Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq Marah dan Memukul Pendeta Yahudi
Rabu, 04 Oktober 2023 - 10:54 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Inilah Mengapa Abu Bakar Ash-Shiddiq Menerima Islam Tanpa Ragu
Setelah Abu Bakar melihat orang ini memperolok firman Allah serta wahyu-Nya kepada Nabi, ia tak dapat menahan diri, dipukulnya muka Finhas itu keras-keras seraya katanya:
"Demi Allah, kalau tidak karena adanya perjanjian antara kami dengan kamu sekalian, kupukul kepalamu. Engkaulah musuh Tuhan!"
Haekal mengatakan bukanlah aneh juga Abu Bakar menjadi begitu keras, orang yang begitu tenang, damai dan rendah hati itu. Ia menjadi sedemikian rupa padahal usianya sudah melampaui lima puluh tahun!
Kemarahannya kepada Finhas ini mengingatkan kita kepada kemarahan yang sama lebih sepuluh tahun yang silam, yaitu ketika Persia mengalahkan Romawi.
Baca juga: Begini Sikap Lembut Abu Bakar Ash-Shiddiq terhadap Tawanan Perang Badar
Persia Majusi dan Romawi Ahli Kitab. Kaum Muslimin ketika itu merasa sedih karena diejek kaum musyrik yang menduga bahwa pihak Romawi kalah karena juga Ahli Kitab seperti mereka. Ada seorang musyrik menyinggung soal ini di depan Abu Bakar dengan begitu bersemangat bicaranya, sehingga Abu Bakar naik pitam. Diajaknya orang itu bertaruh dengan sepuluh ekor unta bahwa kelak Romawi yang akan mengalahkan pihak Majusi sebelum habis tahun itu.
Haekal mengatakan hal ini menunjukkan bahwa Abu Bakar akan sangat marah jika sudah mengenai akidah dan keimanannya yang begitu tulus kepada Allah dan Rasul-Nya.
"Itulah sikapnya tatkala ia berusia empat puluh, dan tetap itu juga setelah usianya lima puluh tahun sampai kemudian ketika ia sudah menjadi Khalifah dan memegang pimpinan kaum Muslimin," tutur Haekal.
Baca juga: Pengaruh Besar Kemenangan Perang Riddah di Masa Abu Bakar Ash-Shiddiq
Setelah Abu Bakar melihat orang ini memperolok firman Allah serta wahyu-Nya kepada Nabi, ia tak dapat menahan diri, dipukulnya muka Finhas itu keras-keras seraya katanya:
"Demi Allah, kalau tidak karena adanya perjanjian antara kami dengan kamu sekalian, kupukul kepalamu. Engkaulah musuh Tuhan!"
Haekal mengatakan bukanlah aneh juga Abu Bakar menjadi begitu keras, orang yang begitu tenang, damai dan rendah hati itu. Ia menjadi sedemikian rupa padahal usianya sudah melampaui lima puluh tahun!
Kemarahannya kepada Finhas ini mengingatkan kita kepada kemarahan yang sama lebih sepuluh tahun yang silam, yaitu ketika Persia mengalahkan Romawi.
Baca juga: Begini Sikap Lembut Abu Bakar Ash-Shiddiq terhadap Tawanan Perang Badar
Persia Majusi dan Romawi Ahli Kitab. Kaum Muslimin ketika itu merasa sedih karena diejek kaum musyrik yang menduga bahwa pihak Romawi kalah karena juga Ahli Kitab seperti mereka. Ada seorang musyrik menyinggung soal ini di depan Abu Bakar dengan begitu bersemangat bicaranya, sehingga Abu Bakar naik pitam. Diajaknya orang itu bertaruh dengan sepuluh ekor unta bahwa kelak Romawi yang akan mengalahkan pihak Majusi sebelum habis tahun itu.
Haekal mengatakan hal ini menunjukkan bahwa Abu Bakar akan sangat marah jika sudah mengenai akidah dan keimanannya yang begitu tulus kepada Allah dan Rasul-Nya.
"Itulah sikapnya tatkala ia berusia empat puluh, dan tetap itu juga setelah usianya lima puluh tahun sampai kemudian ketika ia sudah menjadi Khalifah dan memegang pimpinan kaum Muslimin," tutur Haekal.
Baca juga: Pengaruh Besar Kemenangan Perang Riddah di Masa Abu Bakar Ash-Shiddiq
(mhy)
Lihat Juga :