Mencegah Orang Berbuat Jahat dengan Mengamalkan Surat Al-Hajj Ayat 73-74
Selasa, 04 Juli 2023 - 06:20 WIB
loading...
Surat Al-Hajj ayat 73-74 antara lain dapat mencegah orang berbuat jahat. Foto/Ilustrasi: istock
A
A
A
Muhammad Taqi Al-Muqaddam dalam bukunya berjudul "Khazanah Al-Asrar" memaparkan manfaat dari ayat Al-Quran untuk penyembuhan berbagai penyakit.
Surat Al-Hajj ayat 73-74, misalnya, antara lain dapat mencegah orang berbuat jahat. Ketika seseorang merasa ada orang yang ingin berbuat zalim, maka salah satu wasilah ialah dengan membaca Surat Al-Hajj ayat 73-74.
Berikut bacaan Surat Al-Hajj ayat 73-74 tersebut:
Yaaa ayyuhan naasu duriba masalun fastami'uu lah; innal laziina tad'uuna min duunil laahi lai yakhluquu zubaabanw wa lawijtama'uu lahuu wa iny yaslub humuz zubbabu shai'al laa yastan qizuuhu minh; da'ufat taalibu walmatluub
Maa qadrul laaha haqqa qadrih; innal laaha la Qawiyyun 'Aziiz
Artinya: "Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah. Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (QS Al-Hajj: 73)
Baca juga: Manfaat Dahsyat Surah At-Tahrim sebagai Penyembuh
Tafsir Surat Al-Hajj
Al-Mahalli dan As-Suyuthi dalam Tafsir Jalalayn menjelaskan permisalan Allah tersebut berkenaan dengan kafir Quraisy Makkah yang masih saja menyembah berhala, hingga mereka melumurinya dengan minyak wangi seperti Za’faron.
Surat Al-Hajj ayat 73-74, misalnya, antara lain dapat mencegah orang berbuat jahat. Ketika seseorang merasa ada orang yang ingin berbuat zalim, maka salah satu wasilah ialah dengan membaca Surat Al-Hajj ayat 73-74.
Berikut bacaan Surat Al-Hajj ayat 73-74 tersebut:
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسۡتَمِعُوۡا لَهٗ ؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ تَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ لَنۡ يَّخۡلُقُوۡا ذُبَابًا وَّلَوِ اجۡتَمَعُوۡا لَهٗ ؕ وَاِنۡ يَّسۡلُبۡهُمُ الذُّبَابُ شَيۡــًٔـا لَّا يَسۡتَـنۡـقِذُوۡهُ مِنۡهُ ؕ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالۡمَطۡلُوۡبُ
مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدۡرِهٖؕ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِىٌّ عَزِيۡزٌ
مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدۡرِهٖؕ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِىٌّ عَزِيۡزٌ
Yaaa ayyuhan naasu duriba masalun fastami'uu lah; innal laziina tad'uuna min duunil laahi lai yakhluquu zubaabanw wa lawijtama'uu lahuu wa iny yaslub humuz zubbabu shai'al laa yastan qizuuhu minh; da'ufat taalibu walmatluub
Maa qadrul laaha haqqa qadrih; innal laaha la Qawiyyun 'Aziiz
Artinya: "Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah. Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (QS Al-Hajj: 73)
Baca juga: Manfaat Dahsyat Surah At-Tahrim sebagai Penyembuh
Tafsir Surat Al-Hajj
Al-Mahalli dan As-Suyuthi dalam Tafsir Jalalayn menjelaskan permisalan Allah tersebut berkenaan dengan kafir Quraisy Makkah yang masih saja menyembah berhala, hingga mereka melumurinya dengan minyak wangi seperti Za’faron.
Lihat Juga :