Nikmat Tiada Akhir dalam Surga Menurut Surat Al-Baqarah Ayat 25
Kamis, 05 Oktober 2023 - 09:40 WIB
loading...
Nikmat yang mereka peroleh tiada akhir dan tiada habisnya. Ilustrasi: SINDOnews
A
A
A
Di dalam Surat Al-Baqarah ayat 25 digambarkan kenikmatan di surga bagi orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan. Kenikmatan di surga ini abadi, tiada akhir. Allah SWT berfirman:
Wa basysyirillazina amanu wa amilus-salihati anna lahum jannatin tajri min tahtihal-an-har, kullama ruziqu min-ha min samaratir rizqang qalu hazallazi ruziqna ming qablu wa utu bihi mutasyabiha, wa lahum fiha azwajum mutahharatuw wa hum fiha khalidun
Artinya: Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, "Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu." Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya. ( QS Al-Baqarah : 25)
Baca juga: Gambaran Surga Menurut Al-Quran dan Hadis
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan surga-surga tersebut digambarkan oleh ayat ini, mengalir di bawahnya sungai-sungai, yakni di bawah pohon-pohon dan gedung-gedungnya.
Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sungai-sungai surga mengalir bukan pada parit-parit. Sehubungan dengan Sungai Al-Kausar, bahwa kedua tepinya terdapat kubah-kubah yang terbuat dari batu permata yang berlubang.
Kedua pengertian ini tidak bertentangan. Tanah liat surga terdiri atas bibit minyak kesturi, sedangkan batu-batu kerikilnya terdiri atas batu-batu mutiara dan batu-batu permata.
Ibnu Abu Hatim meriyatkan dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: Sungai-sungai surga mengalir di bagian bawah lereng-lereng atau di bagian bawah bukit-bukit kesturi.
Abdullah ibnu Mas'ud ra juga pernah mengatakan, "Sungai-sungai surga mengalir dari bukit kesturi."
Selanjutnya dijelaskan, "Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu."
وَبَشِّرِ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُؕ ڪُلَّمَا رُزِقُوۡا مِنۡهَا مِنۡ ثَمَرَةٍ رِّزۡقًا ۙ قَالُوۡا هٰذَا الَّذِىۡ رُزِقۡنَا مِنۡ قَبۡلُ وَاُتُوۡا بِهٖ مُتَشَابِهًا ؕ وَلَهُمۡ فِيۡهَآ اَزۡوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۙ وَّهُمۡ فِيۡهَا خٰلِدُوۡنَ
Wa basysyirillazina amanu wa amilus-salihati anna lahum jannatin tajri min tahtihal-an-har, kullama ruziqu min-ha min samaratir rizqang qalu hazallazi ruziqna ming qablu wa utu bihi mutasyabiha, wa lahum fiha azwajum mutahharatuw wa hum fiha khalidun
Artinya: Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, "Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu." Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya. ( QS Al-Baqarah : 25)
Baca juga: Gambaran Surga Menurut Al-Quran dan Hadis
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan surga-surga tersebut digambarkan oleh ayat ini, mengalir di bawahnya sungai-sungai, yakni di bawah pohon-pohon dan gedung-gedungnya.
Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sungai-sungai surga mengalir bukan pada parit-parit. Sehubungan dengan Sungai Al-Kausar, bahwa kedua tepinya terdapat kubah-kubah yang terbuat dari batu permata yang berlubang.
Kedua pengertian ini tidak bertentangan. Tanah liat surga terdiri atas bibit minyak kesturi, sedangkan batu-batu kerikilnya terdiri atas batu-batu mutiara dan batu-batu permata.
Ibnu Abu Hatim meriyatkan dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: Sungai-sungai surga mengalir di bagian bawah lereng-lereng atau di bagian bawah bukit-bukit kesturi.
Abdullah ibnu Mas'ud ra juga pernah mengatakan, "Sungai-sungai surga mengalir dari bukit kesturi."
Selanjutnya dijelaskan, "Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu."
Lihat Juga :