Heboh Ritual Syiah di Bandung, Benarkah Ajaran Sesat? Ini Penjelasannya
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
ومن هذه الآية انتزع الإمام مالك -رحمه الله، في رواية عنه-بتكفير الروافض الذين يبغضون الصحابة، قال: لأنهم يغيظونهم، ومن غاظ الصحابة فهو كافر لهذه الآية. ووافقه طائفة من العلماء على ذلك. والأحاديث في فضائل الصحابة والنهي عن التعرض لهم بمساءة كثيرة ، ويكفيهم ثناء الله عليهم، ورضاه عنهم.
"Dari ayat ini, Imam Malik rahimahullah –dalam sebuah riwayat darinya- memutuskan kafirnya kaum rafidhah, orang-orang yang membenci para sahabat. Beliau berkata: "Karena mereka murka terhadap para sahabat, maka itu adalah kafir menurut ayat ini." Segolongan ulama menyetujui pendapat ini. Dan telah banyak Hadits tentang keutamaan para sahabat dan larangan mencela mereka dengan keburukan, cukuplah bagi mereka pujian dari Allah dan keridhaan-Nya bagi mereka." (Tafsir Al-Quran Al-'Azhim, 7/362)
Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata:
لقد أحسن مالك في مقالته و أصاب في تأويله، فمن نقص واحداً منهم أو طعن عليه في روايته فقد ردَّ على الله رب العالمين و أبطل شرائع المسلمين
"Alangkah bagusnya perkataan Imam Malik dan benarlah takwilnya itu, bahwa barang siapa yang mencederai satu saja di antara mereka (para sahabat), atau menyerang mereka pada riwayat riwayat yang di bawa oleh mereka, maka sama saja telah membantah Allah Rabb semesta alam dan membatalkan syariat kaum muslimin." (Tafsir Al Qurthubi, 16/297)
Imam Al-Auza'i rahimahullah berkata:
من شتم أبا بكر الصديق - رضي الله عنه - فقد ارتد عن دينه و أباح دمه
"Barang siapa yang mencela Abu Bakar As-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, maka dia telah murtad dari agamanya dan halal darahnya (maksudnya boleh dihukum mati)." (Syarh Al-Ibanah, Hal 161)
Ini pula yang diikuti oleh umumnya ulama Arab Saudi. Kalau kita pakai pendapat ini tentu terlarang pula sholat di belakang Rafidhah. Umumnya saat ini mereka di Iran dan Iraq.
Ada juga yang menyebut Rafidhah adalah Ahlul Bid'ah, sesat, tapi tidak sampai kafir. Seperti Hadhratusy Syaikh KH Hasyim Asy'ari, Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dan ulama lainnya. Sehingga, jika pendapat ini yang dipakai, maka masih sah jadi makmum mereka tapi makruh.
"Dari ayat ini, Imam Malik rahimahullah –dalam sebuah riwayat darinya- memutuskan kafirnya kaum rafidhah, orang-orang yang membenci para sahabat. Beliau berkata: "Karena mereka murka terhadap para sahabat, maka itu adalah kafir menurut ayat ini." Segolongan ulama menyetujui pendapat ini. Dan telah banyak Hadits tentang keutamaan para sahabat dan larangan mencela mereka dengan keburukan, cukuplah bagi mereka pujian dari Allah dan keridhaan-Nya bagi mereka." (Tafsir Al-Quran Al-'Azhim, 7/362)
Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata:
لقد أحسن مالك في مقالته و أصاب في تأويله، فمن نقص واحداً منهم أو طعن عليه في روايته فقد ردَّ على الله رب العالمين و أبطل شرائع المسلمين
"Alangkah bagusnya perkataan Imam Malik dan benarlah takwilnya itu, bahwa barang siapa yang mencederai satu saja di antara mereka (para sahabat), atau menyerang mereka pada riwayat riwayat yang di bawa oleh mereka, maka sama saja telah membantah Allah Rabb semesta alam dan membatalkan syariat kaum muslimin." (Tafsir Al Qurthubi, 16/297)
Imam Al-Auza'i rahimahullah berkata:
من شتم أبا بكر الصديق - رضي الله عنه - فقد ارتد عن دينه و أباح دمه
"Barang siapa yang mencela Abu Bakar As-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, maka dia telah murtad dari agamanya dan halal darahnya (maksudnya boleh dihukum mati)." (Syarh Al-Ibanah, Hal 161)
Ini pula yang diikuti oleh umumnya ulama Arab Saudi. Kalau kita pakai pendapat ini tentu terlarang pula sholat di belakang Rafidhah. Umumnya saat ini mereka di Iran dan Iraq.
Ada juga yang menyebut Rafidhah adalah Ahlul Bid'ah, sesat, tapi tidak sampai kafir. Seperti Hadhratusy Syaikh KH Hasyim Asy'ari, Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dan ulama lainnya. Sehingga, jika pendapat ini yang dipakai, maka masih sah jadi makmum mereka tapi makruh.