Rukun Salat Iduladha Tak Berbeda dengan Salat Idulftri
Selasa, 27 Juni 2023 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: “Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi dan petang.” Atau boleh juga membaca:
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.”
Baca juga: Sunnah Sholat Idul Adha: Tata Cara dan Amalannya
Ketiga, membaca Surat al-Fatihah . Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan membaca Surat al-A'lâ .
Berlanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.
Keempat, dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan “allâhu akbar” seperti sebelumnya.
Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Usai membaca Surat al-Fatihah, pada rakaat kedua ini dianjurkan membaca Surat al-Ghâsyiyah . Berlanjut ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
Kelima, setelah salam, jemaah tak disarankan buru-buru pulang, melainkan mendengarkan khutbah iduladha terlebih dahulu hingga rampung. Kecuali bila salat id ditunaikan tidak secara berjemaah.
Pada momen Iduladha, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir. Takbiran dilaksanakan sejak bakda shubuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga selesainya hari tasyrik, yakni 11, 12, 13 Zulhijjah. Takbiran hari raya Iduladha dilakukan tiap selesai salat fadhu.
Baca juga: Begini Tata Cara Sholat Idul Adha di Rumah Saja!
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.”
Baca juga: Sunnah Sholat Idul Adha: Tata Cara dan Amalannya
Ketiga, membaca Surat al-Fatihah . Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan membaca Surat al-A'lâ .
Berlanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.
Keempat, dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan “allâhu akbar” seperti sebelumnya.
Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Usai membaca Surat al-Fatihah, pada rakaat kedua ini dianjurkan membaca Surat al-Ghâsyiyah . Berlanjut ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
Kelima, setelah salam, jemaah tak disarankan buru-buru pulang, melainkan mendengarkan khutbah iduladha terlebih dahulu hingga rampung. Kecuali bila salat id ditunaikan tidak secara berjemaah.
Pada momen Iduladha, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir. Takbiran dilaksanakan sejak bakda shubuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga selesainya hari tasyrik, yakni 11, 12, 13 Zulhijjah. Takbiran hari raya Iduladha dilakukan tiap selesai salat fadhu.
Baca juga: Begini Tata Cara Sholat Idul Adha di Rumah Saja!
(mhy)
Lihat Juga :