9 Tahun Genosida Kaum Yazidi oleh ISIS: Kesaksian Barzan Saat Diculik Berusia 14 Tahun
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 20:29 WIB
loading...
A
A
A
“Saya ingat bersembunyi di pegunungan sampai jam 8 pagi. Panas sekali. Kami haus dan lelah secara fisik karena ketakutan dan terus lari,” kata Barzan.
Baca juga: Inggris Resmi Akui ISIS Lakukan Genosida Kaum Yazidi di Irak
Namun, para militan segera menyusul mereka dan mengepung daerah tersebut.
"Mereka ada di kita," tambahnya. “Mereka memasukkan kami ke dalam truk dan membawa kami ke sebuah gedung kosong. Mereka memisahkan perempuan dan anak perempuan dari kami anak di bawah umur yang laki-laki.”
Mereka yang ditangkap dibawa ke gedung sekolah. Perempuan dan anak-anak dipisahkan dari suami dan saudara laki-laki mereka. Mereka yang menolak masuk Islam versi mereka dibantai.
Sedangkan untuk wanita dan anak-anak, diperkirakan 7.000 orang diangkut ke dalam truk dan dipindahkan secara paksa ke Suriah dan bagian lain Irak. Mereka dijual untuk dijadikan pembantu rumah tangga atau perbudakan seksual.
Anak laki-laki dan remaja dibawa pergi untuk pelatihan dan cuci otak. Mereka dijadikan apa yang dinamakan oleh mereka sebagai “anak-anak kekhalifahan”. Mereka dipaksa ikut berperang bersama para militan.
“Saya dan teman-teman dibawa ke Tel Afar, lalu ke Mosul,” kata Barzan. “Mereka memaksa kami untuk melupakan agama kami. Kami harus masuk Islam dan memulai pelatihan militer.”
Pelatihannya berlangsung di Deir Ezzor, Suriah. Kemudian dikerahkan ke garis depan di Mosul Irak. “Beberapa teman yang sudah dicuci otaknya berubah menjadi pelaku bom bunuh diri,” kata Barzan.
“Saya melihat tentara Daesh membunuh anak laki-laki di depan ibu mereka. Saya melihat mereka mengambil gadis praremaja dari tangan ibu mereka untuk diperkosa.”
Baca juga: Inggris Resmi Akui ISIS Lakukan Genosida Kaum Yazidi di Irak
Namun, para militan segera menyusul mereka dan mengepung daerah tersebut.
"Mereka ada di kita," tambahnya. “Mereka memasukkan kami ke dalam truk dan membawa kami ke sebuah gedung kosong. Mereka memisahkan perempuan dan anak perempuan dari kami anak di bawah umur yang laki-laki.”
Mereka yang ditangkap dibawa ke gedung sekolah. Perempuan dan anak-anak dipisahkan dari suami dan saudara laki-laki mereka. Mereka yang menolak masuk Islam versi mereka dibantai.
Sedangkan untuk wanita dan anak-anak, diperkirakan 7.000 orang diangkut ke dalam truk dan dipindahkan secara paksa ke Suriah dan bagian lain Irak. Mereka dijual untuk dijadikan pembantu rumah tangga atau perbudakan seksual.
Anak laki-laki dan remaja dibawa pergi untuk pelatihan dan cuci otak. Mereka dijadikan apa yang dinamakan oleh mereka sebagai “anak-anak kekhalifahan”. Mereka dipaksa ikut berperang bersama para militan.
“Saya dan teman-teman dibawa ke Tel Afar, lalu ke Mosul,” kata Barzan. “Mereka memaksa kami untuk melupakan agama kami. Kami harus masuk Islam dan memulai pelatihan militer.”
Pelatihannya berlangsung di Deir Ezzor, Suriah. Kemudian dikerahkan ke garis depan di Mosul Irak. “Beberapa teman yang sudah dicuci otaknya berubah menjadi pelaku bom bunuh diri,” kata Barzan.
“Saya melihat tentara Daesh membunuh anak laki-laki di depan ibu mereka. Saya melihat mereka mengambil gadis praremaja dari tangan ibu mereka untuk diperkosa.”
Lihat Juga :