Perkara perkara yang Dapat Membatalkan Pahala Amal Shalih
Jum'at, 09 Juni 2023 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"... Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.""
(QS. Al-Baqarah : 217)
Seorang ahli malam, mufasir, dan ahli fikih bernama Muhammad bin Ahmad asy-Syarbini yang wafat tahun 977 H, mendefinisikan murtad adalah memutus Islam dengan niat (sengaja), dengan ucapan atau perbuatan, baik dia mengucapkan dengan maksud menghina syariat Islam atau mengingkari hukum hukum Islam.
3. Selain itu, nifaq dan riya' . Makna nifaq adalah seseorang menampakkan kebaikan, padahal dia menyembunyikan keburukan, baik berkaitan dengan i’tiqad (keyakinan) ataupun berkaitan dengan amal perbuatan. Dia membenci kebaikan Islam namun dia tampil seolah-olah baik kepada Islam.
Sedangkan riya' adalah seseorang beramal shalih kepada Allah Ta’ala, akan tetapi dia ingin dilihat dan ingin dipuji manusia. Dia memperbagus amalnya, atau melakukan suatu amal dengan kualitas yang lebih baik, namun tujuannya mengharapkan pujian manusia dengan amalnya tersebut.
Keduanya bisa membatalkan amal Shalih karena menyimpang dari tuntutan ibadah yang seharusnya murni karena Allah Ta'ala semata.
Riya’ adalah salah satu ciri dari ciri-ciri orang munafik. Allah Ta’ala berfirman :
"Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa' : 142)
4. Lalu mendatangi dukun, peramal dan sejenisnya, juga akan membatalkan amal Shalih.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ کَافِرٌ فَاُ ولٰٓئِكَ حَبِطَتْ اَعْمَا لُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۚ وَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
"... Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.""
(QS. Al-Baqarah : 217)
Seorang ahli malam, mufasir, dan ahli fikih bernama Muhammad bin Ahmad asy-Syarbini yang wafat tahun 977 H, mendefinisikan murtad adalah memutus Islam dengan niat (sengaja), dengan ucapan atau perbuatan, baik dia mengucapkan dengan maksud menghina syariat Islam atau mengingkari hukum hukum Islam.
3. Selain itu, nifaq dan riya' . Makna nifaq adalah seseorang menampakkan kebaikan, padahal dia menyembunyikan keburukan, baik berkaitan dengan i’tiqad (keyakinan) ataupun berkaitan dengan amal perbuatan. Dia membenci kebaikan Islam namun dia tampil seolah-olah baik kepada Islam.
Sedangkan riya' adalah seseorang beramal shalih kepada Allah Ta’ala, akan tetapi dia ingin dilihat dan ingin dipuji manusia. Dia memperbagus amalnya, atau melakukan suatu amal dengan kualitas yang lebih baik, namun tujuannya mengharapkan pujian manusia dengan amalnya tersebut.
Keduanya bisa membatalkan amal Shalih karena menyimpang dari tuntutan ibadah yang seharusnya murni karena Allah Ta'ala semata.
Riya’ adalah salah satu ciri dari ciri-ciri orang munafik. Allah Ta’ala berfirman :
اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَا دِعُهُمْ ۚ وَاِ ذَا قَا مُوْۤا اِلَى الصَّلٰوةِ قَا مُوْا كُسَا لٰى ۙ يُرَآءُوْنَ النَّا سَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا
"Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa' : 142)
4. Lalu mendatangi dukun, peramal dan sejenisnya, juga akan membatalkan amal Shalih.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Lihat Juga :