Bumi Utsmani Dikapling-kapling, Yahudi Dirikan Negara di Palestina
Senin, 03 Agustus 2020 - 15:56 WIB
loading...
A
A
A
1. Perlunya dilakukan reformasi sesegera mungkin.
2. Pengikutsertaan orang-orang Arab dalam pemerintahan pusat.
3. Menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi di seluruh wilayah Arab.
4. Menjadikan kewajiban militer bersifat lokal bagi orang-orang Arab, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak.
5. Memberikan dukungan terhadap tuntutan orang-orang Armenia.
Para peserta muktamar menegaskan, bahwa gerakan mereka bukanlah gerakan keagamaan. Orang-orang Kristen memiliki jumlah yang sama dengan orang-orang Islam di dalam muktamar tersebut. Muktamar dipimpin oleh Abdul Hamid Az-Zahrawi
Baca juga: Usaha Arabisasi Pemerintahan Utsmani yang Mengundang Pertentangan
Prancis banyak menaruh harapan terhadap muktamar ini. Di dalamnya banyak warganya yang menjadi peserta. Setelah itu Perancis mengumumkan basil muktamar tersebut.
Perang Dunia
Tatkala terjadi Perang Dunia I (1333-1337 H/1914-1918 M), Turki bergabung dengan Jerman dan Austria, sementara itu Inggris berkat surat menyurat dengan Al-Husein Makmahun telah berhasil menyeret orang-orang Arab untuk menjadi sekutu Inggris-Prancis dan Rusia. Maka menyebarlah pemikiran nasionalisme Arab dan terjadilah benturan yang sangat hebat antara orang-orang Arab dan Turki.
Baca juga: Ketika Freemasonry Masuk dan Atur Detak Jantung Kekuasaan Utsmani
Turki jatuh setelah kekalahan mereka di dalam perang dan pihak sekutu sebagai pemenang perang bersama Yunani mencaplok sebagian wilayah kekuasaannya. Selanjutnya, Astana berada di bawah kekuasaan Inggris, sedangkan khalifah seakan-akan menjadi tawanan di dalamnya.
Sesungguhnya pemecatan Sultan Abdul Hamid II dan hadirnya organisasi Pembangunan dan Persatuan di dalam pemerintahan merupakan langkah asasi dalam rangka merealisasikan rencana yang telah dirancang pada saat perang berkecamuk dan setelah perang dalam fase yang bisa diringkas sebagai berikut;
Pertama, kesepakatan sekutu untuk membagi dunia Islam yang tunduk di bawah pemerintahan Utsmani di kalangan mereka. Ini bisa terlihat dari adanya kesepakatan Saikas Biku pada tahun 1334 H/ 1916 M yang dilakukan dengan cara rahasia, dimana saat itu orang-orang Arab dijanjikan kemerdekaan.
Baca juga: Sultan Abdul Hamid: “Tangan-Tangan Asing Menggerayang Dalam Hati Kita
2. Pengikutsertaan orang-orang Arab dalam pemerintahan pusat.
3. Menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi di seluruh wilayah Arab.
4. Menjadikan kewajiban militer bersifat lokal bagi orang-orang Arab, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak.
5. Memberikan dukungan terhadap tuntutan orang-orang Armenia.
Para peserta muktamar menegaskan, bahwa gerakan mereka bukanlah gerakan keagamaan. Orang-orang Kristen memiliki jumlah yang sama dengan orang-orang Islam di dalam muktamar tersebut. Muktamar dipimpin oleh Abdul Hamid Az-Zahrawi
Baca juga: Usaha Arabisasi Pemerintahan Utsmani yang Mengundang Pertentangan
Prancis banyak menaruh harapan terhadap muktamar ini. Di dalamnya banyak warganya yang menjadi peserta. Setelah itu Perancis mengumumkan basil muktamar tersebut.
Perang Dunia
Tatkala terjadi Perang Dunia I (1333-1337 H/1914-1918 M), Turki bergabung dengan Jerman dan Austria, sementara itu Inggris berkat surat menyurat dengan Al-Husein Makmahun telah berhasil menyeret orang-orang Arab untuk menjadi sekutu Inggris-Prancis dan Rusia. Maka menyebarlah pemikiran nasionalisme Arab dan terjadilah benturan yang sangat hebat antara orang-orang Arab dan Turki.
Baca juga: Ketika Freemasonry Masuk dan Atur Detak Jantung Kekuasaan Utsmani
Turki jatuh setelah kekalahan mereka di dalam perang dan pihak sekutu sebagai pemenang perang bersama Yunani mencaplok sebagian wilayah kekuasaannya. Selanjutnya, Astana berada di bawah kekuasaan Inggris, sedangkan khalifah seakan-akan menjadi tawanan di dalamnya.
Sesungguhnya pemecatan Sultan Abdul Hamid II dan hadirnya organisasi Pembangunan dan Persatuan di dalam pemerintahan merupakan langkah asasi dalam rangka merealisasikan rencana yang telah dirancang pada saat perang berkecamuk dan setelah perang dalam fase yang bisa diringkas sebagai berikut;
Pertama, kesepakatan sekutu untuk membagi dunia Islam yang tunduk di bawah pemerintahan Utsmani di kalangan mereka. Ini bisa terlihat dari adanya kesepakatan Saikas Biku pada tahun 1334 H/ 1916 M yang dilakukan dengan cara rahasia, dimana saat itu orang-orang Arab dijanjikan kemerdekaan.
Baca juga: Sultan Abdul Hamid: “Tangan-Tangan Asing Menggerayang Dalam Hati Kita
Lihat Juga :