Jejak Zionis di Ottoman: Bermula dari Gadis Yahudi Roxelana

Rabu, 11 Oktober 2023 - 16:25 WIB
loading...
Jejak Zionis di Ottoman:...
Gadis cantik itu bernama Anastasia Lisowska atau yang juga dikenal dengan nama Aleksandra Lisowska, dan juga tenar dengan nama Roxelana. Ilustrasi: Ist
A A A
Kisah ini dimulai tatkala orang-orang Tartar yang berkuasa di negeri Qaram menghadiahkan seorang gadis Rusia - Yahudi yang mereka tawan pada suatu peperangan kepada Sultan Sulaiman Al-Qanuni pada abad kelima belas Masehi.

Gadis cantik itu bernama Anastasia Lisowska atau yang juga dikenal dengan nama Aleksandra Lisowska, dan juga tenar dengan nama Roxelana. Hurrem Sultan ini konon yang tercantik di antara permaisurinya.

Ia lahir pada tahun 1502 di kota Rohatyn, Polandia. Saat ia beranjak dewasa, Roxelana ditangkap oleh bangsa Tartar Krimea dan dijadikan budak di Kaffa. Setelah itu, ia dibawa ke Konstantinopel , Turki.

Baca juga: Kisah Zionis Menekan Sultan Ottoman untuk Menguasai Bumi Palestina

Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam "Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah" mengisahkan Sultan Sulaiman menikahinya. Dari pernikahan dengan gadis ini, Sultan dikarunai seorang putri. Tatkala puterinya ini besar, ibunya yang beragama Yahudi ini mengawinkan sang putri dengan “anak temuan” Kroasia yang bernama Rustam Pasya. Dengan tipu dayanya pula, dia berhasil membunuh Perdana Menteri Ibrahim Pasya.

Kemudian diangkatlah menantunya sebagai penggantinya. Lebih jauh lagi, dia melakukan konspirasi yang lain, hingga akhimya dia mampu menyingkirkan putra mahkota Mushthafa bin Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Anak Sultan dari istri pertamanya, dan menggantinya dengan anaknya sendiri yang bernama Salim ll sebagai putra mahkota.

Pada masa itu, orang-orang Yahudi mengalami tekanan di berbagai tempat, baik di Andalusia maupun di Rusia. Mereka banyak diusir dan melarikan diri karena takut akan adanya proses inkusisi. Maka orang-orang Yahudi itu pergi menghadap Sultan dan meminta izin padanya untuk hijrah dan menetap di dalam wilayah Utsmani. Akhimya mereka pun menetap di lzmir, wilayah Adrianapel, Kota Bursah, dan kawasan-kawasan Utara dan Barat Anatolia.

Ash-Shalabi menuturkan, tatkala mereka berada di bawah pemerintahan Utsmani, maka diterapkanlah syariah Islam di mana mereka menikmati keindahan syariah Islam itu dan mendapatkan kebebasan luas.

Pada realitasnya orang-orang Yahudi Spanyol bukan hanya mendapatkan perlindungan di dalam pemerintahan Utsmani, namun mereka mendapatkan pula kesejahteraan dan kemerdekaan sempuma. Mereka mendapatkan posisi-posisi yang sangat sensitif di dalam pemerintahan Utsmani, seperti yang dialami oleh John Joesef Nasi dan orang-orang Yahudi Spanyol yang lain-lain memperoleh kemerdekaan.

Baca juga: Catatan Harian Sultan Ottoman Menolak Menjual Palestina kepada Zionis

Sedangkan kepala pendeta memiliki hak penuh untuk mengurus semua urusan yang berhubungan dengan masalah-masalah keagamaan dan hak-hak sipil. Semua surat keputusan yang ditetapkan olehnya akan mendapatkan legitimasi dari pemerintah Utsmani, bahkan sering berubah menjadi hukum khusus untuk kalangan Yahudi.

Ash-Shalabi menceritakan Ali Pasya, menteri luar negeri Utsmani yang belakangan menjadi Perdana Menteri, saat melakukan kunjungan resmi ke negeri-negeri Eropa dan negeri-negeri Kristen pada tahun 1865 M diikuti oleh sejumlah besar orang-orang Yahudi.

Mereka menikmati beberapa kekhususan dan perlindungan sesuai dengan undang-undang pemerintahan Utsmani. Mereka mendapatkan rasa damai, keamanan; dan kemerdekaan eksistensi di dalam pemerintahan Utsmani.“

Yahudi Dunamah

Ash-Shalabi menjelaskan ada beragam pemahaman tentang Dunamah. Sebab kata itu dilihat dari segi bahasa diambil dari bahasa Turki “Dunamak” yang berarti kembali, balik atau pemurtadan.

Sedangkan pemahamannya dari sisi sosial ia berarti yang murtad, atau yang plin-plan. Sedangkan dari sisi agama ia berarti madzhab baru yang didirikan oleh pendeta Syabtay Zivi.

Sedangkan maknanya secara politis berarti, Yahudi-Muslim yang memiliki eksistensi sendiri secara khusus.

Makna Dunamah memiliki makna khusus hanya bagi Yahudi yang hidup di negeri-negeri Islam, khususnya di kawasan Salanika sejak abad ketujuh belas. Pemerintahan Utsmani memberikan nama Dunamah pada orang-orang Yahudi, dengan tujuan untuk menjelaskan kembalinya seseorang dari agama Yahudi ke Islam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kemenag Siap Kirimkan...
Kemenag Siap Kirimkan Imam dan Santri Berprestasi Program Beasiswa ke Turki
Pengelolaan Wakaf, Menag...
Pengelolaan Wakaf, Menag Lirik Keberhasilan Turki dan Yordania
Lembaga Kemanusiaan...
Lembaga Kemanusiaan Turkiye Hayrat Yardim Salurkan Ratusan Sapi Kurban di Indonesia
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni,...
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni, Sultan ke-10 Daulah Turki Utsmani
Kisah Muhammad Al-Fatih...
Kisah Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk: Masa Kejayaan Turki Utsmani
Terbentuknya Daulah...
Terbentuknya Daulah Utsmaniyah: Pada Mulanya Mengabdi ke Turki Seljuk
Rekomendasi
Taman, Karpet, Lengkungan...
Taman, Karpet, Lengkungan dan Menara Gereja Meniru Arsitektur Dunia Islam
Segel Tanah Liat Kuno...
Segel Tanah Liat Kuno Ditemukan di Reruntuhan Kota Bairen
Ilmuwan Ungkap Sa-Nakht...
Ilmuwan Ungkap Sa-Nakht Firaun Raksasa yang Tak Pernah Tercatat dalam Sejarah
Artikel Terkini
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
10 Ayat Al-Quran tentang...
10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
10 Cara Berbakti kepada...
10 Cara Berbakti kepada Ibu Menurut Islam, Terinspirasi Momen Haru Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved