Bumi Utsmani Dikapling-kapling, Yahudi Dirikan Negara di Palestina

loading...
Bumi Utsmani Dikapling-kapling, Yahudi Dirikan Negara di Palestina
Tentara Ottoman pada Perang Dunia I. Foto?Ilustrasi/Pinterest
SETELAH Sultan Abdul Hamid II diturunkan, yang memangku khilafah dan kesultanan adalah saudaranya yang bernama Muhammad Rasyad. Hanya saja pada hakikatnya, dia tidak memiliki kekuasaan apa-apa. Kekuasaan kini sebenarnya berada di tangan orang-orang Persatuan dan Pembangunan, dan pemerintahan Utsmani telah menjadi pemerintahan nasionalis yang fanatik, setelah sebelumnya model pemerintahannnya adalah pemerintahan Islami. (Baca juga: Utsmani Runtuh, Mereka Menyesal Jadi Tunggangan Freemasonry)

Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah menyebut gerakan ini sangat terpengaruh dengan kuatnya pemikiran nasionalisme Thuraniyah yang menyerukan pada pembebasan semua orang Turki dengan menyerukan bahwa bangsa Islam yang berada di Anatolia dan Asia Tengah merupakan satu umat. (Baca juga: Fitnah Berbalut Islam Sukses Hancurkan Pemerintahan Sultan Abdul Hamid II)

Pemikiran ini adalah pemikiran yang berkembang berkat usaha keras sebagian penulis orang-orang Persatuan dan Pembangunan, terutama Muiz Kuhin yang beragama Yahudi, juga seorang penulis Turki yang sangat terkenal Dhiyakuk Alib. Maka dilakukan kebijakan yang disebut dengan Turkivikasi di antaranya, dengan menjadikan bahasa Turki sebagai bahasa resmi negara, walaupun masih menjadikan bahasa Arab sebagai pendamping. Maka saat itu juga muncul gerakan Arabisasi sebagai reaksi atas gerakan Turkivikasi. (Baca juga: Ini Fatwa yang Lengserkan Sultan Abdul Hamid II dan Hancurkan Khilafah Utsmani)

Gerakan Arab Baru
Orang-orang Arab membentuk kelompok desentralisasi, yang berarti hendaknya beberapa wilayah memiliki kebebasan otonomi khusus namun tetap tunduk di bawah pemerintahan Istanbul.

(Baca juga: Sultan Abdul Hamid II Tolak Rayuan Zionis Kuasai Bumi Palestina)

Mereka juga mendirikan gerakan-gerakan rahasia seperti organisasi Qahthaniyah yang dipimpin oleh Abdul Karim Al-Khalil dan perwira militer Ali Al-Mishri. Juga gerakan Arab Baru yang dibentuk di Paris pada tahun 1329 dengan menggunakan metode seperti metode gerakan Turki Muda. Organisasi ini beranggotakan para mahasiswa yang tekun dan serius mempelajari pemikiran-pemikiran Barat, khususnya tentang apa yang disebut dengan prinsip-prinsip nasionalisme fanatik.



Sebagian lagi menggunakan istilah-istilah Freemasonry. Tujuan gerakan ini, agar orang-orang Arab memiliki kemerdekaan penuh. Setelah itu, mereka memindahkan pusat gerakannya dari Paris ke Beirut kemudian ke Damaskus.

Jumlah anggota gerakan ini semakin hari semakin banyak, khususnya yang datang dari kalangan Kristen Arab.

Baca juga: Bumi Utsmani Jadi Pintu Pertama dan Pondasi Gerakan Yahudi Internasional

Setelah itu, berdiri organisasi Al-Ishthilahiyah di Beirut pada tahun 1331 H dan bekerja sama dengan gerakan Kebangkitan Libanon yang berada di pengasingan. Keduanya secara bersama-sama mengajukan surat bersama pada pemerintahan Perancis tahun 1331 H yang memintanya untuk menduduki Suria dan Libanon.

Sementara itu, sebagian kalangan terpelajar Irak memalingkan wajahnya pada Inggris. Sebagiannya lagi mendukung agar Inggris menjadi konsultan dalam program-program reformasi, bahkan sampai batas meminta perlindungan Inggris atas negeri mereka. (Baca juga: Kisah Heroik Sultan Abdul Hamid II Menghadapi Konspirasi Barat)

Tatkala orang-orang Persatuan dan Pembangunan melakukan tindakan keras terhadap gerakan Arab Baru, maka Arab Baru mengadakan muktamar di Perancis pada tahun 1332 H/ 1912 M. Orang-orang Prancis telah menyediakan tempat yang sangat cocok bagi mereka untuk terselenggaranya muktamar tersebut. Para peserta muktamar memutuskan:



1. Perlunya dilakukan reformasi sesegera mungkin.
2. Pengikutsertaan orang-orang Arab dalam pemerintahan pusat.
3. Menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi di seluruh wilayah Arab.
4. Menjadikan kewajiban militer bersifat lokal bagi orang-orang Arab, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak.
5. Memberikan dukungan terhadap tuntutan orang-orang Armenia.

Para peserta muktamar menegaskan, bahwa gerakan mereka bukanlah gerakan keagamaan. Orang-orang Kristen memiliki jumlah yang sama dengan orang-orang Islam di dalam muktamar tersebut. Muktamar dipimpin oleh Abdul Hamid Az-Zahrawi

Baca juga: Usaha Arabisasi Pemerintahan Utsmani yang Mengundang Pertentangan

Prancis banyak menaruh harapan terhadap muktamar ini. Di dalamnya banyak warganya yang menjadi peserta. Setelah itu Perancis mengumumkan basil muktamar tersebut.

