Kisah Umm Ziml, Perempuan yang Murtad Demi Balas Dendam
Senin, 03 Agustus 2020 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Muhammad Husain Haikal dalam As-Siddiq Abu Bakr menyebut mengapa mereka begitu berani melakukan pemberontakan karena sudah tentu dendam lama yang ada pada sisa-sisa kabilah itu terhadap Muslimin. "Mereka adalah orang-orang yang sebelumnya sudah kalah. Itulah yang mendorong orang yang putus asa bergabung dan membuat perjanjian mengadakan perlawanan," tuturnya.
Kalau bukan karena dendam yang menggerogoti jantung mereka, apa pula gerangan yang membuat mereka bertahan setelah Tulaihah lari dan kebohongannya terbongkar? Umm Ziml ini memang mengidap luka dendam kepada Muslimin yang tak kunjung sembuh kendati sudah berlalu beberapa tahun silam. Wajar saja bila sisa-sisa itu kemudian bergabung dengan Umm Ziml dan dendam bersama itulah yang kemudian dijadikan panji dan benderanya.
Lalu, siapa Umm Ziml? Dia adalah anak perempuan Umm Qirfah yang terbunuh pada masa Nabi dengan mengerikan sekali.
Zaid bin Harisah ketika itu sedang berhadapan dengan Banu Fazarah di Wadi Qurrah. Banyak anak buahnya yang mengalami luka dan Zaid sendiri luka berat dan dibawa langsung ke Madinah.
Baca juga: Akhlak Umar bin Khattab dan Kesedihannya Ketika Nabi Wafat
Setelah sembuh, oleh Rasulullah ia dikirim kembali kepada Banu Fazarah memimpin suatu pasukan. Banyak yang terbunuh, luka-luka dan tertawan dari pihak lawan.
Umm Qirfah Fatimah bint Badr ini termasuk di antara yang ditawan. Dalam pertempuran pertama, dialah yang menyebabkan Zaid mengalami luka berat itu. Setelah perempuan itu tertangkap diperintahkan supaya dibunuh. Tetapi pembunuhan itu dilakukan secara kasar.
Konon, menurut Haekal, kakinya diikatkan pada unta kemudian masing-masing unta dilepas ke arah yang berlawanan sehingga dia sobek.
Anaknya, Umm Ziml, ditawan yang oleh Aisyah Ummul mukminin kemudian dibebaskan dan lama ia tinggal bersama, kemudian ia pulang kembali ke kabilahnya.
Tetapi kematian ibunya tetap terbayang di matanya selama ia belum mendapat jalan untuk menuntut balas.
Kalau bukan karena dendam yang menggerogoti jantung mereka, apa pula gerangan yang membuat mereka bertahan setelah Tulaihah lari dan kebohongannya terbongkar? Umm Ziml ini memang mengidap luka dendam kepada Muslimin yang tak kunjung sembuh kendati sudah berlalu beberapa tahun silam. Wajar saja bila sisa-sisa itu kemudian bergabung dengan Umm Ziml dan dendam bersama itulah yang kemudian dijadikan panji dan benderanya.
Lalu, siapa Umm Ziml? Dia adalah anak perempuan Umm Qirfah yang terbunuh pada masa Nabi dengan mengerikan sekali.
Zaid bin Harisah ketika itu sedang berhadapan dengan Banu Fazarah di Wadi Qurrah. Banyak anak buahnya yang mengalami luka dan Zaid sendiri luka berat dan dibawa langsung ke Madinah.
Baca juga: Akhlak Umar bin Khattab dan Kesedihannya Ketika Nabi Wafat
Setelah sembuh, oleh Rasulullah ia dikirim kembali kepada Banu Fazarah memimpin suatu pasukan. Banyak yang terbunuh, luka-luka dan tertawan dari pihak lawan.
Umm Qirfah Fatimah bint Badr ini termasuk di antara yang ditawan. Dalam pertempuran pertama, dialah yang menyebabkan Zaid mengalami luka berat itu. Setelah perempuan itu tertangkap diperintahkan supaya dibunuh. Tetapi pembunuhan itu dilakukan secara kasar.
Konon, menurut Haekal, kakinya diikatkan pada unta kemudian masing-masing unta dilepas ke arah yang berlawanan sehingga dia sobek.
Anaknya, Umm Ziml, ditawan yang oleh Aisyah Ummul mukminin kemudian dibebaskan dan lama ia tinggal bersama, kemudian ia pulang kembali ke kabilahnya.
Tetapi kematian ibunya tetap terbayang di matanya selama ia belum mendapat jalan untuk menuntut balas.
Lihat Juga :