Jejak Zionis di Ottoman: Bermula dari Gadis Yahudi Roxelana

Rabu, 11 Oktober 2023 - 16:25 WIB
loading...
A A A
Syabtay dan para pengikutnya terus mengikuti agama Musa dengan cara sembunyi-sembunyi dan dengan gigih bekerja untuk kepentingan Zionisme juga secara sembunyi-sembunyi. Mereka menampakkan keikhlasannya terhadap agama Islam, kesalehan dan takwa di luarnya di depan orang-orang Turki. Dia selalu mengatakan pada pengikutnya, bahwa dia laksana Nabi Musa yang terpaksa diam untuk beberapa lama di dalam istana-istana Fir'aun.

Baca juga: Jejak Israel: Kaum Pembunuh Nabi-Nabi yang Terusir dari Tanah Suci

Dalam kondisi yang demikian ini, penangkapan dilakukan kepada Syabtay bersama dengan sekelompok pengikutnya di Quri Jasymah yang berada di dalam tempat peribadatan. Penangkapan ini disebabkan karena dia memakai pakaian Yahudi dan dikelilingi oleh perempuan sedang menenggak minuman keras dan menyanyikan lagu-lagu ruhani Yahudi serta dibacakan Mazmur.

Ini dilakukan bersama-sama dengan Yahudi yang lain. Selain itu, dia dituduh telah mengajak kaum muslimin untuk meninggalkan agama mereka. Andaikan tidak ada campur tangan Syaikhul Islam pasti kepalanya telah dipenggal. Syaikhul Islam beralasan, “Andaikata yang jahat ini dipancung, maka akan menyebabkan munculnya khurafat di Spanyol, sebab para Pengikutnya akan manganggap bahwa dia telah diangkat ke langit, sebagaimana yang terjadi pada Isa bin Maryam.

Maka hukuman yang diberikan padanya adalah dengan membuangnya ke kota Dulasajanu di Albania pada musim panas tahun 1673 M. Dia meninggal setelah lima tahun berada di pengasingan. Akidah Syabtayyah (Syabtayisme) ini masih terus hidup di dalam kelompok Salonika. Para pengikutnya sangat lihai dalam melakukan makar, fanatisme dan tindakan keluar dari prinsip-prinsip moral dan akhlak.

Syabtay Zivi telah membentuk akidah Dunamah dalam delapan belas materi. Sedangkan materi keenam belas dan ketujuh belas adalah materi yang meniadi ciri utama.

Materi keenam belas menyebutkan; “Wajib bagi kalian untuk melakukan semua tradisi yang dilakukan oleh orang-orang Turki sebaik-baiknya, agar mereka tidak menyoroti kalian dan wajib pula bagi kalian untuk secara zahir tidak merasa keberatan menunaikan puasa Ramadhan atau berkurban. Dan siapa saja yang melakukan ini, maka hendaknya dia melakukannya di depan umum.

Baca juga: Jejak Israel di Madinah: Kisah Dendam Yahudi setelah Kalah dalam Perang Khaibar

Sedangkan materi ketujuh belas menyebutkan; “Sesungguhnya pernikahan dengan mereka (kaum muslimin) adalah dilarang secara tegas.”

Syabtay adalah orang Yahudi pertama yang memberikan kabar gembira akan kembalinya orang-orang Bani Israel ke Palestina. Pada hakekatnya gerakan yang dilakukan oleh Syabtay Zivi ini adalah lebih tepat jika disebut sebagai gerakan politik yang melawan pemerintahan Utsmani dan bukan semata sebagai gerakan keagamaan.

Kelompok ini telah memberikan andil begitu besar dalam menghancurkan nilai-nilai Islam di dalam masyarakat Utsmani. Mereka bekerja keras untuk menebarkan kekufuran dan pemikiran-pemikiran yang aneh, dengan gencar menyebarkan gerakan Freemasonry dan dengan penuh semangat menyerukan penghapusan jilbab wanita-wanita muslimah. Merekalah yang senantiasa menyerukan free-sex antara laki-laki dan wanita khususnya di sekolahSekolah. Dan yang patut menjadi catatan di sini adalah, bahwa banyak anggota Organisasi Persatuan dan Pembangunan terlibat dalam aktivitas yang mereka lakukan.

