alexametrics

Pentingnya Menanam Akidah Anak Sejak Usia Dini

loading...
Pentingnya Menanam Akidah Anak Sejak Usia Dini
Dengan landasan akidah yang kokoh di atas Al-Quran dan al-Hadis, insya allah anak akan terjaga dan senantiasa dalam lindungan Allah. Foto ilustrasi/ist
Anak usia belia atau usia dini merupakan saat terpenting untuk penanaman pondasi akidah karena saat itu fitrah anak masih bersih. Inilah tanggung jawab ayah ibunya dan para guru agar anak tumbuh di atas fitrahnya yang lurus.

Akidah merupakan kunci kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Para nabi dan rasul pun telah menyeru kepada anak pada akidah yang lurus dengan menanamkan pemahaman akidah sejak dini. Seperti diungkap pada firman Allah Ta'ala :

وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.” (QS. Al-Baqarah : 132)



Akidah yang lurus ini didasarkan pada akidah islamiyah dengan enam pokok keimanan (rukum iman). Dinukil dari pendapat Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid dalam kitab 'Manhaj At-Tarbiyyah An-Nabawiyyah lit-Thift', dijelaskan, cara penanaman akidah kepada anak ini menurut cara Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dilakukan pada lima pilar mendasar. (Baca juga :Menghindari Tabarruj Saat Berjilbab Syar'i, Bagaimana Caranya?)

Pilar pertama pendiktean kalimat Tauhid. Pilar kedua, mencintai Allah Ta'ala dan merasa diawasi oleh-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya serta beriman kepada Qadha dan Qadar. Pilar ketiga mencintai Nabi SAW dan keluarganya. Pilar keempat mengajarkan Al-Qur-an. Pilar kelima, menanamkan akida yang kuat dan kerelaan berkorban karenanya.



Imam Al-Ghazali telah menekankan untuk memberikan perhatian kepada akidah anak dan mendiktekannya sejak kecil agar ia bisa tumbuh di atas akidah tersebut. Imam Al-Ghazali mengatakan, "Ketauilah bahwa apa yang telah kami sebutkan dalam menjelaskan akidah seyogyanya diberikan kepada sang aanak di awal perkembangannya agar ia bisa menghapalkannya benar-benar, sehingga makna-maknanya kelak di masa dewasa terus terungkap sedikit demi sedikit".

Langka pertamanya adalah memberikan hapalan, kemudian pemahaman, kemudian kepercayaan (i'tiqad), keyakinan dan pembenaran. Hal ini bsa terjadi pada diri anak tanpa harus diberi bukti (alasan) yang nyata. Ini adalah karunia dari Allah Ta'ala pada hati manusia bahwa Dia melapangkan hati manusia untuk menerima iman di awal pertumbuhannya tanpa perlu argumentasi atau bukti yang nyata.

Itu semua karena setiap bayi yang lahir diciptakan Allah Ta'ala di atas fitrah keimanan. Sebagaimana firman Allah Ta'ala :
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
فَلَمَّا نَسُوۡا مَا ذُكِّرُوۡا بِهٖ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ اَبۡوَابَ كُلِّ شَىۡءٍ ؕ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوۡا بِمَاۤ اُوۡتُوۡۤا اَخَذۡنٰهُمۡ بَغۡتَةً فَاِذَا هُمۡ مُّبۡلِسُوۡنَ
Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami membukakan semua pintu kesenangan duniawi untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan pemberian itu, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.

(QS. Al-An’am:44)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak