Taat dan Keteguhan Hati Asiyah Mengantarkannya ke Surga
Selasa, 04 Agustus 2020 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
Asiyah juga diam-diam menerima dan meyakini kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa sepengetahuan suaminya. Hal itu dilakukannya setelah menyaksikan mukjizat Nabi Musa.
Lambat laun, Firaun akhirnya mengetahui bahwa Asiyah sangat beriman kepada Allah. Raja Mesir itu pun menyiksa istrinya agar mau mengakuinya sebagai Tuhan. Namun, Asiyah tetap teguh pada keyakinannya dan berdoa kepada Allah Ta'ala. Kisah ini disebutkan dalam Al-Qur'an.
وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱمْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ٱبْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًا فِى ٱلْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
“Dan Allah membuat istri Fir'aun perumpaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga firdaus, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (QS At-Tahrim : 11)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Fir’aun mengikat istrinya dengan besi sebanyak 4 ikatan, pada kedua tangan dan kakinya. Jika ia telah meninggalkan Asiyah terbelenggu maka para Malaikat menaunginya.” (HR Abu Ya’la) (Baca juga : Khadijah binti Khuwailid, sang Cinta Abadi Rasulullah )
Saat Fir’aun mengganjarnya dengan siksaan yang bertubi-tubi atas keimanannya. Asiyah berdoa, “… Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (QS At Tahrim : 11)
Dengan siksaan yang berat itu, Asiyah tetap beriman kepada Allah Ta'ala hingga akhir hayatnya. Oleh karena kisah inilah maka Asiyah termasuk ke dalam empat wanita terbaik sepanjang masa yang dimuliakan Allah Ta'ala. Asiyah adalah perempuan mulia yang memiliki keteguhan hati untuk selalu beriman kepada Allah, meski sang suami menyiksanya dengan berat. Ia tidak pernah mau mengingkari keteguhan iman di hatinya. Asiyah selalu mengamalkan apa yang diajarkan Musa Alaihisallam dengan baik. Ia hanya menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala. (selesai)
Wallahu A'lam
Lambat laun, Firaun akhirnya mengetahui bahwa Asiyah sangat beriman kepada Allah. Raja Mesir itu pun menyiksa istrinya agar mau mengakuinya sebagai Tuhan. Namun, Asiyah tetap teguh pada keyakinannya dan berdoa kepada Allah Ta'ala. Kisah ini disebutkan dalam Al-Qur'an.
وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱمْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ٱبْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًا فِى ٱلْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
“Dan Allah membuat istri Fir'aun perumpaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga firdaus, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (QS At-Tahrim : 11)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Fir’aun mengikat istrinya dengan besi sebanyak 4 ikatan, pada kedua tangan dan kakinya. Jika ia telah meninggalkan Asiyah terbelenggu maka para Malaikat menaunginya.” (HR Abu Ya’la) (Baca juga : Khadijah binti Khuwailid, sang Cinta Abadi Rasulullah )
Saat Fir’aun mengganjarnya dengan siksaan yang bertubi-tubi atas keimanannya. Asiyah berdoa, “… Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (QS At Tahrim : 11)
Dengan siksaan yang berat itu, Asiyah tetap beriman kepada Allah Ta'ala hingga akhir hayatnya. Oleh karena kisah inilah maka Asiyah termasuk ke dalam empat wanita terbaik sepanjang masa yang dimuliakan Allah Ta'ala. Asiyah adalah perempuan mulia yang memiliki keteguhan hati untuk selalu beriman kepada Allah, meski sang suami menyiksanya dengan berat. Ia tidak pernah mau mengingkari keteguhan iman di hatinya. Asiyah selalu mengamalkan apa yang diajarkan Musa Alaihisallam dengan baik. Ia hanya menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala. (selesai)
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :