alexametrics

Bolehkah Perempuan Ikut Bertakbiran dan Bagaimana Tata Caranya?

loading...
Bolehkah Perempuan Ikut Bertakbiran dan Bagaimana Tata Caranya?
Mengumandangkan takbir menjelang hari raya disunnahkan untuk semua kaum muslimin, tak terkecuali bagi perempuan muslimah. foto ilustrasi/ist
Salah satu amalan pada bulan Dzulhijjah atau tepatnya menjelang pelaksanaan salat Idul Adha, adalah mengumandangkan takbir. Semua kaum muslimin diperbolehkan bertakbiran, tak terkecuali seorang perempuan muslimah.

Diperbolehkannya perempuan muslimah ikut bertakbiran, yakni dari hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, di antaranya hadis yang diriwayatkan dari Ummu 'Athiyyah radhiyallahu'anha, ia berkata :

“Pada hari Raya Ied kami diperintahkan untuk keluar sampai-sampai kami mengajak para anak gadis dari kamarnya dan juga para wanita yang sedang haid. Mereka duduk di belakang barisan kaum laki-laki dan mengucapkan takbir mengikuti takbirnya kaum laki-laki, dan berdoa mengikuti doanya kaum laki-laki dengan mengharap barakah dan kesucian hari raya tersebut.” (HR. Al-Bukhari)

Dalam kitab Fathul Qarib disebutkan bahwa takbir pada malam hari raya disunnahkan. Kesunnahan ini ditujukan untuk semua orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan, mukim ataupun musafir, sedang berada di rumah, masjid, ataupun di pasar. (Baca juga :Inilah Penampilan Terbaik Muslimah Saat Salat Ied)



Muhammad bin Qasim al-Ghazi mengatakan, “Disunahkan takbir bagi laki-laki dan perempuan, musafir dan mukim, baik yang sedang di rumah, jalan, masjid, ataupun pasar. Dimulai dari terbenam matahari pada malam hari raya berlanjut sampai salat Idul Fitr. Tidak disunnahkan takbir setelah salat Idul Fitri atau pada malamnya"

Merujuk pendapat ini, disunnahkan bagi siapapun untuk bertakbir menjelang kedatangan hari raya, sekalipun dalam kondisi perjalanan. Namun, dalil ini juga menunjukkan ada perbedaan pelaksanaan antara takbiran Idul Fitri dan pada saat Idul Adha.



Saat Idul Adha disunnahkan takbir setiap usai salat fardhu selama hari tasyrik (11,12, 13 Dzulhijah), yaitu setelah salat ‘Idul Adha dan ketika Idul Fitri takbir setelah salat Ied tidak disunnahkan.

Takbiran Idul Adha sendiri ada dua macam, yakni takbiran yang tidak terikat waktu (takbiran mutlak) dan takbiran yang terikat waktu. Berikut penjelasannya:

1. Takbiran yang tidak terikat waktu (Takbiran Mutlak)
halaman ke-1 dari 3
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ وَنَعۡلَمُ مَا تُوَسۡوِسُ بِهٖ نَفۡسُهٗ ۖۚ وَنَحۡنُ اَقۡرَبُ اِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ الۡوَرِيۡدِ
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

(QS. Qaf:16)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak