neraka). Akan tetapi menurut riwayat lain yang juga bersumber darinya, dharik adalah batu yang ada di dalam neraka.
Ibnu Abbas , Mujahid, Ikrimah, Abul Jauza, dan Qatadah mengatakan bahwa dharik adalah sejenis pohon yang disebut syabraq.
Qatadah mengatakan bahwa orang-orang Quraisy menamakan syabraq bila musim semi, dan bila musim panas menamainya dharik, pohonnya banyak durinya.
Ikrimah mengatakan bahwa dharik adalah pohon yang banyak durinya, yang tidak tinggi, melainkan menempel di tanah.
Sementara itu, Imam Bukhari mengatakan, Mujahid telah mengatakan bahwa dharik adalah nama tumbuhan yang dikenal dengan nama lain syabraq, orang-orang Hijaz menamainya dharik bila kering, pohon ini mengandung racun.
Makanan sama sekali tidak mengenyangkan, dan tidak memberikan manfaat sedikitpun. Mereka tidak merasakan lezat, dan juga tidak bermanfaat bagi tubuhnya. Karena itu, kehadiran makanan ini, sejatinya bagian dari siksaan yang Allah SWT berikan kepada mereka.
Baca juga: Tugas Utama Suami Menjaga Keluarganya dari Siksa Api Neraka
4 Minuman
Selanjutnya, minuman para penghuni neraka ada 4 jenis. Empat jenis minuman itu menyandang nama hamim, ghassaq, ghislin dan shadid. Hamin adalah minuman yang panas, sedangkan gassaq sebaliknya, sangat dingin.
Hamim akan menjadi pendamping hidangan makan berupa buah zaqqum. Tentang pohon zaqqum, para ulama menggambarkan sebagai pohon kecil dengan dedaunan yang sangat busuk aromanya. Getahnya mengakibatkan bengkak bila menyentuh badan manusia. Al-Quran menggambarkan kengerian zaqqum dengan ‘mayangnya seperti kepala-kepala setan’.
Hidangan zaqqum dan minuman hamim dijelaskan Allah SWT dalam al-Quran surat As-Shaffat ayat 67:
ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيمٍ
“Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.” ( QS As-Shaffat : 67 )
Ayat tersebut menjelaskan bahwa setelah penduduk neraka memakan buah zaqqum, perut mereka mendidih karena kepanasan. Lalu mereka mencari minuman untuk mendinginkannya. Namun yang didapati adalah hamim, minuman yang justru sangat mendidih.
At-Thabari dalam kitab tafsirnya, Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an menambahkan bahwa level mendidihnya air hamim sampai di titik terakhir. Sehingga bukannya malah melegakan namun panasnya semakin menjadi-jadi.
Lihat Juga :