Orang-orang Yahudi Dunamah memainkan peran yang sangat besar dalam mendukung kekuatan yang memusuhi Sultan Abdul Hamid ll dan berusaha melengserkan dari kursi kekuasaannya yang bergerak dari Salonika. Merekalah yang meracuni pemikiran para perwira militer muda. Mereka memiliki Koran-koran dan jurnal. Mereka masuk menyusup mencengkeram perekonomian pemerintahan Utsmani dan sektor-sektor lainnya yang ada pada pemerintahan Utsmani.

Baca juga: Mengapa Hitler Sangat Membenci Yahudi?

Mereka berhasil menanamkan pengaruhnya dalam Organisasi Persatuan dan Pembangunan. Sultan Abdul Hamid sendiri menyadari hakekat orang-orang Dunamah ini, sebagaimana hal ini ditegaskan oleh Jenderal Jawad Rif’at Arlakhan, saat dia mengomentari masalah ini; “Sesungguhnya satu-satunya orang dalam seluruh sejarah Turki yang mengetahui hakikat gerakan Zionis-Syabtaysme dan bahaya-bahayanya terhadap orang-orang Turki dan Islam, dan orang yang sangat gencar memeranginya dalam jangka waktu lama dengan model baru untuk membendung kejahatan mereka, tak lain adalah Sultan Abdul Hamid II. Seorang Sultan yang dengan gencar memerangi gerakan berbahaya ini dengan segala kecerdikan, tekad yang kuat dan dengan kemauan yang gigih selama 33 tahun. Dia memeranginya laksana seorang pahlawan perang.”

Pada hakikatnya Sultan Abdul Hamid telah berusaha untuk membiarkan Yahudi Dunamah ini hanya berada di Salonika dan jangan sampai ke Astana, karena ada kekhawatiran tidak mampu mengendalikan dan agar mereka tidak bebas melakukan gerakan. Sebagai hasil dari sikap serius dan tegas Sultan terhadap kalangan Yahudi Dunamah ini, maka mereka melakukan sikap memusuhi Sultan dengan bergerak membentuk publik opini dan menyusup ke dalam kalangan militer.

Selain itu, orang-orang Yahudi Dunamah melakukan kerja sama dengan anggota-anggota senior Freemasonry untuk menyingkirkannya. Mereka menggunakan slogan-slogan tertentu, seperti kebebasan dan kemerdekaan, demokrasi dan penyingkiran sang diktator Sultan Abdul Hamid II. Atas dasar inilah, mereka berusaha untuk melakukan perpecahan di kalangan tentara.

Sedangkan tujuan dari dilakukannya gerakan ini adalah agar orang-orang Yahudi bisa bertempat tinggal di Palestina. Orang-orang Yahudi Dunamah ini diianggap sebagai pintu pertama dan menjadi pondasi gerakan Yahudi internasional.

Baca juga: Kisah Sultan Abdul Hamid II Hadapi Konspirasi Freemasonry dan Utsmani Baru
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kemenag Siap Kirimkan...
Kemenag Siap Kirimkan Imam dan Santri Berprestasi Program Beasiswa ke Turki
Pengelolaan Wakaf, Menag...
Pengelolaan Wakaf, Menag Lirik Keberhasilan Turki dan Yordania
Lembaga Kemanusiaan...
Lembaga Kemanusiaan Turkiye Hayrat Yardim Salurkan Ratusan Sapi Kurban di Indonesia
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni,...
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni, Sultan ke-10 Daulah Turki Utsmani
Kisah Muhammad Al-Fatih...
Kisah Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk: Masa Kejayaan Turki Utsmani
Terbentuknya Daulah...
Terbentuknya Daulah Utsmaniyah: Pada Mulanya Mengabdi ke Turki Seljuk
Rekomendasi
Medan Magnet Bumi Terdeteksi...
Medan Magnet Bumi Terdeteksi Rusak, NASA Ingatkan akan Ada Bencana
Teleskop Luar Angkasa...
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Deteksi Bulan Baru Uranus
Lautan Pertama di Bumi...
Lautan Pertama di Bumi yang Tidak Berwarna Biru Ditemukan
Artikel Terkini
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
10 Ayat Al-Quran tentang...
10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
10 Cara Berbakti kepada...
10 Cara Berbakti kepada Ibu Menurut Islam, Terinspirasi Momen Haru Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved