Hal yang Diharamkan adalah Batasan yang Digariskan Allah Taala
Selasa, 26 September 2023 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Indahnya Pengajaran Rasulullah SAW yang Tergambar dalam Hadis dari Nu'man bin Basyir
Abu Ubaidah Yusuf menambahkan sebagaimana dimaklumi bersama bahwa iman itu mencakup keyakinan, ucapan, dan perbuatan.
- Keyakinan. Dia mewujudkan amalan-amalan hati berupa cinta, berharap, takut, tawakal, ikhlas, pengagungan kepada Allah dan nabi-Nya serta amalan-amalan hati lainnya.
- Perbuatan. Dia membersihkan hatinya dengan ketaatan kepada Allah berupa amalan-amalan badan seperti salat, puasa, zakat, haji, dan amalan-amalan lainnya.
- Ucapan. Dia membersihkan hatinya dengan amalan-amalan lisan seperti membaca Al-Qur’an, zikir, amar makruf nahi mungkar, dan lain-lain.
Kedua, menyucikan hati dengan meninggalkan larangan Allah. Dia meninggalkan semua maksiat dan dosa dengan berbagai modelnya dan tingkatannya, sebab dosa itu sangat meracuni hati dan merusaknya. Bukankah semua kerusakan di muka bumi ini serta segala kerusakan dalam ekonomi, politik, sosial melainkan karena akibat dosa?
"Aku mendapati dosa itu mematikan hati dan terus-menerus dalam dosa menjadikan hina. Meninggalkan dosa adalah hidupnya hati. namun jiwa ingin selalu berdosa. (Al-Mujalasah wa-Jawahir al-‘Ilm)
Baca juga: Ketika Syubhat Menjadi Haram Berdasar Hadis dari Nu‘man bin Basyir
Abu Ubaidah Yusuf menambahkan sebagaimana dimaklumi bersama bahwa iman itu mencakup keyakinan, ucapan, dan perbuatan.
- Keyakinan. Dia mewujudkan amalan-amalan hati berupa cinta, berharap, takut, tawakal, ikhlas, pengagungan kepada Allah dan nabi-Nya serta amalan-amalan hati lainnya.
- Perbuatan. Dia membersihkan hatinya dengan ketaatan kepada Allah berupa amalan-amalan badan seperti salat, puasa, zakat, haji, dan amalan-amalan lainnya.
- Ucapan. Dia membersihkan hatinya dengan amalan-amalan lisan seperti membaca Al-Qur’an, zikir, amar makruf nahi mungkar, dan lain-lain.
Kedua, menyucikan hati dengan meninggalkan larangan Allah. Dia meninggalkan semua maksiat dan dosa dengan berbagai modelnya dan tingkatannya, sebab dosa itu sangat meracuni hati dan merusaknya. Bukankah semua kerusakan di muka bumi ini serta segala kerusakan dalam ekonomi, politik, sosial melainkan karena akibat dosa?
"Aku mendapati dosa itu mematikan hati dan terus-menerus dalam dosa menjadikan hina. Meninggalkan dosa adalah hidupnya hati. namun jiwa ingin selalu berdosa. (Al-Mujalasah wa-Jawahir al-‘Ilm)
Baca juga: Ketika Syubhat Menjadi Haram Berdasar Hadis dari Nu‘man bin Basyir
(mhy)
Lihat Juga :