Ketika Negara Mullah Secara Bertahap Menjadi Masyarakat Pasca-Islam
Kamis, 10 Agustus 2023 - 11:19 WIB
loading...
Protes massal di Iran menyusul pembunuhan Jina Mahsa Amini. Foto/Ilustrasi: Qantara
A
A
A
Tiga buku baru saja diterbitkan untuk menandai protes massal di Iran menyusul pembunuhan Jina Mahsa Amini . Para penulis setuju dengan suara bulat bahwa ini adalah proses revolusi dan tidak ada jalan mundur.
Mereka menawarkan pandangan orang dalam tentang Iran dari sejumlah perspektif. Salah satu buku itu ditulis Katajun Amirpur.
Baca juga: Kanselir Jerman: Kematian Mahsa Amini Sangat Mengerikan
Sekadar mengingatkan, Jina Mahsa Amini meninggal di sebuah rumah sakit di Teheran, Iran, dalam keadaan yang mencurigakan. Patroli Bimbingan, polisi moral agama pemerintah Iran, menangkap Amini karena tidak mengenakan hijab sesuai dengan standar pemerintah yakni terlalu longgar sehingga memperlihatkan sebagian rambutnya.
Polisi, setelah memindahkannya ke rumah sakit, mengatakan dia mengalami serangan jantung di kantor polisi, pingsan, dan koma. Saksi mata, termasuk wanita yang ditahan bersama Amini, mengatakan dia dipukuli habis-habisan, dan dia meninggal akibat kebrutalan polisi. Pernyataan ini, selain scan medis yang bocor, membuat pengamat independen percaya bahwa Amini mengalami pendarahan otak atau stroke.
Kematian Amini mengakibatkan serangkaian unjuk rasa, yang digambarkan oleh CNN sebagai lebih luas daripada unjuk rasa 2009, 2017, dan 2019. The New York Times menyebut sebagai unjuk rasa Iran terbesar setidaknya sejak 2009.
Beberapa demonstran perempuan melepas hijab mereka atau memotong rambut mereka di depan umum sebagai aksi protes. Hingga 12 Oktober 2022, Hak Asasi Manusia Iran melaporkan setidaknya 201 pengunjuk rasa telah tewas oleh pasukan keamanan yang menghadapi unjuk rasa di seluruh negeri.
Amnesty International melaporkan bahwa pasukan keamanan Iran, dalam beberapa kasus, menembaki kelompok-kelompok dengan peluru tajam, dan dalam kasus lain membunuh pengunjuk rasa dengan memukuli mereka dengan tongkat.
Baca juga: Keluarga Mahsa Amini Dilaporkan Jadi Tahanan Rumah
![Ketika Negara Mullah Secara Bertahap Menjadi Masyarakat Pasca-Islam]()
Penyebab Ketidakpuasan
Mereka menawarkan pandangan orang dalam tentang Iran dari sejumlah perspektif. Salah satu buku itu ditulis Katajun Amirpur.
Baca juga: Kanselir Jerman: Kematian Mahsa Amini Sangat Mengerikan
Sekadar mengingatkan, Jina Mahsa Amini meninggal di sebuah rumah sakit di Teheran, Iran, dalam keadaan yang mencurigakan. Patroli Bimbingan, polisi moral agama pemerintah Iran, menangkap Amini karena tidak mengenakan hijab sesuai dengan standar pemerintah yakni terlalu longgar sehingga memperlihatkan sebagian rambutnya.
Polisi, setelah memindahkannya ke rumah sakit, mengatakan dia mengalami serangan jantung di kantor polisi, pingsan, dan koma. Saksi mata, termasuk wanita yang ditahan bersama Amini, mengatakan dia dipukuli habis-habisan, dan dia meninggal akibat kebrutalan polisi. Pernyataan ini, selain scan medis yang bocor, membuat pengamat independen percaya bahwa Amini mengalami pendarahan otak atau stroke.
Kematian Amini mengakibatkan serangkaian unjuk rasa, yang digambarkan oleh CNN sebagai lebih luas daripada unjuk rasa 2009, 2017, dan 2019. The New York Times menyebut sebagai unjuk rasa Iran terbesar setidaknya sejak 2009.
Beberapa demonstran perempuan melepas hijab mereka atau memotong rambut mereka di depan umum sebagai aksi protes. Hingga 12 Oktober 2022, Hak Asasi Manusia Iran melaporkan setidaknya 201 pengunjuk rasa telah tewas oleh pasukan keamanan yang menghadapi unjuk rasa di seluruh negeri.
Amnesty International melaporkan bahwa pasukan keamanan Iran, dalam beberapa kasus, menembaki kelompok-kelompok dengan peluru tajam, dan dalam kasus lain membunuh pengunjuk rasa dengan memukuli mereka dengan tongkat.
Baca juga: Keluarga Mahsa Amini Dilaporkan Jadi Tahanan Rumah

Penyebab Ketidakpuasan
Lihat Juga :