Perang Dunia
Tatkala terjadi Perang Dunia I (1333-1337 H/1914-1918 M), Turki bergabung dengan Jerman dan Austria, sementara itu Inggris berkat surat menyurat dengan Al-Husein Makmahun telah berhasil menyeret orang-orang Arab untuk menjadi sekutu Inggris-Prancis dan Rusia. Maka menyebarlah pemikiran nasionalisme Arab dan terjadilah benturan yang sangat hebat antara orang-orang Arab dan Turki.

Baca juga: Ketika Freemasonry Masuk dan Atur Detak Jantung Kekuasaan Utsmani

Turki jatuh setelah kekalahan mereka di dalam perang dan pihak sekutu sebagai pemenang perang bersama Yunani mencaplok sebagian wilayah kekuasaannya. Selanjutnya, Astana berada di bawah kekuasaan Inggris, sedangkan khalifah seakan-akan menjadi tawanan di dalamnya.

Sesungguhnya pemecatan Sultan Abdul Hamid II dan hadirnya organisasi Pembangunan dan Persatuan di dalam pemerintahan merupakan langkah asasi dalam rangka merealisasikan rencana yang telah dirancang pada saat perang berkecamuk dan setelah perang dalam fase yang bisa diringkas sebagai berikut;

Pertama, kesepakatan sekutu untuk membagi dunia Islam yang tunduk di bawah pemerintahan Utsmani di kalangan mereka. Ini bisa terlihat dari adanya kesepakatan Saikas Biku pada tahun 1334 H/ 1916 M yang dilakukan dengan cara rahasia, dimana saat itu orang-orang Arab dijanjikan kemerdekaan.

Baca juga: Sultan Abdul Hamid: “Tangan-Tangan Asing Menggerayang Dalam Hati Kita

Di antara isi pokok dan penting perjanjian itu ialah: (a). Wilayah selatan Irak menjadi bagian Inggris, sedangkan bagian utara Suriah yang terdiri dari Libanon menjadi bagian Perancis; (b). Dua negara Arab yang terdiri dari Irak bagian Utara dan bagian Tengah dan Selatan Syam yang pertama -yang terdiri dari Irak Utara dan Yordan-berada di bawah dominasi Inggris sedangkan yang kedua yang terdiri dari bagian Tengah Syam dan kepulauan Faratiyah menjadi bagian Perancis; (c). Palestina menjadi masalah internasional; (d). Astana dan Selat Bosphorus serta Dardanil menjadi bagian Rusia.

Deklarasi Balfour yang dikeluarkan pemerintah Inggris-Zionis pada tanggal 2/11/1917 yang bertepatan dengan bulan Muharram 1326 H. Deklarasi itu menetapkan Palestina sebagai tanah air dan negara orang-orang Yahudi.

Penyerahan Turki pada gerakan westernisasi untuk menghancurkan nilai-nilai Islam dan menggesernya dari sebuah negeri yang memiliki karakter Islam ke sebuah negeri yang diwarnai dengan nilai-nilai Barat.

Baca juga: Proyek Kereta Cepat dan Awal Penghancuran Khilafah Utsmaniyah

Menurut Ash-Shalabi, mungkin dengan singkat bisa kita sebutkan, bahwa masa saat dipecatnya Sultan Abdul Hamid II dan mulai berkuasanya orang-orang Persatuan dan Pembangunan adalah masa di mana bersatu keinginan dua kutub, yakni keinginan para penguasa dan keinginan para penjajah untuk meruntuhkan pemerintahan Utsmani serta promosi munculnya nasionalisme Thuraniyah.

Pada saat itu juga, terjadi benturan yang demikian keras antara orang-orang Turki dan Arab yang merupakan pembuka hancurnya pemerintahan Utsmani, serta pencaplokan Barat atas negeri-negeri Arab dan pada saat yang sama, munculnya Deklarasi Balfour yang kemudian memberikan hak bagi bangsa Yahudi untuk mendirikan negara di Palestina.

Baca juga: Ini Dia Tokoh yang Ubah Hagia Sophia dari Masjid Menjadi Museum

Orang-orang Persatuan dan Pembangunan mengarahkan pemerintahan Utsmani pada sebuah negara nasional yang tidak berlandaskan agama. Tatkala lnggris menduduki Istanbul (Astana) dan Sultan menjadi laksana seorang tawanan di tangan mereka, maka Perwakilan Tinggi lnggris dan Jenderal Huzention (panglima pasukan sekutu di Istanbul) menjadi pemegang kekuasaan sebenarnya.

Skenario global yang berusaha mengakhiri pemerintahan Utsmani hingga ke akar-akamya menuntut untuk melahirkan sebuah pahlawan boneka yang bisa dijadikan sebagai partner oleh pasukan sekutu yang jahat dan menggantungkan harapan umat Islam yang kini dilanda putus asa padanya yang kemudian di balik kebesaran dan kegagahannya akan melibas sesuatu yang masih tersisa di tubuh umat. (Baca juga: Selain Hagia Sophia, Ini yang Jadi Korban Setelah Kesultanan Utsmani Runtuh)
(mhy)
cover top ayah
اُدۡعُوۡا رَبَّكُمۡ تَضَرُّعًا وَّخُفۡيَةً‌ ؕ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الۡمُعۡتَدِيۡنَ‌
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

(QS. Al-A’raf:55)
cover bottom ayah
preload video