Kisah Tukang Sihir Firaun Bertaubat dan Beriman kepada Allah
Minggu, 11 Juni 2023 - 22:55 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: "Lalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya." (Surah Al-A'raf Ayat 107)
Inilah anugerah Allah yang jika Dia berkehendak apapun bisa terjadi. Firaun dengan kedunguannya mengira ular itu sama dengan sihir. Ia selalu membangkang dan tidak menerima kebenaran meski sudah menyaksikannya di hadapannya sendiri.
Melihat kejadian itu, para ahli sihir Firaun langsung tesungkur dan bersujud. Mereka bertaubat kepada Allah dan menyatakan keimanannnya.
Artinya: "Dan para pesihir itu serta merta menjatuhkan diri dengan bersujud." (QS. Al-A'raf Ayat 120)
Artinya: "Mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam." (QS Al-A'raf Ayat 121)
Mereka yakin tentang kebenaran seruan Nabi Musa dan beliau bukan pesihir seperti yang mereka duga sebelumnya. Selain itu, para ahli sihir menyadari bahwa sihir mereka yang dibangga-banggakan selama ini hanyalah kebatilan dan tidak berdaya bila berhadapan dengan Allah Yang Maha Kuasa.
Mengenai bersujudnya para tukang sihir ini, Allah menerangkannya dalam ayat lain: "Lalu para pesihir itu merunduk bersujud, seraya berkata, "Kami telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa." (QS Thaha Ayat 70)
Doa Tukang Sihir Setelah Taubat
Firaun mencela para ahli sihirnya setelah sujud dan beriman kepada Allah tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya . Bahkan, Firaun menuduh mereka berkomplot dengan Nabi Musa untuk merebut kekuasaan dari tangannya.
Akhirnya Firaun mengancam untuk memotong tangan dan kaki mereka ditambah siksaan berupa penyaliban. Semua itu merupakan kemurkaan Firaun terhadap mereka. Firaun berusaha melakukan balas dendam dengan perbuatan mereka. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan memenuhi seruan Nabi Musa, akan menemui nasib yang amat buruk.
Para tukang sihir ini pun berdoa kepada Allah. Berikut kisahnya diabadikan dalam Al-Qur'an:
Inilah anugerah Allah yang jika Dia berkehendak apapun bisa terjadi. Firaun dengan kedunguannya mengira ular itu sama dengan sihir. Ia selalu membangkang dan tidak menerima kebenaran meski sudah menyaksikannya di hadapannya sendiri.
Melihat kejadian itu, para ahli sihir Firaun langsung tesungkur dan bersujud. Mereka bertaubat kepada Allah dan menyatakan keimanannnya.
وَ اُلۡقِىَ السَّحَرَةُ سٰجِدِيۡنَ
Artinya: "Dan para pesihir itu serta merta menjatuhkan diri dengan bersujud." (QS. Al-A'raf Ayat 120)
قَالُوۡۤا اٰمَنَّا بِرَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَ
Artinya: "Mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam." (QS Al-A'raf Ayat 121)
Mereka yakin tentang kebenaran seruan Nabi Musa dan beliau bukan pesihir seperti yang mereka duga sebelumnya. Selain itu, para ahli sihir menyadari bahwa sihir mereka yang dibangga-banggakan selama ini hanyalah kebatilan dan tidak berdaya bila berhadapan dengan Allah Yang Maha Kuasa.
Mengenai bersujudnya para tukang sihir ini, Allah menerangkannya dalam ayat lain: "Lalu para pesihir itu merunduk bersujud, seraya berkata, "Kami telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa." (QS Thaha Ayat 70)
Doa Tukang Sihir Setelah Taubat
Firaun mencela para ahli sihirnya setelah sujud dan beriman kepada Allah tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya . Bahkan, Firaun menuduh mereka berkomplot dengan Nabi Musa untuk merebut kekuasaan dari tangannya.
Akhirnya Firaun mengancam untuk memotong tangan dan kaki mereka ditambah siksaan berupa penyaliban. Semua itu merupakan kemurkaan Firaun terhadap mereka. Firaun berusaha melakukan balas dendam dengan perbuatan mereka. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan memenuhi seruan Nabi Musa, akan menemui nasib yang amat buruk.
Para tukang sihir ini pun berdoa kepada Allah. Berikut kisahnya diabadikan dalam Al-Qur'an:
Lihat Juga :