Keutamaan dan Faedah Menatap Langit di Waktu Fajar, Sunah yang Terlupakan

Minggu, 09 Juli 2023 - 19:34 WIB
loading...
A A A
لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ


“Sekiranya di langit dan bumi ada tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy dari pada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya: 22)

5. Bertambahnya keimanan dengan menyaksikan kekuasaan Allah, keagungan ciptaan-Nya, dan kesempurnaan kreasi-Nya

Rasa takjub yang muncul saat seorang mukmin melihat angkasa raya, akan membuatnya semakin yakin bahwa Dia Yang mampu menicptakan semua kehebatan ini, adalah Dzat yang maha segala-galanya. Tidak ada lagi keraguan sedikit pun di dalam hatinya akan adanya Allah. Dengan demikian, jika stamina iman bertambah, semangat ibadah pun semakin menggebu-gebu.

6. Tumbuhnya sifat tawadhu’ (rendah hati) pada diri seseorang ketika ia melihat langit; makhluk yang jauh lebih besar darinya

Maka dengan mengetahui qudrah (kekuasaan) Allah, hilanglah benih-benih kesombongan, jiwanya pun tersucikan dari noktah-noktah hitam kejumawaan. Tumbuh kesadaran di hati, bahwa ia hanyalah debu di dalam debu. Manusia hanyalah makhluk yang kecil di planet bernama ‘Bumi’. Dibandingkan dengan planet-planet lainnya yang ada di tata surya, Bumi tidak lebih besar daripada Saturnus, Uranus, atau Jupiter.

Lebih dari itu, dengan melihat langit yang di sana terdapat Matahari saat siang dan Bulan di saat malam, seseorang akan semakin tawadhu’, bahwa ia bukanlah siapa-siapa. Sepenuhnya ia menyadari, bahwa semua yang ada di bumi, sangat bergantung dengan apa yang ada di atas sana.

Maka, jika di dunia ini masih ada orang yang berlaku sombong, bersifat angkuh, merasa lebih hebat dari pada yang lainnya, boleh jadi, ia merasa sedang di langit. Padahal, kakinya masih berpijak di bumi. Dan jika pun ia mempunyai kelebihan tertentu, bukan berarti ia boleh ujub dan takabur akan kehebatan dirinya. Sebab, masih ada langit di atas langit.

7. Tumbuhnya rasa khauf (takut) kepada Allah

Setiap kali kekuatan “Sang Raja” tampak jelas di mata seorang abdi, bertambahlah rasa takut dalam hatinya. Karena itulah ia akan selalu taat dan tidak berani berbuat maksiat. Jadi, dengan melihat langit, seseorang menginsafi adanya Dzat Yang Maha Melihat dan senantiasa mengawasi gerak-geriknya.

إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ


“Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.” (QS. Al-Fajr: 14)

Inilah perbedaan antara takut kepada Allah dan takut kepada makhluk. Ketika kita takut kepada makhluk, maka kita akan menghindar dan menjauhinya. Tetapi ketika kita takut kepada Allah, maka kita kita akan semakin dekat dengan-Nya.

8. Tumbuhnya sifat tawakkal

Yaitu bersandar hanya kepada Allah; Dzat yang mengatur kehidupan ini. Mutawakkil, orang yang bertawakkal, artinya orang percaya dan menyerahkan segala urusannya kepada Dia yang yang Maha Mampu. “Sesungguhnya, apabila Dia menghendaki sesuatu, maka ia hanya perlu berkata, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu.” (QS. Yasin: 82)

9. Beriman kepada Allah dengan seluruh Asma’ul Husna dan sifat-sifat-Nya

Di antara nama dan sifat itu ialah; “Al-Aliy” (Yang Maha Tinggi), ‘Ar-Raziq’ (Yang Maha Memberi Rizqi), “Al-Lathif” (Yang Maha Lembut), “Al-Aziz” (Yang Maha Mulia), “Al-Khaliq” (Yang Maha Mencipta), “Al-Qahiru fauqa ‘Ibaadihi” Dia yang Maha Perkasa, berada di atas seluruh makhluk, dilihat dari tempat dan kedudukan-Nya. Bukti-bukti dari semua nama dan sifat yang bagus itu, dapat kita saksikan dengan menatap langit.

10. Kehinaan penguasa-penguasa selain Allah yang ditinggikan, diagungkan, berlaku zalim dan menyombongkan diri di muka bumi.

Maksudnya, seseorang yang menghadap ke langit berarti dia hanya memiliki Allah. Maka pada saat yang bersamaan, ia telah meruntuhkan kejumawaan para sultan, raja, presiden, atau siapa pun yang berkuasa, karena sesungguhnya mereka itu memang tidak bisa berbuat banyak. Maka tidak bisa terlalu diharapkan. Hanya Allah sajalah penguasa Yang Maha Adil dan Bijaksana.

Baca juga: Langit Adalah Kiblatnya Doa, Ini Dalilnya

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Keutamaan Membaca Surat...
Keutamaan Membaca Surat Al Fajr, Salah Satunya akan Mendapat Cahaya di Hari Kiamat
Memandang Langit Amalan...
Memandang Langit Amalan Penuh Hikmah, Begini 10 Faedahnya!
Tips Menjalankan Aqiqah...
Tips Menjalankan Aqiqah dengan Praktis dan Sesuai Syariat
Doa setelah Salat Witir...
Doa setelah Salat Witir Sesuai Sunah Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW Membenci...
Nabi Muhammad SAW Membenci Suami yang Suka Memukul Istrinya
Puasa Tasua dan Asyura...
Puasa Tasua dan Asyura Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal
Rekomendasi
Astronom Temukan Sinyal...
Astronom Temukan Sinyal Radio Berusia 8 Miliar Tahun
60 Spesies Baru Ditemukan...
60 Spesies Baru Ditemukan di Bawah Laut Pulau Paskah
Iran Gunakan Inovasi...
Iran Gunakan Inovasi Penyemaian Awan di Tengah Kemarau Terburuk dalam Sejarah
Artikel Terkini
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Quran tentang Kekayaan, Panduan Mencari dan Mengelola Harta Halal
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Kapan Harta Menjadi...
Kapan Harta Menjadi Tercela? Ini Sikap yang Menyebabkannya
Pandangan Islam tentang...
Pandangan Islam tentang Harta: Benarkah Kaya Lebih Baik daripada Miskin?
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved