Kisah Hikmah : Ketika Aisyah Melarang Sa'ad bin Hisyam Membujang

Kamis, 01 Juni 2023 - 11:21 WIB
loading...
Kisah Hikmah : Ketika...
Menikah adalah sunah Nabi SAW, sehingga semua umat Nabi Muhammad SAW dianjurkan untuk menikah dan tidak dibolehkan untuk membujang. Foto ilustrasi/ist
A A A
Kisah ini datangnya dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu'anha . Kisah ini dikutip dari kitab ‘Mas’uliyyatun Nisaa’ Fil amri bil Ma’ruf wan Nahyi ‘Anil Munkar’ karangan DR. Fadhl Ilahi Dhahir.

Alkisah, pada suatu hari Sa’ad bin Hisyam ingin ikut serta berjihad di jalan Allah, semua yang ada di benaknya hanyalah surga dan akhirat, ia berniat akan melepas segala sesuatu yang menurutnya berbau dunia dan menyibukkannya dari beribadah kepada Allah, istrinya dia talak, kemudian ia datang ke Madinah untuk menjual sebuah rumah miliknya dan uangnya akan digunakan untuk membeli kuda dan senjata perang.

Kemudian ia mendatangi Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha dan menceritakan semuanya kepada beliau, maka Sayyidah Aisyah melarangnya untuk berbuat demikian.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Al-Hasan Dari Sa’ad bin Hisyam ia berkata, “saya pernah mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘anha kemudian saya berkata padanya: wahai Ummul Mukminin, saya ingin membujang (seumur hidup).”
Maka beliau menjawab, “jangan kau lakukan itu, tidakkah engkau membaca firman Allah:

لَّقَد كَانَ لَكُم فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسوَةٌ حَسَنَة


Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” (QS. Al-Ahzab: 21).

Sedang Rasulullah menikah dan dikaruniai keturunan.”(HR. Ahmad).

Dari kisah diatas kita dapat memetik beberapa pelajaran, di antarannya:

- Barangsiapa yang bertekad untuk melakukan sesuatu yang menyelisihi sunnah Nabi (misalnya seperti tidak menikah), maka ia harus membatalkan tekad tersebut, karena Nabi adalah suri tauladan yang harus kita ikuti.

-Alangkah baiknya jika seseorang yang ingin menasehati saudaranya ia bersandar kepada perbuatan atau perkataan Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebagaimana Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam kisah di atas.

- Besarnya suatu amalan atau disyariatkannya suatu amalan bukan tergantung dari kuantitas atau seberapa berat amalan tersebut, melainkan kesesuaiannya dengan sunnah Nabi atau tidak. Sehingga tidak ada gunanya suatu amalan walupun dilaksanakan dengan susah payah jika ia tidak sesuai dengan sunnah.

Baca juga:

Wallahu a'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Selain Syawal, Inilah...
Selain Syawal, Inilah Bulan-bulan Baik untuk Menikah Menurut Islam
10 Keistimewaan Menikah...
10 Keistimewaan Menikah di Bulan Syawal, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Menikah di Bulan Syawal...
Menikah di Bulan Syawal Dianjurkan, Begini Penjelasan Hadisnya
Menikah di Bulan Istimewa...
Menikah di Bulan Istimewa Rajab, Ini 3 Keutamaannya!
12 Ayat Al Quran Tentang...
12 Ayat Al Quran Tentang Pernikahan, Simak di Sini!
Rekomendasi
Rumania Bersiap Hadapi...
Rumania Bersiap Hadapi Gelombang Panas, Peringatan Merah Dikeluarkan
Ini Wilayah di Bumi...
Ini Wilayah di Bumi dengan Udara Terbersih, Berikut Penjelasan Lengkapnya
Perhitungan Isaac Newton...
Perhitungan Isaac Newton Tentang Kiamat pada Tahun 2060
Artikel Terkini
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved