Hikmah Iduladha dan Napak Tilas Pengorbanan Nabi Ibrahim
Rabu, 05 Juli 2023 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
Nabi Ibrahim tidak hanyak fokus terhadap kesalehan individual, melainkan juga memikirkan keluarga, turunannya dan negerinya. Tak heran, jika Nabi Ibrahim diakui sebagai panutan dan bapak para Nabi yang patut kita teladani.
"Sebagaimana yang kita temukan dalam Al-Qur'an, Nabi Ibrahim mendoakan agar dikaruniai negeri yang aman, damai dan mendapatkan rezei dari langit. Beliau patut kita teladani karena tidak hanya mendoakan dirinya dan keluarganya, tetapi juga untuk negerinya," kata Kiyai Suaib yang mendapatkan gelar Pascasarjana-nya dari Islamic University Khartoum, Sudan.
Selain itu, salah satu hikmah di Bulan Haji ini adalah menunjukkan kepada umat Islam di seluruh dunia bahwa meskipun berbeda-beda suku etnis, negara warna kulit, bentuk wajah tetapi umat muslim adalah satu. Satu tujuan dan satu kiblat yaitu Ka'bah, Allah dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW. Ini menunjukkan bahwa umat Islam sangat menghargai dan bertoleransi terhadap yang lain. Karena walaupun kita berbeda beda tetapi sesungguhnya sama.
"Jika kelompok ekstreem berusaha menciptakan ekslusivisme, intoleransi di masyarakat dan menganggap orang lain bukan bagian dari dirinya, maka hal ini harus dihilangkan. Sebab cara berpikir seperti itu bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam yang sangat menghormati perbedaan," ujar anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
Kiyai Suaib menambahkan, dalam ibadah Haji juga dilarang saling mencela bertengkar dan melakukan tindakan apapun yang merusak. Termasuk mencabut pohon dan atau memotong pohon di jalan. Ini adalah petunjuk bahwa dalam upaya menciptakan iklim yang kondusif dalam kehidupan sosial kita harus menghindari perbuatan-perbuatan tercela seperti saling menjatuhkan dan saling memojokkan.
Karena itu, hikmah-hikmah yang terkandung dalam Iduladha atau disebut juga Hari Raya Haji dapat kita jadikan sebagai pedoman dalam membangun masyarakat yang damai.
Baca Juga: KH Abdullah Jaidi: Ketaatan dan Pengorbanan Nabi Ibrahim Layak Diteladani
"Sebagaimana yang kita temukan dalam Al-Qur'an, Nabi Ibrahim mendoakan agar dikaruniai negeri yang aman, damai dan mendapatkan rezei dari langit. Beliau patut kita teladani karena tidak hanya mendoakan dirinya dan keluarganya, tetapi juga untuk negerinya," kata Kiyai Suaib yang mendapatkan gelar Pascasarjana-nya dari Islamic University Khartoum, Sudan.
Selain itu, salah satu hikmah di Bulan Haji ini adalah menunjukkan kepada umat Islam di seluruh dunia bahwa meskipun berbeda-beda suku etnis, negara warna kulit, bentuk wajah tetapi umat muslim adalah satu. Satu tujuan dan satu kiblat yaitu Ka'bah, Allah dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW. Ini menunjukkan bahwa umat Islam sangat menghargai dan bertoleransi terhadap yang lain. Karena walaupun kita berbeda beda tetapi sesungguhnya sama.
"Jika kelompok ekstreem berusaha menciptakan ekslusivisme, intoleransi di masyarakat dan menganggap orang lain bukan bagian dari dirinya, maka hal ini harus dihilangkan. Sebab cara berpikir seperti itu bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam yang sangat menghormati perbedaan," ujar anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
Kiyai Suaib menambahkan, dalam ibadah Haji juga dilarang saling mencela bertengkar dan melakukan tindakan apapun yang merusak. Termasuk mencabut pohon dan atau memotong pohon di jalan. Ini adalah petunjuk bahwa dalam upaya menciptakan iklim yang kondusif dalam kehidupan sosial kita harus menghindari perbuatan-perbuatan tercela seperti saling menjatuhkan dan saling memojokkan.
Karena itu, hikmah-hikmah yang terkandung dalam Iduladha atau disebut juga Hari Raya Haji dapat kita jadikan sebagai pedoman dalam membangun masyarakat yang damai.
Baca Juga: KH Abdullah Jaidi: Ketaatan dan Pengorbanan Nabi Ibrahim Layak Diteladani
(rhs)
Lihat Juga :