8 Keringanan dan Rukhsah dalam Ibadah Haji
Senin, 26 Juni 2023 - 15:37 WIB
loading...
Ibadah haji meski terkesan ibadah yang berat untuk dilaksanakan, di dalamnya justru banyak keringanan bagi jemaah Haji. Foto/islamonline
A
A
A
Ibadah Haji 2023 akan memasuki masa puncaknya besok saat Wukuf di Arafah bertepatan Selasa 27 Juni 2023 sesuai ketetapan waktu Pemerintah Arab Saudi. Wukuf di Arafah merupakan rangkaian haji wajib dilaksanakan seluruh jemaah haji.
Berikut keringanan-keringanan dalam Ibadah Haji yang perlu diketahui oleh para jemaah. Hal ini dipaparkan Pendiri Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat dalam satu kajiannya.
Ibadah haji meski terkesan ibadah yang berat untuk dilaksanakan, namun di dalamnya justru banyak sekali keringanan. Semua keringanan ini bersifat syar'i, sebagaimana karakter asli agama Islam yang merupakan agama yang mudah, ringan, fleksible serta manusiawi.
Berikut ini beberapa rukhshah, keringanan, toleransi, kemurahan, kemudahan dalam Ibadah Haji :
1. Khusus Bagi Yang Mampu
Meskipun ibadah haji termasuk rukun Islam, namun para ulama sepakat haji itu tidak diwajibkan kecuali hanya kepada mereka yang mampu saja. Al-Qur'an Al-Karim secara tegas menyebutkan bahwa Allah mewajibkan ibadah ini hanya kepada mereka yang mampu untuk berangkat haji. Sehingga mereka yang tidak masuk dalam kategori mampu, tidaklah diwajibkan untuk mengerjakan Ibadah Haji.
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً
Artinya: "Mengerjakan ibadah haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah." (QS. Ali Imran ayat 97)
2. Cukup Dikerjakan Sekali Seumur Hidup
Ibadah Haji hanya diwajibkan sekali saja seumur hidup, sementara ibadah-ibadah lain seperti shalat, zakat dan puasa diwajibkan untuk seterusnya berulang-ulang setiap putaran waktu, dan berlaku untuk selama-lamanya seumur hidup.
Sholat itu terus menerus wajib dikerjakan bahkan sehari sampai 5 kali, dan berlaku sepanjang hayat. Tidak pernah kita diberi libur shalat untuk selamanya. Puasa Ramadhan juga diwajibkan berulang-ulang setiap tahun hingga kita wafat. Termasuk juga zakat diwajibkan untuk dikeluarkan setiap tahun, bahkan untuk petani setiap kali panen. Hanya ibadah haji saja yang kewajibannya itu cuma sekali saja untuk seumur hidup dan setelah itu tidak wajib. Kalau mau balik lagi silahkan, tapi tidak wajib.
Dan hal ini langsung dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW. Meskipun Beliau tinggal di tanah suci Mekah Al-Mukaramah, tetapi hanya sekali saja melaksanakan ibadah haji dalam hidupnya.
Berikut keringanan-keringanan dalam Ibadah Haji yang perlu diketahui oleh para jemaah. Hal ini dipaparkan Pendiri Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat dalam satu kajiannya.
Ibadah haji meski terkesan ibadah yang berat untuk dilaksanakan, namun di dalamnya justru banyak sekali keringanan. Semua keringanan ini bersifat syar'i, sebagaimana karakter asli agama Islam yang merupakan agama yang mudah, ringan, fleksible serta manusiawi.
Berikut ini beberapa rukhshah, keringanan, toleransi, kemurahan, kemudahan dalam Ibadah Haji :
1. Khusus Bagi Yang Mampu
Meskipun ibadah haji termasuk rukun Islam, namun para ulama sepakat haji itu tidak diwajibkan kecuali hanya kepada mereka yang mampu saja. Al-Qur'an Al-Karim secara tegas menyebutkan bahwa Allah mewajibkan ibadah ini hanya kepada mereka yang mampu untuk berangkat haji. Sehingga mereka yang tidak masuk dalam kategori mampu, tidaklah diwajibkan untuk mengerjakan Ibadah Haji.
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً
Artinya: "Mengerjakan ibadah haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah." (QS. Ali Imran ayat 97)
2. Cukup Dikerjakan Sekali Seumur Hidup
Ibadah Haji hanya diwajibkan sekali saja seumur hidup, sementara ibadah-ibadah lain seperti shalat, zakat dan puasa diwajibkan untuk seterusnya berulang-ulang setiap putaran waktu, dan berlaku untuk selama-lamanya seumur hidup.
Sholat itu terus menerus wajib dikerjakan bahkan sehari sampai 5 kali, dan berlaku sepanjang hayat. Tidak pernah kita diberi libur shalat untuk selamanya. Puasa Ramadhan juga diwajibkan berulang-ulang setiap tahun hingga kita wafat. Termasuk juga zakat diwajibkan untuk dikeluarkan setiap tahun, bahkan untuk petani setiap kali panen. Hanya ibadah haji saja yang kewajibannya itu cuma sekali saja untuk seumur hidup dan setelah itu tidak wajib. Kalau mau balik lagi silahkan, tapi tidak wajib.
Dan hal ini langsung dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW. Meskipun Beliau tinggal di tanah suci Mekah Al-Mukaramah, tetapi hanya sekali saja melaksanakan ibadah haji dalam hidupnya.
Lihat Juga :