Kisah Pembenci Islam yang Jadi Mualaf, Arnoud van Doorn: Muslim Jadi Sasaran Standar Ganda

Selasa, 18 Juli 2023 - 11:25 WIB
loading...
Kisah Pembenci Islam...
Arnoud van Doorn: Muslim Jadi Sasaran Standar Ganda. Foto/Ilustrasi: IG
A A A
Politisi anti-Islam yang kemudian menjadi mualaf, Arnoud van Doorn , angkat bicara terkait insiden pembakaran Al-Quran . Dia bilang insiden ini sebagai kejahatan rasial. "Muslim menjadi sasaran standar ganda," ujar Arnoud van Doorn.

Arnoud van Doorn adalah bekas politisi Belanda yang dikenal karena perjalanan politik dan agamanya yang tidak biasa. Van Doorn memulai karier politiknya di Negeri Kincir Angin sebagai anggota Partai Kebebasan (PVV), sebuah partai politik sayap kanan yang terkenal dengan sikap anti-Islamnya.

Van Doorn termasuk di antara para pemimpin partai yang membantu memproduksi film ofensif berjudul Fitna pada 2008 yang menghubungkan Islam dan Al-Quran dengan kekerasan.

Setelah protes Muslim pada film tersebut, Doorn mulai membaca lebih banyak tentang Islam dan Nabi Muhammad . Inilah yang membawanya masuk Islam pada tahun 2013.

Sejak itu, Arnoud van Doorn menjadi anggota aktif komunitas muslim Belanda dan pembela hak-hak mereka.

Baca juga: Kisah Mualaf Bangsawan Inggris Lord Headly Al-Farooq

Mengomentari kasus di Den Haag 23 Januari, saat Wagensveld merobek beberapa halaman dari salinan Al-Qur'an dan kemudian membakarnya, tindakan tersebut harus dianggap sebagai ujaran kebencian di seluruh UE.

Kantor Berita Anadolu melaporkan, Doorn menganggap pemimpin Pegida – sebuah gerakan Islamofobia – tindakan Edwin Wagensveld terhadap Al-Qur'an "keterlaluan".

"Ini adalah situasi yang menyakiti dan mempermalukan umat Islam," kata Van Doorn, mencatat: "Sangat aneh bahwa ini diperbolehkan, terutama pada saat polarisasi di Belanda. Negara harus menyatukan kelompok etnis daripada terus-menerus mempermalukan dan meminggirkan kelompok etnis tertentu."

Dia menyebut ada standar ganda terhadap Muslim. "Jika Anda membakar bendera Israel, itu menjadi anti-Semitisme; jika Anda membakar bendera pelangi, itu adalah ujaran kebencian. Mereka semua provokatif, itu semua tindak pidana. Tapi jika Anda membakar Al-Qur'an, merusaknya atau mengolok-oloknya dengan cara lain, maka itu adalah kebebasan berekspresi," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Cara Orang Bisu Masuk...
Cara Orang Bisu Masuk Islam, Bagaimana Syahadatnya?
Kisah Mualaf Dondy Tan,...
Kisah Mualaf Dondy Tan, Mempelajari Al Quran Secara Serius hingga Melakukan Penelitian
Tafsir Surat Al Baqarah...
Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 155-156 yang Membuat dr Richard Lee Mualaf, Isinya tentang Ujian dan Kesabaran
Perjalanan Dokter Richard...
Perjalanan Dokter Richard Lee Menemukan Islam: Dari Kekaguman hingga Mualaf
Kisah Mualaf Ginno Albert...
Kisah Mualaf Ginno Albert Pendeta GBI yang Putuskan Mualaf Karena Hal Ini
Menteri Nasaruddin Umar:...
Menteri Nasaruddin Umar: Hormati Orang Tua Meski Beda Agama
Rekomendasi
Suara Bawah Air Terkeras...
Suara Bawah Air Terkeras Terdengar dari Lokasi Paling Terpencil di Bumi
Jika Sumur Neraka Berpenghuni,...
Jika Sumur Neraka Berpenghuni, Sains Pastikan Bukan Makhluk Sembarangan
Penemuan Terbesar: Manasik...
Penemuan Terbesar: Manasik Haji
Artikel Terkini
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Korupsi Merupakan Karakter...
Korupsi Merupakan Karakter Orang Munafik, Dosanya Mengerikan!
Suap-Menyuap Termasuk...
Suap-Menyuap Termasuk Bentuk Korupsi yang Dilaknat, Begini Penjelasannya
Mengapa Korupsi Diharamkan...
Mengapa Korupsi Diharamkan dan Termasuk Dosa Besar dalam Islam?
Curang dalam Islam:...
Curang dalam Islam: Ancaman Pelaku Kecurangan dalam Al-Qur'an dan Hadis, Bukan Golongan Rasulullah
4 Kisah Menuntut Ilmu...
4 Kisah Menuntut Ilmu dalam Al-Qur'an yang Penuh Hikmah, dari Nabi Musa hingga Burung Hudhud
Infografis
Ilmuwan NASA Yakin Jupiter...
Ilmuwan NASA Yakin Jupiter Jadi Sarang Alien
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved